Sambas – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Toni (65), warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Rabu (7/1/2026).
Korban dinyatakan hilang sejak (21/12/2025) dan dilakukan pencarian dari (1/1/2026) hingga memasuki hari ketujuh pada Rabu (7/1/2026), keberadaan korban masih belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa tim telah berupaya maksimal dengan menyisir radius hingga 2,5 kilometer dari lokasi dugaan hilangnya korban. Pencarian ini juga melibatkan teknologi udara untuk menjangkau area sulit.
“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan luas search area sampai dengan radius 2.5 KM dari lokasi kejadian dan melakukan pencarian dengan menggunakan drone thermal,” ujar I Made Junetra.
Namun, pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat. Selain hilangnya sinyal komunikasi di lokasi kejadian, kondisi area yang terendam banjir menjadi kendala utama yang menyulitkan mobilisasi tim gabungan.
Setelah melakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak keluarga serta unsur terkait, otoritas SAR memutuskan untuk menutup operasi pencarian sementara waktu.
“Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi operasi SAR telah memasuki hari ke-7 dan belum ditemukan tanda-tanda korban. Dengan hasil korban tidak ditemukan, maka jika ada tanda-tanda keberadaan korban di kemudian hari, operasi SAR akan dibuka kembali,” terang Junetra.
Pada pukul 17.00 WIB, SAR Mission Coordinator (SMC) secara resmi mengusulkan penutupan operasi. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kini telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
Meski operasi lapangan berakhir, pihak Basarnas memastikan akan tetap melakukan pemantauan dan siap merespons cepat jika ada laporan terbaru dari masyarakat terkait keberadaan korban.
Penulis: Jaynuddin | Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News


















