Mempawah – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah menggelar dakwah ekologis, Kamis (15/1/2026).
Sinergi ini untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang asri. Kegiatan bertajuk Hijaukan Kampus, Dakwah Ekologis Merawat Bumi ini bertujuan memperkuat peran kampus sebagai pusat lahirnya agen perubahan dan pelopor gerakan peduli lingkungan di Kalimantan Barat.
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, menegaskan bahwa konsep “Kampus Hijau” bukan sekadar simbol warna jas almamater atau estetika gedung semata. Menurutnya, esensi utama dari program ini adalah membangun kesadaran kolektif di kalangan civitas akademika.
“Kami punya harapan besar agar STAIM menjadi kampus hijau yang nyata. Kesadaran dan kepedulian lingkungan harus terbangun di seluruh lapisan kampus,” ujar Susanto.
Ia menambahkan, di tengah krisis iklim global saat ini, diskusi teoritis tidak lagi cukup. Perlu ada langkah konkret untuk memitigasi bencana alam yang kian sering terjadi.
“Kampus harus menjadi pelopor, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, efisiensi energi, hingga edukasi ekologi yang berbasis pada nilai moral dan keilmuan,” imbuhnya.
Dakwah Kelestarian Alam
Inisiatif ini juga dipandang sebagai bagian dari dakwah ekologis. Dalam pandangan LDII, menjaga kelestarian bumi adalah tanggung jawab manusia sebagai khalifah, yang sekaligus menjadi wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Yayasan Asmaul Husna, Ratnaningsih, M.Pd. Didampingi Ketua STAIM, Dr. Ismail, M.Pd.I, ia menyambut hangat kolaborasi yang diinisiasi oleh LDII Kalbar tersebut.
“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga manapun demi kemajuan kampus. Terima kasih kepada LDII yang telah ikut memikirkan dan berkontribusi langsung untuk kampus ini,” ungkap sosok yang akrab disapa Bunda tersebut.
Aksi Nyata
Sebagai bentuk implementasi, kegiatan ini diisi dengan penanaman berbagai jenis bibit pohon di area kampus, di antaranya: Pohon Peneduh/Hias: Tabebuya dan Palem Putri dan Pohon Buah: Lengkeng, Alpukat, dan Jambu.
Ratnaningsih juga mengajak para mahasiswa dan dosen untuk bertanggung jawab merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Ia bahkan mengusulkan adanya sistem penilaian dan reward bagi jurusan yang paling baik dalam merawat tanamannya.
“Kami berharap kolaborasi ini berkelanjutan dan cakupannya bisa diperluas di masa depan. Kebersamaan ini diharapkan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Selain jajaran civitas akademika STAIM Mempawah, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Polsek Mempawah Hilir.
Editor: Kisra Ramadani I Update Berita, ikuti Google News


















