Pontianak – Kampung Borneo akan menggelar Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Dari Evaluasi ke Aksi: Memotret Kinerja Ekonomi dan Kondisi Infrastruktur Kalimantan Barat”.
Kegiatan akan berlangsung pada Minggu (28/12/2025) di Halaman KopiKlaani, Jalan Sumbawa Nomor 1 Pontianak dan dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Ketua panitia kegiatan, Uun Yuniar, menyebutkan refleksi akhir tahun tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk mengevaluasi capaian pembangunan Kalimantan Barat sepanjang 2025, dan merumuskan gagasan dan rekomendasi strategis ke depan.
“Refleksi ini tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi diarahkan pada aksi. Kami ingin melihat secara objektif bagaimana kinerja ekonomi daerah dan kondisi infrastruktur Kalbar, lalu merumuskan masukan konstruktif bagi pemerintah,” ujar Uun Yuniar, Sabtu (27/12/2025).
Menurutnya, kegiatan ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan media massa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), tokoh masyarakat, hingga kalangan akademisi. Keterlibatan lintas elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah.
Sementara itu, Moderator kegiatan, Muhammad Chandra, menjelaskan bahwa diskusi akan difokuskan pada isu-isu aktual yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, serta kualitas dan konektivitas infrastruktur di Kalimantan Barat.
“Kami ingin diskusi ini berjalan kritis namun solutif. Setiap masukan yang disampaikan diharapkan menjadi bahan refleksi bersama dan bisa ditindaklanjuti menjadi rekomendasi kebijakan,” kata Chandra.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa, akademisi, media, dan tokoh masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memperkaya sudut pandang untuk membaca kondisi Kalimantan Barat secara lebih menyeluruh.
Kampung Borneo menilai refleksi akhir tahun merupakan momentum penting untuk mengukur sejauh mana program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat, sekaligus memastikan arah pembangunan ke depan lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan dibukanya kegiatan ini oleh Gubernur Kalimantan Barat, kami berharap dialog yang terbangun dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong kemajuan Kalbar,” pungkas Uun Yuniar. [rls]
Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News


















