Home / Birokrasi

Kamis, 20 November 2025 - 11:12 WIB

Sambas Mewakili Kalbar Terbaik Cegah Stunting

Keputusan Menteri Dalam Negeri yang menyatakan keberhasilan 197 Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.

Keputusan Menteri Dalam Negeri yang menyatakan keberhasilan 197 Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.

Jakarta. Kabupaten Sambas mewakili Kalbar sebagai satu-satunya daerah yang sukses dalam mencegah dan menurunkan stunting.

Prestasi Kabupaten Sambas tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440.55/Kep/Bangda/2025. Keputusan tersebut ditandatangani Restuardy Daud, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri tertanggal 10 November 2025.

Dalam lampiran keputusan itu terdapat data seluruh provinsi se-Indonesia. Khusus Provinsi Kalimantan Barat, hanya Kabupaten Sambas yang masuk dalam daftar 197 pemerintah daerah Kabupaten/Kota.

Kabupaten Sambas terpilih memiliiki kinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Penilaian tersebut merupakan capaian pelaksaaan tahun 2024.

Bupati Sambas, H Satono mengucapkan terimakasih kepada berbagai elemen yang turut serta dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Sambas. “Semua ini tidak terlepas dari peran seluruh elemen,” ujar Satono yang dikonfirmasi usai mengikuti Pendidikan Lemhanas.

Baca juga:  Kemenkumham Sabet 2 BKN Award 2022

Demikian pula peran serta instansi teknis terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan.

Seperti diketahui, stunting adalah gagal tumbuh pada anak akibat kurangnya asupan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya. Kondisi ini terjadi karena kekurangan gizi dalam jangka panjang, baik saat anak masih dalam kandungan maupun setelah lahir, dan sering kali diperparah oleh infeksi berulang.

Baca juga:  Panja Komisi II DPR RI Datang, Wacana Provinsi Sambas Raya Mencuat

Dari tahun ke tahun, angka stunting di Kabupaten Sambas memang menunjukkan penurunan. Pada 2021 sebesar 32,6 persen dan 2022 menjadi 30,1 persen. “Bila dilihat dari potensi yang ada dan kerja sama semua pihak yang sudah baik, penurunan yang bisa dicapai bukan hanya 14 persen, tapi bisa menurunkan stunting menjadi 10 persen,” kata Satono.

Demikian pula pada 2023 dari 30,5% menjadi 14,43% per Juni 2024. Meskipun masih di atas target nasional 14%, namun penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program intervensi yang telah dilakukan.[rdo]

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Muslim, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mempawah

Birokrasi

HMI Desak Tunjangan Rumah DPRD Mempawah Rp12–13 Juta Dihapuskan
Kunjungan Kakanwil Kemenkumham

Birokrasi

Tito Andrianto Bertemu Danlantamal XII
Meutya Viada Hafid

Birokrasi

Komisi I Setuju Panglima TNI Tanpa Voting
pontianak-times.co.id

Birokrasi

Pria Wibawa Gantikan Fery di Kemenkumham
Bupati Sambas, H. Satono Safari Ramadan di Masjid Uswatun Hasanah Desa Serindang, Kecamatan Tebas, Selasa (3/3/2026).

Birokrasi

Safari Ramadan Bupati Satono Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan
Rapat DPC Partai Hanura Kota Singkawang menyikapi pernyataan Walikota Tjhai Chui Mie, Sabtu (2/10/2021)

Birokrasi

Sebut Banci, Walikota Singkawang Segera Disomasi
pontianak-times.co.id

Birokrasi

4 Pesan Yasonna Lantik 119 Pimti Pratama
Jaksa Agung RI, ST Burhanudin dan surat penunjukkan Plt Waja dan Plt JAM Bin

Birokrasi

Jaksa Agung RI Tunjuk Plt Waja dan Plt JAM Bin
error: Content is protected !!