Home / Historia

Senin, 8 Desember 2025 - 19:20 WIB

Warga Desa Balaban Kecamatan Marau Gelar Gawik Kacik ke-3

Foto bersama panitia Gawik Kacik bersama tamu undangan.

Foto bersama panitia Gawik Kacik bersama tamu undangan.

Ketapang – Warga Desa Belaban, Kecamatan Marau kembali menggelar tradisi adat Gawik Kacik ke-3, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan budaya Gawik Kacik yang menjadi identitas masyarakat adat Dayak ini berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias tinggi dari tokoh adat maupun warga setempat.

Acara Gawik Kacik ke-3 ini dihadiri Kepala Desa Belaban, Kornelius, Ketua DAD Kecamatan Marau yang juga Camat Marau, Supardi SPd SD MSos, dan perwakilan Polsek Marau Bripka Gusti Eddy.

Hadir pula Ketua Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), sejumlah ormas Dayak di Kecamatan Marau, serta Temanggung Adat dan Damung Adat se-Desa Belaban.

Baca juga:  Renungkan, Peristiwa Fenomenal Iduladha

Kehadiran para pemangku adat dan unsur pemerintahan menunjukkan kuatnya komitmen dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Berbagai permainan tradisional dan seni adat Dayak turut mewarnai rangkaian kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan itu adalah perlombaan Bepangkak Gansing,adu keterampilan memainkan gasing, perlombaan Tongkat Dayak, lomba kerajinan membuat bubu (alat tradisional penangkap ikan), penampilan musik tradisional Senggayung dan lomba Begendang.

Keemeriahan aneka perlombaan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda dan untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan leluhur.

Baca juga:  Ribut Nama Pelabuhan, Apa Arti Kijing?

Melalui penyelenggaraan Gawik Kacik ke-3, masyarakat Desa Belaban kembali menegaskan komitmennya untuk melestarikan tradisi turun-temurun.

Selain menjadi simbol identitas budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan, memperkuat nilai kearifan lokal, serta menghidupkan kembali pengetahuan adat bagi generasi penerus.

Kegiatan berjalan lancar dan menjadi momentum penting dalam mempertahankan tradisi. Pemerintah desa bersama tokoh adat berharap Gawik Kacik dapat terus berlanjut dan ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan yang semakin memperkaya kehidupan adat di Kecamatan Marau. [rls]

Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Suasana seminar pengusulan RM Margono Djojohadikoesoemo menjadi Pahlawan nasional.

Historia

SMSI Kalbar Usulkan RM Margono Djojohadikoesoemo Pahlawan Nasional
pontianak-times.co.id

Historia

10 Keunikan Estonia, Semua Serba Online
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah mengajak muslim bersatu bangun Masjid Nasional Perbatasan

Historia

Ajak Muslim Bersatu Bangun Masjid 1001 Kubah
Bupati Sambas H Satono meresmikan Rumah Joglo Berkemajuan.

Historia

Rumah Joglo Berkemajuan Diresmikan Satono
Pontianak - Komunitas Viking Kolot (Koviko), perkumpulan para pecinta klub sepakbola Persib di Kalimantan Barat, mendukung penuh Pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah di Kabupaten Sambas.

Historia

Koviko Dukung Masjid 1001 Kubah Sambas
Makan Saprahan

Historia

Makna Mendalam Budaya Makan Saprahan
Pelepasan Perahu Hias

Historia

Budaya Turun Sungai Berobat Kampung
pontianak-times.co.id

Historia

Ribuan Warga Pontianak Pawai Obor Ramadhan
error: Content is protected !!