Home / Sport

Rabu, 7 Juli 2021 - 21:59 WIB

Mancini Merendah dan Puji Spanyol

Selebrasi timnas Italia setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB. foto: uefa.com

Selebrasi timnas Italia setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB. foto: uefa.com

Tim Nasional Italia berhak melaju ke final Euro 2020 seusai memenangkan pertandingan melawan Spanyol pada semifinal di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB. Italia sangat progresif, menyerang ke lini pertahanan spanyol.

Mulai babak pertama, Italia melancarkan bola-bola panas, namun dapat dihalau Unai Simon, kiper Spanyol sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut saja. Tetapi di menit selanjutnya hingga babak pertama usai, permainan dikuasai sepenuhnya oleh Spanyol. Tercatat Spanyol unggul penguasaan bola sebesar 68 persen.

Strategi Mancini, pelatih Italia menempatkan sepenuhnya permainan di areal pertahanan sendiri, sehingga Gianluigi Donnarumma, sang kiper Italia berkali-kali harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gelombang skema serangan Spanyol.

Ketika babak kedua dimulai, tidak jauh berbeda dengan babak sebelumnya. Spanyol kembali melakukan serangan-serangan berbahaya, namun selalu kandas dan tidak beruntung. Tercatat peluang emas Spanyol lebih dari 3 kali “shoot on target” ke gawang Italia.

Namun Italia mampu unggul lebih dulu lewat aksi Federico Chiesa pada menit ke-60. Gol berawal dari serangan balasan Italia. Kemudian terjadi sebuah kesalahan di lini belakang Spanyol yang gagal membuang bola dan dirampas dengan tackling oleh pemain Itali, Aymeric Laporte. Justru jatuh di kaki Federico Chiesa. Kemudian bola dikuasainya menuju  gawang yang dikawal Unai Simon. Dan gol pun tercipta oleh tendangan keras kaki kanan sang putra “Enrico Chiesa” mantan pemain top Italia di jamannya.

Setelah itu, Spanyol semakin gencar menyerang. Akhirnya Spanyol mampu menyamakan kedudukan berkat gol Alvaro Morata pada menit ke-80. Dari upaya Alvaro Morata membongkar pertahanan Timnas Italia, lalu bola di over pada Olmo di sisi kiri. Dengan cepat Morata memasuki kotak penalti dan Olmo kembali mengumpan bola kepada Morata. Selanjutnya, dengan cepat kaki kiri Alvaro Morata melepaskan tembakan di sudut kanan gawang lawan. Akibatnya, bola masuk tanpa mampu ditepis Donnarumma.

Pertandingan babak kedua berakhir dengan penguasaan bola tetap oleh Spanyol. Dilanjutkan pada dua babak extra time, tim yang mengalahkan Swiss di pertandingan sebelumnya ini, masih belum mampu menjebol gawang Italia. Akhirnya yang dinanti tim Italia pun tiba, babak penentuan harus diakhiri melalui adu pinalti.

Dari lima algojo tim Italia, hanya satu yang gagal yakni Manuel Locatelli. Sisanya Andrea Bellotti, Leonardo Bonucci, Federico Bernardeschi, dan Jorginho, berhasil melakukan tugasnya dengan sempurna.

Sementara itu, dua eksekutor tim Spanyol gagal menjebol gawang Donnarumma. Pertama diambil Dani Olmo melebar ke atas mistar gawang. Kemudian Alvaro Morata yang sebelumnya dielu-elukan supporter Spanyol karena berhasil menyamakan gol imbang, juga dapat ditahan oleh Donnarumma. Hanya dua buah tendangan tim “matador” Spanyol yang dieksekusi yaitu oleh Gerrard Moreno dan Thiago Alcantara.

Akhirnya Tim berjuluk “Gli Azzurri” Italia ini lolos ke Final Piala Eropa untuk keempat kalinya sepanjang sejarah. Dalam pertandingan ini kiper italia layak juga disebut pahlawan. Namun, menurut Pengamat UEFA Aitor Karanka, penampilan Federico Chiesa sangat baik dalam sebuah tim, dia layak menjadi “man of the match” dalam pertandingan Italia melawan Spanyol.

Mancini dalam jumpa pers, menyambut kemenangan tim asuhannya dengan rendah hati, dan menyebutkan bahwa tim Spanyol adalah tim yang luar biasa, pinalti hanya keberuntungan. Mereka (Spanyol) mengetahui itu. “Pertandingan ini tidak mudah bagi kami, dan Spanyol terkejut bahwa kami bermain memutuskan tanpa seorang striker pun. Semua ingin menang, namun dalam pertandingan ini Spanyol telah melakukan sesuatu yang istimewa dalam upaya mengalahkan kami,” ujar Mancini.

Berikut ini susunan pemain Timnas Italia dan Timnas Spanyol

  • Pelatih: Roberto Mancini. Italia (4-3-3): 21-Gianluigi Donnarumma; 2-Giovanni Di Lorenzo, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 13-Emerson Palmieri (25-Rafael Toloi 74′); 18-Nicolo Barella (5-Manuel Locatelli 85′), 8-Jorginho, 6-Marco Verrati (12-Matteo Pessina 74′); 14-Federico Chiesa (20-Federico Bernardeschi 107′), 17-Ciro Immobile (11-Domenico Berardi 62′), 10-Lorenzo Insigne (9-Andrea Belloti 85′)
  • Pelatih: Luis Enrique. Spanyol (4-3-3): 23-Unai Simon; 2-Cesar Azpilicueta (6-Marcos Llorente 85′), 12-Eric Garcia, 24-Aymeric Laporte, 18-Jordi Alba; 8-Koke (16-Rodri 70′), 5-Sergio Busquets (10-Thiago Alcantara 105′), 26-Pedri; 11-Ferran Torres (7-Alvaro Morata 62′), 21-Mikel Oyarzabal (9-Gerard Moreno 70′), 19-Dani Olmo

Penulis: Richard PS

Share :

Baca Juga

Atlet Pelti Kabupaten Sambas

Sport

Sambas Juara Umum Tenis Porprov XIII
Cici Juliani atlet tenis meja NPCI Kalbar

Sport

Indonesia Pimpin Klasemen Asean Paragames XI
Tim Esport Rutan Putussibau

Sport

Tim E-sport Kemenkumham Kalbar Juara 3
Perbakin Kalbar Cup 2023

Sport

Jago Tembak, Pria Ini Sisihkan 350 Peserta
Mustaat Saman

Sport

Norsan Protes Baliho, Ini Penjelasan NPCI Kalbar
Gol mengejutkan Kane ke gawang Ukraina pada laga Perempat Final EURO 2020, Minggu (4/7/2021) di Stadion Olimpico. Foto: uefa.com

Sport

Sukses Bantai Ukraina, Ditunggu Denmark
Atlet POSSI Kabupaten Ketapang

Sport

Atlet Selam Ketapang Raih Juara II Porprov
Kejuaraan Bulutangkis PB Sultan Cup Open 2023

Sport

Duo Elite Masuk Babak Final PB Sultan Cup
error: Content is protected !!