Bogor. Lima arahan penting disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional ) 2026 di SICC, Bogor Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Lima poin arahan strategis itu adalah, soal kepemimpinan, program prioritas, swasembada pangan, kewaspadaan global dan stabilitas nasional, serta optimisme pada bangsa sendiri.
Dalam Rakornas yang dihadiri seluruh kepala daerah, Forkopimda dan instansi ini, Prabowo menekankan bahwa posisi sebagai pemimpin—baik di tingkat pusat maupun daerah—adalah amanat untuk melayani rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Dalam hal program prioritas, fokus utama pemerintah di tahun 2026 adalah percepatan program kerakyatan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Progam itu untuk menghapus kemiskinan.
“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” kata Prabowo.
Prabowo juga menjelaskan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang yang krusial. Sektor lainnya adalah penguatan pendidikan, kesehatan (termasuk pemberantasan TBC), serta pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Gerakan ASRI
Prabowo juga menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Selain itu, penggunaan atap dari genteng.
Gerakan ASRI bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun 2026.
Poin krusial berikutnya terkait pangan dan energi sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Swasembada pangan adalah syarat mutlak agar rakyat hidup layak dan negara tidak bergantung pada impor. Dalam hal energi nasional, Prabowo menekankan perlunya menjaga ketahanan energi, termasuk menginstruksikan penghentian ekspor minyak jelantah agar diprioritaskan sebagai bahan baku energi dalam negeri.
Di tengah gejolak geopolitik, Prabowo mengingatkan agar Indonesia tetap waspada namun tetap pada prinsip diplomasi. Hal itu dilaksanakan melalui penerapan politik bebas aktif yang memegang teguh sikap non-blok.
Prabowo sempat menyinggung fenomena “orang pintar” di Indonesia yang sering kali lebih mempercayai riset atau pendapat asing dibandingkan potensi bangsanya sendiri. Ia mengajak seluruh rakyatuntuk lebih percaya diri dalam mengelola sumber daya alam dan menjalankan program mandiri.(rdo)
Update Berita, ikuti Google News


















