Home / Edukasi

Selasa, 15 Oktober 2024 - 08:32 WIB

Perempuan Muda Penjaga Tradisi Pengelolaan Alam

Focus Group Discussion (FGD) yang terselenggara berkat kolaborasi antara Gemawan dan Institut Dayakologi.

Focus Group Discussion (FGD) yang terselenggara berkat kolaborasi antara Gemawan dan Institut Dayakologi.

Mempawah. Perempuan muda memiliki potensi sebagai penjaga tradisi pengelolaan alam yang berkelanjutan Mereka akan menjadi rantai generasi dari pendahulu sebelumnya.

Demikian terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang terselenggara berkat kolaborasi antara Gemawan dan Institut Dayakologi, selama tiga hari yang berakhir, Jumat (11/10/2024) di Aula Kantor Desa Suak Barangan, Bumbun, dan Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah.

FGD atau diskusi terfokus menghadirkan setiap elemen masyarakat seperti pemuka agama, tokoh adat, pemerintahan desa, karang taruna, kelompok tani, dan kelompok perempuan muda serta unsur lainnya memasuki babak berikutnya.

Duyung, aktvis Institut Dayakologi menerangkan bahwa perempuan muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Baca juga:  Lemdiklat Polri, Kunci Utama Cetak SDM Unggul

Menurutnya, perempuan muda sering kali menjadi penjaga pengetahuan tradisional tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sekaligus terbuka terhadap inovasi dan teknologi baru yang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Selain itu, perempuan muda juga berpotensi menjadi pemimpin dalam gerakan lingkungan di tingkat akar rumput. Mereka dapat mengorganisir komunitas untuk melakukan aksi-aksi pro-lingkungan,” ujar Duyung.

Oleh karena itu, kata Duyung, perlu menggali perspektif stakeholder desa tentang peran perempuan muda dalam mitigasi perubahan iklim yang nantinya sekaligus menganalisis kendala dan tantangan, yang dihadapi dalam upaya pemberdayaan perempuan muda terkait isu perubahan iklim.

Baca juga:  Petani Kalbar Perkuat Bisnis Komoditas Kelapa

Sementara itu Pegiat Gemawan, Ageng mengatakan perempuan muda merupakan bagian yang fundamental dari sendi peradaban. Dalam konteks pengelolaan hutan dan lahan perempuan muda nantinya akan menggantikan peran pendahulunya dalam melestarikan hutan.

Oleh karena itu, kata Ageng, melalui diskusi terfokus ini menjadi ruang dari multipersepktif untuk melihat bagaimana cara pandang terhadap perempuan dalam hal pengelolaan sumber daya alam.

“Misi ini harus mulai intens digalakan, artinya mesti ada penerus dan pelestari baru untuk menjaga sesuai dengan nilai-nilai luhur yang sudah diajarkan sejak dahulu,” ujarnya.(iz)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Portal resmi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD).

Edukasi

Skandal Riset Kopenhagen Pertaruhan Nama Indonesia di Panggung Dunia
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Bupati Sambas H Satono.

Edukasi

Bupati Sambas Bertemu Mensos Urus Sekolah Rakyat
pontianak-times.co.id

Edukasi

Subhan Noviar Kandidat Kuat KAHMI Kalbar
Ketua MUI Kabupaten Sambas H Sumar'in memimpin salat ghaib dan doa bersama jajaran Polres Sambas.

Edukasi

Ikhtiar Spiritual Jaga Kondusivitas Negeri
Pertemuan pihak PT Socare Group dengan pihak Universitas Tanjungpuura membahasa akses magang internasional bagi mahasiswa.

Edukasi

Socare Group Jajaki Kerja Sama Magang Taiwan dengan Untan
Anggota Forum Anak Daerah Kabupaten Sambas (FADAS) berpose bersama usai diskusi dan tatap muka.

Edukasi

Diskusi FADAS Cegah Kekerasan Seksual Anak
Satono menghadiri Maulid Nabi di Selakau

Edukasi

Satono Ajak Teladani Akhlak Rosulullah
Gedung SUPM Pontianak

Edukasi

Ribuan Alumni Segera Segel SUPM Pontianak
error: Content is protected !!