Pontianak – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) bersiap ekspansi besar-besaran pada tahun buku 2026. Salah satunya optimalisasi pinjaman daerah.
Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, mengungkapkan salah satu strategi utama perseroan adalah memaksimalkan skema pinjaman daerah untuk mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Dalam konferensi pers kinerja Bank Kalbar Tahun 2025 di Aula Bank Kalbar, Selasa (6/12/2026), Rokidi menjelaskan, berkurangnya nilai Transfer ke Daerah (TKD) menjadi momentum bagi Bank Kalbar untuk hadir sebagai mitra strategis pemegang saham.
“Tahun 2026 kami akan maksimalkan pinjaman daerah. Ini adalah market bagi kami untuk membantu para pemegang saham (Bupati, Wali Kota, dan Gubernur) dalam membangun daerah. Bank Kalbar milik mereka, maka wajib hukumnya kami membantu pembiayaan proyek-proyek strategis,” ujar Rokidi.
Ia memproyeksikan plafon pinjaman daerah tersebut berada di atas angka Rp600 miliar. “Beberapa kabupaten/kota sudah berkomunikasi dengan kami terkait bantuan pembiayaan ini,” tambahnya.
KUR Rp1 Triliun
Selain pinjaman daerah, Bank Kalbar juga fokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meski pemerintah memberikan jatah kuota hingga Rp1,5 triliun, Rokidi menyatakan pihaknya akan menargetkan penyaluran sebesar Rp1 triliun terlebih dahulu pada tahap awal.
Langkah ini diambil untuk tetap menjaga kualitas kredit yang sangat sehat. Sebagai informasi, per 2025, NPL (Non-Performing Loan) KUR Bank Kalbar tercatat sangat rendah, yakni di angka 1,6%.
“Target KUR kami ambil Rp1 triliun dulu agar angka-angka bisa kita improve ke depan. Jika digabung dengan pinjaman daerah dan kredit pengadaan barang dan jasa (KPBJ) untuk proyek pemerintah, total ekspansi kita bisa di atas Rp2 triliun,” tegasnya.
Terkait pemberdayaan ekonomi, Bank Kalbar berkomitmen mendorong UMKM naik kelas melalui skema pembiayaan bertahap hingga plafon Rp500 juta. Rokidi berharap pelaku usaha tidak hanya bertahan di skala kecil, tetapi tumbuh menjadi grosir atau usaha yang lebih besar dengan rekam jejak kredit yang baik.
Di sektor properti, Bank Kalbar juga memperkuat kerja sama dengan FLPP dan SMF untuk pembiayaan perumahan. “Tahun 2025 kami menyalurkan lebih dari 700 unit. Di awal tahun 2026 ini, kami akan segera menandatangani perjanjian kerja sama baru untuk jatah kuota rumah di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Optimisme Laba 2026
Menutup keterangannya, Rokidi optimistis kinerja keuangan perusahaan akan terus dinamis dan berkelanjutan. Setelah mencatatkan pertumbuhan laba unaudited sebesar 7,6%, ia memproyeksikan pertumbuhan laba audit di tahun depan minimal berada di angka 5%.
Strategi utamanya meliputi pemberian fasilitas kredit yang aman dan menguntungkan, dengan prioritas pada empat sektor: kredit ASN, KUR, pinjaman pemerintah daerah, serta pembiayaan proyek strategis nasional maupun daerah.
“Kalau ini semua bisa kita genjot, insyaallah hasilnya akan sangat positif bagi pertumbuhan Bank Kalbar ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Kisra Ramadani I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News


















