Mempawah. Video pelajar SMP menyeberangi sungai dengan berjalan di atas jembatan tali di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, viral di media sosial, Kamis (4/9/2025).
Rekaman itu memperlihatkan siswa kesulitan melintasi sungai yang memisahkan Desa Peniti Besar dan Desa Peniti Dalam II demi berangkat ke sekolah.
Banyak yang menuding pemerintah daerah abai terhadap keselamatan pelajar. Namun, kenyataanya tidak demikian.
“Aksi siswa meniti tali bukan karena ketiadaan sarana penyeberangan, melainkan akibat ulah salah seorang siswa yang mengikat pelampung penyeberangan di seberang sungai,” kata Kasdik, Kepala Desa Peniti Besar.
Kasdik menjelaskan, pelampung sebenarnya sudah ada dan digunakan setiap hari. Hanya saja waktu itu ada siswa yang iseng mengikatnya, sehingga tidak bisa dipakai. “Satu orang siswa kemudian nekat meniti tali untuk melepas ikatan tersebut,” jelas Kasdik.
Setelah pelampung dilepas, para siswa kembali menyeberangi sungai menggunakan fasilitas tersebut sebagaimana biasanya.
Kasdik juga membantah anggapan warganet bahwa pemerintah desa tidak peduli. Menurutnya, sejak dua jembatan penghubung roboh pada November tahun lalu, pihak desa segera menyediakan pelampung agar warga dan pelajar tetap bisa menyeberang dengan aman.
“Kalau ada anggapan kami tidak peduli itu tidak benar. Fasilitas sudah kami sediakan, dan kejadian dalam video murni ulah iseng salah satu siswa,” tegasnya.
Pemerintah desa berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang menyesatkan, serta menilai situasi secara lebih objektif.[rf]
Update Berita, ikuti Google News


















