Home / Edukasi

Rabu, 15 Juni 2022 - 12:57 WIB

Pengendara Sepmot Dilarang Pakai Sandal Jepit

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi

Jakarta. Bagi para pengendara sepeda motor (Sepmot). Ini imbauan terbaru Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi melarang sandal jepit dan menggantinya dengan sepatu.

“Ini komitmen kita mengajak masyarakat untuk tertib dari diri kita sendiri dulu. Masyarakat membantu dengan memunculkan kesadaran, mengajarkan hal-hal yang baik untuk anaknya,” kata Firman dalam keterangan resminya, Senin (13/6/2022) di Polda Metro Jaya Jakarta.

Yang paling gampang itu, kata Firman, dari orang terdekat. “Jadi jangan kasih contoh dikira anaknya nggak ngerti, bapaknya bilang  deket aja pak di situ, biar nggak pakai helm.  Naik motor pakai sandal jepit,” kata Firman.

Baca juga:  Kafilah MTQ Mempawah Disambut Antusias

Firman menegaskan imbauan itu dengan alasan mengutamakan keselamatan. Sebab, sandal jepit tidak bisa melindungi tubuh saat terjadi kecelakaan lalu lintas. “Mohon maaf. Pakai sandal jepit tidak tidak membuat perlindungan,” ujar dia.

Sebab, lanjutnya, kalau sudah menggunakan sepeda motor, kulit akan bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. “Makin cepat makin tidak terlindungi. Itulah fatal,” terang Firman seraya mengatakan masyarakat tidak mengeluhkan biaya yang harus digunakan untuk membeli sepatu. Sebab, hal itu tidak sebanding dengan perlindungan yang didapatkan.

Baca juga:  Gandeng IKADI dan UPGRIP, Yayasan Ruang Baik Salurkan Wakaf Alquran di Kembayan

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal. Ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu,” kata dia.

Ia mengharapkan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara aman. Selanjutnya, menjadi kebiasaan masyarakat, bukan karena diawasi petugas. “Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” terang Firman. (rdo/lantas)

Share :

Baca Juga

Murid SMPN 1 Teluk Keramat Kabupaten Sambas belajar menggunakan papan tulis interaktif.

Edukasi

Murid SMPN 1 Teluk Keramat Antusias Belajar Gunakan Papan Tulis Interaktif
Layanan Apostille

Edukasi

Apostille Selain Praktis Juga Ekonomis
Lokakarya virtual isntitute kajian kebangsaan

Edukasi

Cegah Degradasi Kebangsaan di Pemilu 2024
SatBriomob latihan CPR

Edukasi

Satbrimob Kalbar Latihan Metode CPR
Milad Ponpes Darunna'im

Edukasi

50 Habaib dan Ulama akan Hadir di Ponpes Darunna’im
Pembentukan DMUA Community

Edukasi

PLN dan YPIB Bentuk D’MUA Community
Aksi damai APKPD

Edukasi

APKPD Aksi Damai Beri Reward KPU dan Bawaslu
1 Muharram 1445 H

Edukasi

Anjuran Amalan Terbaik di Bulan Muharram
error: Content is protected !!