Home / Ekonomi

Selasa, 20 Mei 2025 - 19:06 WIB

BPR Universal Dilaporkan Nasabah ke OJK

Jumansyah, saat ke Kantor BPR Universal Pontianak

Jumansyah, saat ke Kantor BPR Universal Pontianak

Pontianak. BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Universal Pontianak dilaporkan nasabahnya, Jumansyah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Senin (19/5/2025).

Laporan Jumansyah yang juga Direktur PT Jiwa Properti Indah ini lantaran merasa dirugikan dalam kerja sama pinjaman modal dengan bank tersebut yang tidak transparan.

Jumansyah memaparkan kronologi masalah yang menimpa dirinya. Bermula pada 12 Januari 2022, Jumansyah menyerahkan 12 Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah ke BPR Universal sebagai jaminan pinjaman modal Rp350 juta. Angsurannya Rp11.083.000 per bulan selama lima tahun.

Saat itu terjadi akad kredit dengan Notaris dan BPR Universal. Biayanya Rp25 juta dan dua kali angsuran mengendap sehingga Jumansyah menerima dana hanya  Rp300 juta. Semua berkas dan prosedurpun sudah lengkap dan ditandatangani.

Ketika Jumansyah pulang, mendapat informasi dari pihak BPR bahwa berkas kontrak yang lengkap tanda tangannya akan menyusul dikirimkan. “Namun, hingga saat ini berkas kontrak tersebut tak kunjung dikirim,” ujar Jumansyah.

Berdasarkan kesepakatan awal dengan marketing, dana penebusan setiap SHM ditetapkan Rp30 juta. Namun, saat dirinya mengajukan penebusan satu SHM pada tanggal 8 Agustus 2024, dana penebusannya Rp34.650.000 sehingga terjadi kelebihan Rp4,65 juta dari kesepakatan awal.

Baca juga:  Sukses..! Pameran UMKM di PLBN Aruk

Anenya, saat mau menebus sertifikat, terdapat biaya tambahan dan kontrak ulang atau adendum. Pihak legal berkata adendum cukup sekali saja. Nah, karena kepentingan bisnis, ketika itu Jumansyah tidak mempermasalahkannya.

“Namun, adendum kontrak yang katanya akan dikirimkan menyusul, sampai sekarang pun tak kunjung dikirim,” papar Juju panggilan akrab Jumansyah.

Kemudian, pada 2 Mei 2025, Juju bermaksud menebus 2 SHM. Ternyata, ia dipersulit dan kembali harus menandatangani adendum kontrak. Karena merasa gerah dengan perlakuan pihak bank, Juju yang dikenal juga sebagai sekretaris DPD Apersi Kalbar ini memutuskan untuk menebus semua SHM yang dijaminkannya.

“Saya menanyakan sisa uang yang harus dilunasi kepada marketing. Tanggal 5 Mei, saya diinformasikan jumlah yang harus dilunasi Rp195.357.401. Nilai tersebut membuat saya syok karena selama 2022, saya sudah menyetorkan angsuran beberapa kali,” ujarnya.

Rekening Koran

Merasa tidak puas, Juju meminta cetakan rekening koran. Ternyata ada uang mengendap Rp45 juta sehingga akhirnya untuk pelunasan ia cukup membayar Rp151.400.000.

Pelunasan dilakukan pada 7 Mei 2025. Namun, hingga saat ini (19/5/2025), SHM belum diserahkan oleh pihak bank kepadanya. Geram dengan perlakuan BPR tersebut, Jumansyah mendatangi  kantor BPR Universal. Ia melaporkan kasus yang dialaminya itu ke pihak OJK.

Baca juga:  Kemenkumham Kalbar Boyong Pelaku Usaha dan Pencipta KI

“Setelah saya tanya, barulah disuruh ambil. Namun, anehnya saya malah disuruh bawa bukti tanda terima penyerahan SHM. Sementara, perjanjian/kontrak kerja sama saja saya tidak dikasih. Saya lalu disuruh ke kantor polisi untuk buat surat kehilangan. Saya di sini merasa dirugikan, dipersulit, hingga usaha saya tertunda,” katanya. 

Dia juga merasa aneh. Pihak bank meminta tandantangan kesepakatan saat pengambilan sertifikat. Isi kesepakatannya, pihak BPR Universal bebas dari tuntutan hukum.

Juju menolak tandtangan. Sedangkan manager BPR Universal juga enggan memberi klarifikasi dan menemui Jumasnyah yang mendatangi Kantor BPR Universal Pontianak.

Jumansyah berharap kepada OJK agar mengambil tindakan. Pihak bank juga diharapkan lebih transparan dalam pembiayaan dan memberikan kejelasan kepada nasabah tentang kontrak. Hal ini dilakukan jangan sampai apa yang dialaminya terjadi lagi dengan yang lain.

Penulis: Khairul Rahman I Update Berita, ikuti Google News 

Share :

Baca Juga

Dirut Bank Kalbar H Rokidi menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Best Bank Award 2025 besutan Warta Ekonnomi, Kamis (25/6/2025) di Sultan Hotel & Residence.

Ekonomi

Bank Kalbar Raih Indonesia Best Bank Award 2025
Bantuan Beras

Ekonomi

Airlangga Temu Wicara Penerima Bantuan Beras
Bupati Sambas, H Satono menyerahkan Sembako pada momen Pasar Murah di Selakau untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Ekonomi

Giliran Pasar Murah di Selakau Kendalikan Inflasi
Sebanyak tiga penghargaan yang diraih Bank Kalbar. TOP Human Capital Awards 2025 #5 Stars, The Most Committed TOP Leader on Human Capital 2025 untuk Rokidi, dan The High Performing Human Capital Manager 2025 untuk Rizky Hadi, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Bank Kalbar.

Ekonomi

Bank Kalbar Raih Tiga Penghargaan di Top Human Capital Awards 2025
Muhammad Fahmi

Ekonomi

Tanaman Kratom Perlu Dukungan Regulasi
Grafik perbandingan kinerja keuangan Bank Kalbar tahun 2024 dan 2025, menampilkan pertumbuhan signifikan pada seluruh indikator utama: aset, kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan laba bersih.

Ekonomi

Bank Kalbar Catat Aset Rp26,57 Triliun, Bukti Kinerja 2025
Minyak Goreng Curah

Ekonomi

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi
Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar

Ekonomi

Ekonomi Nasional Belum Stabil, Bank Kalbar Berkinerja Positif
error: Content is protected !!