Pontianak – Hingga akhir Februari 2026, Bank Kalbar meraih laba Rp98,71 Miliar. Ini membuktikan pertumbuhan kinerja positif di berbagai lini fundamental.
Meski di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Namun bank pembangunan daerah ini, berhasil menunjukkan resiliensi yang kuat.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengungkapkan perseroan tetap mampu tumbuh secara sehat meskipun berada di bawah tekanan ekonomi domestik maupun internasional.
“Pertumbuhan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan Bank Kalbar dalam menjaga kinerja yang sehat di tengah tantangan,” ujar Rokidi dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan data per 28 Februari 2026, aset Bank Kalbar tercatat mencapai Rp26,23 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 2,46 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,60 triliun.
Peningkatan kepercayaan masyarakat juga terlihat dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp19,93 triliun, tumbuh signifikan 5,51 persen (yoy).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Kalbar mencapai Rp17,86 triliun atau naik 7,14 persen (yoy). Capaian ini menegaskan peran aktif bank dalam membiayai sektor riil dan menggerakkan roda ekonomi di wilayah Kalimantan Barat.
Lonjakan performa paling impresif terlihat pada sisi profitabilitas. Bank Kalbar berhasil membukukan laba sebesar Rp98,71 miliar per Februari 2026, melonjak 14,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rokidi menegaskan bahwa efektivitas strategi bisnis dan penguatan tata kelola menjadi kunci di balik capaian ini. Ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang tahun.
“Kami berkomitmen terus memperkuat intermediasi, inovasi layanan berbasis kebutuhan nasabah, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.[biz]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News



















