Home / Edukasi

Rabu, 11 Desember 2024 - 10:53 WIB

Penelitian Sejarah Perkembangan Islam di Afsel

Misi penelusuran sejarah masuknya Islam di Afsel bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI.

Misi penelusuran sejarah masuknya Islam di Afsel bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI.

Afsel. Sebanyak tiga orang peneliti Negeri Rempah Foundation berkunjung ke Cape Town, Afrika Selatan (Afsel) untuk meneliti sejarah perkembangan Islam di negara tersebut.

Misi penelusuran sejarah masuknya Islam di Afsel itu bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI yang berlangsung sejak, Sabtu hingga Rabu (7-11/12/2024).

Ketiga peneliti tersebut adalah Yanuardi Syukur (dosen antropologi Universitas Khairun, Ternate), Abdul Kadir Ali (dosen Universitas Nuku, Tidore) dan Irma Zahrotunnisa Wijaya (peneliti Negeri Rempah Foundation). Selain ke Afsel, Negeri Rempah juga mengirimkan delegasinya pada misi di beberapa negara lainnya.

Khusus kehadiran para peneliti di Cape Town untuk melacak jejak penyebaran Islam di Afsel melalui jalur rempah. Mereka disambut dengan hangat oleh Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono.

Di sela-sela makan malam di Wisma KJRI Cape Town, Tudiono menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap agar kemitraan antara Indonesia dan Afsel, khususnya Cape Town dapat berjalan semakin bermakna khususnya dalam relasi keislaman.

la bahkan mendorong agar berbagai studi terkait relasi Islam di kedua negara dapat terus diintensifkan sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

Baca juga:  Mahasiswa 5 Perguruan Tinggi Gotong Royong
Peran Tokoh Indonesia

Konjen Tudiono menjelaskan bahwa ulama, tokoh dan pejuang Indonesia memiliki peran signifikan dalam tersebarnya Islam di wilayah tersebut.

la menyebut beberapa nama seperti Syekh Yusuf al-Makassari di abad ke-17 dan Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam dari Tidore pada abad ke-18 yang menjadi inspirator tidak hanya bagi penyebaran Islam tapi juga bagi kemerdekaan Afsel hingga saat ini. Setiap tahun, Tudiono juga menggelar berbagai event kultural dan ekonomi untuk mendekatkan antara Indonesia dan Afsel.

Ketua Tim Negeri Rempah Foundation yang juga pengurus kompartemen luar negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Yanuardi Syukur menjelaskan bahwa Mantan Presiden Afsel Nelson Mandela bahkan menganggap dua tokoh tersebut sebagai inspirator dalam perjuangan bangsanya.

“Bahkan ketika Mandela dibebaskan, lokasi pertama yang ia kunjungi adalah makam Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam di komplek Tana Baru, Cape Town,” kata Yanuardi.

Tak jauh dari kuburannya, juga masih berdiri Masjid al-Auwal, yakni masjid pertama di Afsel yang terletak di Jalan Dorp, yang didirikan oleh Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam setelah dibebaskan dari penjara di Robben Island.

Baca juga:  Alasan Tidak Boleh Dendam Tetapi Memaafkan

Masjid tersebut hingga kini masih eksis sebagai simbol perjuangan umat Islam Cape Town untuk pengakuan islam dan kebebasan beribadah.

Menurut saat berkunjung ke lokasi masjid, tempat ibadah laki-laki berada di lantai dasar dan lantai duanya menjadi madrasah sore untuk anak-anak Muslim Cape Town serta tempat shalat perempuan.

“Di situ, mereka belajar mengaji menggunakan Iqra’ seperti yang kita pakai di Indonesia dengan sedikit modifikasi,” tambah Yanuardi.

Kiprah Tuan Guru

Sementara itu, Abdul Kadir Ali menyampaikan bahwa atas kiprah Tuan Guru di Afsel, maka penting untuk mempersiapkan pengusulan Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam sebagai pahlawan nasional Indonesia. Beliau bahkan menulis Alquran sebanyak 6 copy, yang salah satunya saat ini dipajang di Masjid al-Auwal.

“Kiprah Tuan Guru yang sangat luar biasa, maka patutlah untuk Pemerintah Indonesia mengangkatnya sebagai pahlawan nasional,” jelas Abdul Kadir Ali yang juga Dekan FISIP Universitas Nuku. 

Laporan Yanuardi Syukur, Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Masjid Hidayatullah Pontianak

Edukasi

Masjid Hidayatullah Pontianak Garap 3 S
Tes Kesamaptaan Poltekip dan Poltekim

Edukasi

6 Peserta Tes Samapta Poltekip/Poltekim
Lokakarya virtual isntitute kajian kebangsaan

Edukasi

Cegah Degradasi Kebangsaan di Pemilu 2024
Prajurit TNI mengajar anak-anak perbatasan Kalbar-Malaysia

Edukasi

Prajurit TNI Perbatasan Jadi Tenaga Pengajar Tambahan
MTQ XXX Provinsi Kalbar di Ketapang

Edukasi

Mempawah Juara Umum MTQ XXX Kalbar
Anjangsana MKGR ke Panti Tunanetra

Edukasi

MKGR Kalbar Anjangsana ke Pondok Tunanetra
Para Penyintas Kanker Payudara

Edukasi

Para Penyintas Kanker Payudara Berkumpul
Gubernur Kalbar Ria Norsan launching internet gratis untuk sekolah di SMA Negeri 1 Pontianak

Edukasi

Pemprov Kalbar Luncurkan Internet Gratis 9 Sekolah Pilot Project
error: Content is protected !!