Home / Peristiwa

Selasa, 29 Juli 2025 - 12:25 WIB

Minta Tindak Tegas, Pendeta di Mempawah Terluka

Suryanto mendapat perawatan medis di RSUD Mempawah, Senin (28/7/2025) sore.  Foto: Rizki Firnanda

Suryanto mendapat perawatan medis di RSUD Mempawah, Senin (28/7/2025) sore. Foto: Rizki Firnanda

Mempawah. Seorang pendeta, Suryanto mengalami luka serius di bagian mulut akibat tersangkut benang layangan, Senin (28/7/2025) sore di Jalan Raya Anjungan-Toho.

Peristiwa nahas itu terjadi saat Suyanto hendak pulang selepas bekerja di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah. Suyanto pulang menggunakan sepeda motor.

Tiba-tba saja sekitar pukul 17.00 WIB, bagian mulut Suyanto tersangkut benang layangan. Lokasinya tepat saat sepeda motor Suyanto melitas di kawasan Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

“Saat saya lanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada benang layangan melilit ke bagian mulut. Saya kaget dan langsung berhenti,” ungkap Suryanto.

Sbelum kejadian, Suyanto sempat menghentikan kendaraannya karena ada motor lain di depan. Ketika kembali melaju perlahan, tanpa disadari wajahnya langsung tersangkut benang tajam yang melintang di jalan.

Baca juga:  Pekerja Migran Ilegal Diamankan di Jagoi Babang

“Saya rasa itu bukan benang putus. Kalau memang putus, pasti tidak sekuat itu menjerat,” ujarnya menduga benang tersebut masih digunakan oleh pemain layangan di sekitar lokasi.

Setelah insiden itu, Suryanto berbalik arah dan menemukan tiga orang remaja sedang bermain layangan tak jauh dari titik kejadian. Ia mencoba meminta klarifikasi, namun mereka membantah bahwa benang tersebut milik mereka.

Dengan kondisi luka robek cukup dalam di bagian bibir, Suryanto langsung mencari pertolongan medis. Ia sempat mendapat penanganan awal di praktik dokter terdekat, kemudian dirujuk ke Puskesmas Sungai Pinyuh sebelum akhirnya dirawat intensif di RSUD Rubini.

Sayangnya, rencana operasi harus ditunda karena kadar gula darahnya yang meningkat. “Saya bersyukur masih selamat. Luka di bibir ini cukup dalam. Andai benangnya mengenai leher, mungkin saya tidak akan selamat,” ucapnya.

Baca juga:  Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia
Perlengkapan

Suryanto mengaku telah menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan jaket saat berkendara. Namun, ia tidak mengenakan masker yang kemungkinan bisa menjadi pelindung tambahan dari benang tajam tersebut.

Ia pun berharap pemerintah daerah dan aparat berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas bermain layangan yang dilakukan sembarangan di pinggir jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

“Ini bukan soal mainan lagi. Sudah ada korban. Saya minta pelaku bertanggung jawab dan pemerintah bertindak tegas,” pungkasnya.(rf)

Update Berita, ikuti Google News 

Share :

Baca Juga

Serah terima jabatan dalam sebuah upacara farawell parade di halaman Mapolres Sambas.

Peristiwa

Tugas Kapolres Sambas Sugiyatmo Berakhir
DPP PASS

Peristiwa

Empati PASS untuk Konflik Rempang dan Galang
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban motor air tenggelam di Muara Jungkat Mempawah.

Peristiwa

Korban Motor Air Tenggelam Ditemukan Meninggal
HUT TNI 77

Peristiwa

Tentara Indonesia Tak Pernah Berubah
Titik pusat gempa di Kabupaten Mempawah, Rabu (17/12/2025) malam, sekitar pukul 20.07 WIB.

Peristiwa

Gempa Tektonik Guncang Kabupaten Mempawah
Polisi menghalau aksi balap liar i Jalan Komplek Patoka, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Peristiwa

Polisi Halau Aksi Balap Liar di Sungai Pinyuh
Ika Yusanti KAdiv Pemasyarakatan

Peristiwa

Pasca Banjir, Ika Tinjau Lapas Singkawang
Tim SAR Gabungan

Peristiwa

Jenazah Pemancing Sungai Kapuas Ditemukan
error: Content is protected !!