Home / Edukasi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:45 WIB

Sumpah Pemuda di Tengah Sampah Kekuasaan dan Luka Rakyat

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Cabang Mempawah, Muslim.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Cabang Mempawah, Muslim.

Mempawah – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Cabang Mempawah, Muslim, menyampaikan refleksi kritis dalam momentum Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).

Refleksi dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025) ini bertajuk “Di Tengah Tumpukan Sampah dan Luka Sosial”. Kritik ini juga erhadap kondisi sosial dan kepemimpinan di Kabupaten Mempawah.

Muslim menilai berbagai persoalan yang terjadi di Mempawah mencerminkan lemahnya tanggung jawab moral dan politik di daerah.

Ia mengajak masyarakat untuk memahami makna “sampah” tidak hanya sebagai tumpukan plastik, tetapi juga sebagai simbol dari sampah moral, kebijakan, dan ketidakpedulian di kursi kekuasaan.

“Mempawah hari ini bukan hanya kotor oleh sampah, tapi juga terluka oleh ketimpangan. Pajak naik, tapi rakyat tak merasakan pembangunan. Jalan rusak, TPA membusuk tanpa solusi, dan pendidikan makin terpuruk,” ujarnya.

Baca juga:  Aliansi Mahasiswa Ketapang Tolak BBM Naik

Muslim juga menyinggung lemahnya kehadiran kepemimpinan daerah. Ia menilai, jarangnya pejabat berada di tengah masyarakat menunjukkan kurangnya komitmen dalam melayani rakyat.

“Rumah dinas bupati yang seharusnya menjadi simbol tanggung jawab dan pelayanan, kini hanya menjadi saksi bisu, kosong, dan menyeramkan,” katanya.

Selain itu, ia mengkritik ironi meningkatnya tunjangan rumah dinas DPRD di tengah kondisi ekonomi rakyat yang makin sulit akibat kenaikan harga bahan pokok.

“Mempawah tidak kekurangan sumber daya, tapi kekurangan jiwa yang tulus memimpin. Tidak kekurangan uang, tapi kekurangan kejujuran dan keberpihakan,” tegasnya.

Baca juga:  Merah Putih Tapal Batas IV Siap Digelar

Muslim menegaskan, HMI tidak akan berdiam diri terhadap ketimpangan sosial yang terjadi. Diam di tengah ketidakadilan, katanya, adalah bentuk kejahatan halus yang menggerogoti nurani bangsa.

“Kami tidak butuh pejabat yang pandai berpidato, tapi pemimpin yang hadir di jalan-jalan berlubang dan sekolah-sekolah reyot. Pemuda Islam tidak akan diam, karena diam berarti mati,” pungkasnya.

Refleksi keras dari Ketua HMI Mempawah ini menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan hanya seremoni tahunan, tetapi panggilan untuk berani bersuara demi keadilan dan kemanusiaan di Bumi Mempawah.

Penulis: Rizky Firnanda I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Akikah Faiz Akhtar

Edukasi

Ini Makna Utama Akikah untuk Anak
Satono bersama siswa SD dan SMP Islam Terpadu (IT) Sulthoniyah Sambas, Selasa (20/5/2025) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

Edukasi

Kembalikan Kejayaan Pendidikan Islam di Sambas
Hoegeng Award 2022

Edukasi

Jejak Polisi Penerima Hoegeng Awards 2022
Hari Tanpa Bra Sedunia

Edukasi

13 Oktober Hari Tanpa Bra Sedunia
Penyu

Edukasi

Edukasi Penyu Paloh Bagi Para Pelajar
Nasarudin Umar bersama rombongan amirulhaj Indonesia yag bertolak ke Arab Saudi.

Edukasi

Amirulhaj Bertolak ke Arab Saudi Pastikan Layanan Haji Terbaik
Kru Digitalic

Edukasi

Digitalic, Teknik Jitu Strategi Digital
Awal Ramadhan 2023

Edukasi

Awal Ramadhan, Kamis 23 Maret 2023
error: Content is protected !!