Home / Edukasi

Senin, 8 Juli 2024 - 21:00 WIB

MPA Dua Desa Berlatih Penanganan Karhutla

MPA dari dua desa di Kabuaten Mempawah berlatih penanganan Karhutla.

MPA dari dua desa di Kabuaten Mempawah berlatih penanganan Karhutla.

Mempawah. MPA (Masyarakat Peduli Api) dari dua desa, Antibar dan Sejegi Kecamatan Mempawah Timur berlatih penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pelatihan selama tiga hari mulai 2-4 Juli 2024 di Desa Antibar itu bertujuan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan keahlian masyarakat dalam pencegahan, penanganan, serta pemulihan pasca kebakaran.

Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif multi-segmen dan melibatkan peran serta seperti BPBD Kabupaten Mempawah, UPT KPH Wilayah Mempawah, dan Manggala Agni sebagai narasumber.

Masyarakat diharapkan mampu menggalang kerjasama antar lembaga, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hutan.

“Masyarakat, termasuk perempuan harus menjadi aktor perubahan yang turut bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di masa yang akan datang,” ujar Ucup, sapaan Lani Ardiansyah, Koordinator Gemawan wilayah Mempawah.

Marsudi, Ketua MPA Desa Antibar menjelaskan para peserta yang telah mendapatkan materi pelatihan, kemudian praktek lapangan. Praktek itu diantaranya berlatih memadamkan api dengan baik, sesuai prosedur.

Baca juga:  Gemawan Salurkan Beasiswa Pendidikan

“Pengalaman ketika kita sedang berhadapan dengan api, tentu berbeda. Ketika kita menghadapi kebakaran, maka lahan yang kebakaran itu tidak mungkin sama,” kata Marsudi.

Eka Julianti salah seorang perempuan anggota MPA dari Desa Sejegi mengaku mendapatkan masukkan-masukkan dan perlu mendapatkan ilmu yang lebih paten lagi supaya jika terjadi bencana, sudah siap berpartisipasi. “Kemudian pencegahannya juga kami harapkan lebih sedini mungkin,” kata Eka Julianti.

Kemarau

Sementara itu, Dewan pendiri Gemawan, Hermawansyah yang turut hadir membersamai dalam kegiatan tersebut, menyampaikan agar mempersiapkan musim kemarau yang diprediksi BMKG Agustus atau September 2024.

Gemawan bersama MPA, sekaligus mengajak keterlibatan para pihak di Kabupaten Mempawah agar di setiap desa-desa yang mengikuti pelatihan ini memiliki langkah-langkah antisipasi. “Ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan mereka sudah punya skill dan keterampilan,” terang Wawan sapaan akrabnya.

Baca juga:  Dai Ujung Tombak Ketahanan Pangan Perbatasan

Wawan beraharap kabakaran lahan di Kabupaten Mempawah dapat ditekan, hingga sampai pada posisi zero burning atau bisa dikatakan Kabupaten Mempawah bebas dari Kebakaran lahan pada saatnya nanti.

Wawan yang juga alumni SMA Negeri 1 Mempawah ini memberitahukan saat ini Gemawan sedang menyusun model keterlibatan para pihak khususnya dalam konteks MPA sebagai garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran lahan.

“Model itu bila kita uji, bisa menjadi sebuah model yang kita coba replikasi ke tempat-tempat yang lain. Oleh karena itu, kita akan rumuskan kerangka kerja dan penguatan kapasitas dalam bentuk modul ataupun panduan,” pungkas Wawan.(iz/rls)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Norsan berfoto bersama siswa Sekolah Rakyat usai berdialog.

Edukasi

Gubernur Ria Norsan Tinjau Sekolah Rakyat Rintisan Jalan BLKI
Anggota Forum Anak Daerah Kabupaten Sambas (FADAS) berpose bersama usai diskusi dan tatap muka.

Edukasi

Diskusi FADAS Cegah Kekerasan Seksual Anak
Prajurit TNI mengajar anak-anak perbatasan Kalbar-Malaysia

Edukasi

Prajurit TNI Perbatasan Jadi Tenaga Pengajar Tambahan
Dosen Poltesa memberikan materi pelatihan pengolahan Jeruk Siam menjadi produk olahan, Selasa (5/8/2025) di Desa Gapura, Kecamatan Sambas.

Edukasi

Tim Poltesa Latih Masyarakat Olah Jeruk Siam
Pelatihan Masyarakat Peduli Api

Edukasi

Setelah Latih MPA 9 Desa, Gemawan Siapkan Ini
pontianak-times.co.id

Edukasi

Gemawan Diskusi BUMI Bersama Hildi Hamid
MPTB 4

Edukasi

MPTB 4 Spektakuler untuk Indonesia
Ketua Dewan Pers

Edukasi

Dewan Pers Lindungi Jurnalistik Berkualitas
error: Content is protected !!