Home / Politik

Kamis, 30 Mei 2024 - 12:29 WIB

Koalisi Parpol di Pilgub Linear Konstelasi Pilpres

Dr Jumadi SSos MSi, Pengamat Politik dari Fisipol Universitasi Tanjungpura

Dr Jumadi SSos MSi, Pengamat Politik dari Fisipol Universitasi Tanjungpura

Pontianak. Pengamat politik Dr Jumadi SSos MSi menyebut koalisi Parpol pada Pilgub Kalbar akan linear dengan koalisi Parpol saat Pilpres.

“Kecenderungannya akan linear secara politis dengan kondisi di pusat. Demikian pula koalisi parpol di Pilgub Kalbar 2024,” kata Jumadi kepada pontianak times, Rabu (29/5/2024).

Jumadi menjelaskan alasan koalisi Pilgub dengan konstelasi pengusungan Parpol saat Pilpres. Faktor utamanya adalah fragmentasi elit karena posisi gubernur tidak murni sebagai kepala daerah, melainkan juga sebagai kepala wilayah atau wakil pemerintah pusat di daerah.

“Ada irisan dengan pemerintah pusat. Namun berbeda dengan koalisi pengusungan untuk Pilkada tingkat kabupaten dan kota,” papar Jumadi.

Sementara itu, jika mengacu pada Pilpres, maka koalisi yang terbentuk adalah poros Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat. Poros kedua adalah PDI Perjuangan, Hanura dan PPP. Poros ketiga adalah Nasdem, PKB dan PKS.

Baca juga:  Singkawang Lumpuh Total Dihajar Banjir

Berdasarkan perhitungan jumlah kursi hasil Pileg 2024 untuk pengusungan di Pilgub Kalbar, hanya PDI Perjuangan yang dapat mengusung satu pasangan calon. PDI Perjuangan memnuhi aturan 20% dari jumlah kursi di DPRD Provinsi Kalbar yang berjumlah 65 atau 13 kursi. Sedangkan Parpol lainnya memerlukan koalisi.

PDIP dengan calonnya Lasarus memiliki kecenderungan berkoalisi dengan Hanura (4) dan PPP (2) apabila mengusung Hildi Hamid. Sedangkan petahana Sutarmidji – Norsan didorong poros Nasdem (10), PKB (5) dan PKS (2).

Tersisa poros KIM yang dimotori Golkar (9) dan Gerindra (9) bersama PAN (5) dan Demokrat (6). Kemungkinan besar, terjadi sedikit anomali jika PAN merapat ke koalisi bersama PDIP dan Demokrat bergabung ke Nasdem.

Lantas, bagaimana posisi Muda Mahendrawan yang tetap sosialisasi untuk bertarung di Pilgub 2024 setelah kandas melalui jalur independen? Muda memang berpeluang menggunakan poros koalisi Gerindra dan Golkar. Namun, Pengamat politik Jumadi menepis soal peluang Muda tersebut.

Baca juga:  Walikota TCM Jadi Anggota CU Bermasalah

“Kecuali Muda itu konsisten dengan jalur perseorangan. Maka dengan mundurnya Muda, sulit memprediksi yang bersangkutan mendapatkan perahu politik atau tidak,” kata Jumadi seraya memaparkan pola hubungan sebelumnya Muda dengan PAN, Gerindra maupun Demokrat yang dipenuhi banyak catatan.

Hal tersebut, kata Jumadi, disebabkan peluang menjadi calon wakil untuk sutarmidji sudah tertutup. Terkecuali Lasarus menginginkan Muda sebagai calon wakilnya. Maka dapat dipastikan terjadi head to head.

“Tinggal apakah Lasarus mau atau tidak saja. Termasuk apakah Lasarus maju atau tidak karena kendaraan politik telah cukup. Semua ada kalkulasi, termasuk mempertimbangkan dari hasil riset atau survey,” ujar Jumadi.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Satono, Calon Bupati Sambas petahana

Politik

Satono Hero Nongkrong di Warkop Serap Harapan Warga
Pasangan Satono Hero

Politik

Satono-Hero Pasangan Tangguh Pilkada Sambas 2024
Bupati Melawi

Politik

Bupati Melawi Telan Pil Pahit Lima Fraksi
Maman Abdurrahman

Politik

Golkar Kalbar Putuskan Maman Maju Pilgub Kalbar 2024
Midji dan Norsan Mesra Kembali

Politik

Midji dan Norsan Kembali Mesra Menuju Pilgub 2024
NKRI Pasangan Pilgub Kalbar 2024

Politik

NKRI Menggebrak Panggung Pilgub Kalbar 2024
Putusan Sidang BAwaslu RI

Politik

Bawaslu Memenangkan 5 Parpol Penggugat
Uji Publik Rancangan Penataan Dapil

Politik

Kabupaten Sambas Pilih 5 atau 7 Dapil
error: Content is protected !!