Home / Hukum

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:08 WIB

FGD Restorative Justice Digelar di Kejati Kalbar

Narasumber FGD Restorative Justice menyampaikan materi, Kamis  (21/5/20260 di Aula Baharuddin Lopa Kejati Kalimantan Barat.

Narasumber FGD Restorative Justice menyampaikan materi, Kamis (21/5/20260 di Aula Baharuddin Lopa Kejati Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice (RJ), Kamis (21/5/2026).

FGD diselenggarakan di Aula Baharuddin Lopa. Kegiatan ini dibuka Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Agus Sahat Lumban Gaol, yang juga menjadi keynote speaker.

Agus Sahat menegaskan restorative justice tidak hanya berfokus pada penghentian penuntutan perkara. Pendekatan itu juga bertujuan memulihkan hubungan sosial, menyelesaikan konflik, memulihkan korban, dan mendorong tanggung jawab pelaku secara adil serta humanis.

Menurutnya, selama enam tahun penerapan restorative justice, ribuan perkara berhasil diselesaikan melalui pendekatan tersebut.

Namun, Kejaksaan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti perbedaan persepsi implementasi di lapangan, penyesuaian regulasi pasca KUHAP 2025, penguatan kapasitas jaksa mediator, hingga integrasi teknologi informasi dan data perkara.

Baca juga:  Banding JPU Ditolak Hakim, Askiman Kembali Menang

FGD itu diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang aplikatif untuk memperkuat restorative justice sebagai model penegakan hukum modern yang mengedepankan kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan masyarakat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Emilwan Ridwan, menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas terselenggaranya forum strategis tersebut.

Ia menilai FGD tidak sekadar menjadi sarana evaluasi restorative justice, tetapi juga ruang intelektual untuk merumuskan arah kebijakan penegakan hukum yang lebih responsif terhadap rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

“Penegakan hukum yang ideal bukan hanya mampu menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga harus menangkap denyut keadilan yang hidup di tengah masyarakat,” kata Emilwan Ridwan dalam sambutannya.

Terobosan Sistem Peradilan

Emilwan menegaskan restorative justice menjadi terobosan penting dalam sistem peradilan pidana karena menempatkan hukum bukan hanya sebagai instrumen penghukuman, tetapi juga sarana pemulihan, rekonsiliasi, dan harmonisasi sosial.

Baca juga:  Pengukuhan Paskibraka se-Kalimantan Barat

Pendekatan itu dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung musyawarah, perdamaian, gotong royong, dan penyelesaian konflik secara seimbang.

Ia juga menekankan keberhasilan restorative justice tidak hanya diukur dari jumlah perkara yang dihentikan penuntutannya. Keberhasilan pendekatan itu juga terlihat dari kemampuan memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, sekaligus mencegah konflik berkepanjangan.

FGD tersebut turut menghadirkan Direktur A pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Hari Wibowo dan Aswandi dari Universitas Tanjungpura. Sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Melayu, akademisi, hingga perwakilan masyarakat juga hadir dan mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan restorative justice berbasis masukan publik.[rls]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Rumah Korban Pembunuhan

Hukum

Suami Tikam Istri Hingga Meninggal Dunia
Barang bukti sabu seberat 722,22 gram hasil pengungkapan Satresnarkoba Polres Sambas di Sajingan Besar.

Hukum

Polres Sambas Sita 722 Gram Sabu, Satu Pria Ditangkap
Kasat Reskrim Polres Sambas dan jajaran sesaat pelimpahan berkas tahap I.

Hukum

Berkas Kasus Kosmetik Berbahaya Masuk Kejari Sambas
Mantan Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Surat Kuasa untuk Kejati Kalbar.

Hukum

Sutarmidji Yakinkan Kejati Kalbar, Siap Serahkan Aset
Kasus Best Profit Future (BPF) Pontianak

Hukum

Kasus Best Profit Bergulir ke Polda Kalbar
Lokasi rumah yang disalahgunakan dalam modus kejahatan kontrakan rumah, dan bukti transfer serta chat WA.

Hukum

Belasan Orang Tertipu Modus Rumah Kontrakan Pontianak
MR, oknum polisi anggota Polres Sambas ditangkap, diduga terlibat narkoba.

Hukum

Oknum Polisi di Sambas Ditangkap, Diduga Terlibat Narkoba
Pangeran Khairul Saleh

Hukum

14 Anggota Komisi III DPR RI Berkunjung ke Kalbar
error: Content is protected !!