Home / Ekonomi

Kamis, 25 Mei 2023 - 21:34 WIB

Kratom Ditolak, Perusda AU Beri Solusi

Aktivitas pengujian kratom di Sentarum Laboratorium milik Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha.

Aktivitas pengujian kratom di Sentarum Laboratorium milik Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha.

Pontianak. Baru-baru ini puluhan kontainer ekspor kratom ke Amerika ditolak dan dikembalikan akibat rendahnya mutu dan kualitas. Perusda Aneka Usaha (AU) siap berkolaborasi memberi solusi.

Direktur Perusahan Daerah (Perusda) AU Kalimantan Barat, H Syariful Hamzah Nauli SIP menjelaskan kejadian tersebut sudah diprediksi sebelumnya. Makanya telah diantisipasi dengan didirikannya Laboratorium Uji Mutu Kratom atau Sentarum Laboratorium.

Sentarum Laboratorium telah diresmikan Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji SH MHum pada awal tahun ini bertepatan peringatan Ulang Tahun Pemprov Kalbar, 28 Januari 2023. “Hadirnya laboratorium itu untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir kejadian-kejadian seperti penolakan oleh pihak penerima atau pembeli kratom,” kata Syariful.

Menurutnya, penolakan atau pengembalian produk kratom karena alasan kualitas yang buruk dan tidak sesuai pesanan importir di negara tujuan, tidak boleh terjadi lagi. Kondisi itu sangat berpengaruh besar bagi seluruh pelaku usaha di tiap tingkatan, mulai dari petani, pekerja hingga pedagang besar maupun kecil.

Baca juga:  Tanaman Kratom Perlu Dukungan Regulasi

“Kerugian tidak hanya dialami eksportir tetapi rantai distribusi dan produksi dibawahnya juga ikut terdampak,” ujar Syariful.

Untuk itu, lanjut dia, Perusda Aneka Usaha melalui Sentarum Laboratorium berusaha berkontribusi untuk meningkatkan daya tawar dan kepastian bagi pelaku usahan di sektor ini. Caranya, dengan memberikan solusi pelayanan uji mutu kratom yang transparan dan independen. Pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan semua pihak terkait dalam bisnis ini. Sentarum Laboratorium terus melakukan evaluasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk peningkatan kualitas layanan,” kata Syariful.

Baca juga:  DBS Alokasikan Rp100 M untuk Masyarakat Rentan Indonesia
Jalin Komunikasi

Pihak Perusda Aneka Usaha juga, berkomunikasi dengan para pebisnis lokal maupun luar. Bahkan buyer dari Amerika dan Eropa telah menjalin komunikasi.

“Beberapa diantaranya bahkan sudah berkunjung langsung dan menyatakan komitmen untuk melakukan kerjasama dengan Sentarum Laboratorium,” kata Syariful.

Seperti diketahui, Provinsi Kalimantan Barat merupakan produsen terbesar tanaman kratom (Mitragyna speciosa).

Tanaman yang tergolong bahan baku obat ini tersebar paling banyak terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu. Sebaran sisanya di beberapa daerah seperti Ketapang, Sintang, Sekadau dan Sambas.

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, Follow Google News

Share :

Baca Juga

Pelaku Usaha dan Pencipta KI Kalbar

Ekonomi

Kemenkumham Kalbar Boyong Pelaku Usaha dan Pencipta KI
Ikan Lele indukan yang dikembangkan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) bersama Tim Pemberdayaan Masyarakat dan warga Desa Sukamaju Ketapang.

Ekonomi

Mopakha Kembangkan Budidaya Lele untuk Perkuat Ekonomi di Ketapang
Dirut Bank Kalbar H Rokidi berkunjung ke Kantor Cabang Sanggau memberikan motivasi.

Ekonomi

Dirut Bank Kalbar Motivasi Pegawai Kantor Cabang Sanggau
Grafik perbandingan kinerja keuangan Bank Kalbar tahun 2024 dan 2025, menampilkan pertumbuhan signifikan pada seluruh indikator utama: aset, kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan laba bersih.

Ekonomi

Bank Kalbar Catat Aset Rp26,57 Triliun, Bukti Kinerja 2025
Rekening Simpel untuk nak anak Pramuka

Ekonomi

Bank Kalbar Buka SimPel Khusus Pramuka
Dirut Bank Kalbar, Rokidi menerima penghargaan dalam ajang Economy Mastery Forum 2025.

Ekonomi

Bank Kalbar Raih Prestasi Gemilang 25 Tahun Berturut-turut
Fini Yulita, owner Laa Fine Donat di Jalan Tanjung Raya 2, Komplek Mutiara Saigon Pontianak

Ekonomi

Donat Bulat Melesat Cepat Berkat Bank Kalbar
Muhammad Fahmi

Ekonomi

Tanaman Kratom Perlu Dukungan Regulasi
error: Content is protected !!