Home / Birokrasi

Kamis, 30 September 2021 - 16:19 WIB

Kritik Dibalas Walikota Sebut Hanura Banci

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie

Singkawang. Kritik Fraksi Hanura DPRD Kota Singkawang dalam rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap 3 Raperda, membuat berang walikota Singkawang, Thjai Chui Mie, Kamis (30/9/2021) di Gedung DPRD Kota Singkawang.

“Pandangan akhir fraksi Hanura seakan-akan menggantung, tidak menyatakan menerima atau menolak. Seharusnya tegas, jangan membuat keputusan seperti banci,” kata Tjhai Chui Mie saat menyampaikan jawaban atas pandangan akhir fraksi terkait 3 Raperda antaralain Raperda tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Program Studi Diluar Kampus Utama Politeknik Negeri Pontianak di Singkawang, Raperda Penyelenggaraan Jalan dan Raperda Perubahan APBD Tahun 2021.

Pernyataan walikota dalam rapat paripurna yang dihadiri 23 orang dari 30 Anggota Dewan yang hadir itu diluar pernyataan yang tertera dalam sambutan tertulis yang dibacakan. Sikap walikota ini dipicu oleh Pandangan Akhir Fraksi Hanura yang dibacakan Herry Kin yang memberikan catatan penting terhadap peminjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca juga:  Kejari Singkawang Bidik Dugaan Korupsi Hibah Polnep

Jumlah dana PEN tersebut sangat besar lantaran tahun sebelumnya sudah melakukan peminjaman sebesar Rp 200 Miliar tanpa mekanisme persetujuan DPRD. Ditambah lagi pinjaman ke Bank Kalbar Rp 38,9 Miliar. Bahkan, direncanakan walikota akan melakukan peminjaman lagi di tahun 2022 sebesar Rp 50 Miliar yang prosesnya harus ditetapkan tahun ini.

“Pinjaman dana PEN itu sudah sering mendapat tanggapan dari masyarakat dan pegiat media sosial di Singkawang mengenai peruntukkannya yang seharusnya untuk memulihkan ekonomi nasional dan daerah. Ini uang besar yang harus ditanggung pengembaliannya selama 8 tahun melalui APBD,” kata Herry Kin, Anggota Fraksi Hanura.

Baca juga:  Kumham Kalbar Tingkatkan Reformasi Birokrasi

Herry Kin yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang ini menambahkan, dana PEN tersebut menjadi beban yang harus dipikul oleh Pemkot Singkawang ke depan. “Jika pandangan akhir fraksi kami itu dicermati dan dipahami betul-betul, sesungguhnya fraksi hanura menerima ketiga Raperda tersebut, namun kami memberikan beberapa catatan penting untuk mengakomodir suara masyarakat,” terang Herry Kin.

Ia menyayangkan sikap Walikota yang menyebut Fraksi Hanura seperti banci. “Ini sungguh tidak beretika. Seharusnya sebagai kepala daerah memberikan apresiasi kepada seluruh fraksi dalam sidang paripurna tersebut. Sebab, apapun pendapat fraksi itu merupakan hak yang dijamin konstitusi,” tegas Herry Kin. (as)

Share :

Baca Juga

Kajati Kalbar Emilwan Ridwan melantik Kolonel Cpm. Agus Subur Mudjiono sebagai Aspidmil.

Birokrasi

Kajati Kalbar Lantik Aspidmil Baru, Perkuat Sinergi TNI
Pembahasan awal ini dilakukan dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ir H Fery Madagaskar MSi.

Birokrasi

RPJMD Sambas Mulai Dibahas, Selaraskan Visi Misi Satono Hero
Kepala BPK RI Perwakilan Kalbar Dr Sri Haryati SE MM CSFA

Birokrasi

Yang Lain WTP, Hanya Melawi Kantongi Catatan Khusus BPK RI
DPC GMNI Ketapang

Birokrasi

GMNI Ketapang Tolak Wacana Kades 9 Tahun
Pengamat Politik Dr Jumadi MSi

Birokrasi

Mekanisme Pj Kepala Daerah Transaksional
Peserta SKKT PPPK Sambas

Birokrasi

139 Peserta Tes P3K Kemenag Ikut Seleksi Tambahan
Bupati Sambas H Satono SSosI MH menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sambas terkait pemberhentian, pemberian pensiun kepada 222 PNS di lingkungan Pemkab Sambas, Kamis (26/6/2025)

Birokrasi

Kontribusi Pensiunan PNS Masih Diperlukan
Komposisi dan Eksisting Provinsi Kalbar

Birokrasi

Kapuas Raya Tunggu Pemerintah Pusat
error: Content is protected !!