Home / Ekonomi

Kamis, 28 April 2022 - 18:57 WIB

Harga TBS Sawit Terjun Bebas ke Rp1.700

Pohon sawit yang telah  berbuah menjadi komoditas andalan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit.

Pohon sawit yang telah berbuah menjadi komoditas andalan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit.

Jakarta. Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng yang berlaku efektif, Kamis (28/4/2022). Pasar merespons cepat dengan terjadinya penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam rilisnya, Senin (25/4/2022) mengeluhkan penurunan harga TBS kelapa sawit hingga 50 persen usai pelarangan ekspor tersebut. “Penurunan harga itu salah satunya di Riau dan Sumatera Utara yang harga TBSnya turun sekitar 30 persen sampai 50 persen,” kata Henry Saragih, Ketua SPI.

Berdasarkan laporan petani sawit anggota SPI, Senin (25/4/2022) di berbagai daerah, harga TBS sawit Rp1.700 hingga Rp2.000 per kilogram. “Ada yang 30 persen, bahkan sampai 50 persen,” ujar Henry seraya mengkhawatirkan harga TBS itu akan terus merosot akibat larangan ekspor CPO yang berdampak pada melimpahnya stok dalam negeri.

Baca juga:  Pasar Murah Mempawah Jelang Imlek 2574

“Padahal jumlah konsumsi di Tanah Air cuma 16,29 juta ton. Sedangkan jumlah produksi CPO bisa mencapai 46,89 juta ton. Artinya terdapat alokasi 30 juta-an ton yang selama ini untuk ekspor,” katanya.

Hal ini, kata Henry, stok tidak terjual akan banyak dan pendapatan petani berkurang. “Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan turunan lain yang bisa menjamin pergerakan harga sawit petani,” kata dia.

Henry mengharapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki andil besar pada bisnis sawit, terutama pada CPO dan bahan bakar minyak (BBM) berbasis minyak nabati. Dengan demikian, industri sawit tidak hanya oleh swasta. “Perkebunan sawit harus diurus rakyat dengan dukungan pemerintah dan BUMN, bukan oleh korporasi,” kata Henry.

Baca juga:  MABM Sambas Sukses Garap Dialog Investasi

Sementara itu, pelarangan ekspor CPO ini sontak ramai menjadi perbincangan di media sosial. Salah satunya dikemukakan Ekonom Rizal Ramli yang mengunggah kritiknya di akun twitternya @RamliRizal pada 23 April 2022.

Rizal menjelaskan pelarangan itu contoh kebijakan asal populer tanpa data kwantitatif dan tanpa simulasi dampak. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pelarangan ekspor CPO dan minyak goreng pada 22 April 2022 dan efektif berlaku sejak 28 April 2022. (r1/ekon)

Share :

Baca Juga

Hamzah Tawil Dekopinwil Kalbar

Ekonomi

Hamzah Tawil Terpilih Ketua Dekopin Kalbar
Kios Kamariah di Pasar Flamboyan

Ekonomi

Usaha Kamariah Maju Bersama Bank Kalbar
Flyer Pensiu Merdeka Bank Kalbar Capem Untan

Ekonomi

Surprise.. Layanan Plus Bank Kalbar Capem Untan
data SP2KP Kemendag

Ekonomi

Waduh.. Harga Bahan Pokok Naik Terus
Atraksi tarian dan Budaya di Forum BIMP-EAGA

Ekonomi

Kondisi Ekonomi BIMP Cenderung Membaik
Dr Muhammad Fahmi menyampaikan materi bahagia di masa pensiun.

Ekonomi

Produktif dan Sejahtera di Masa Pensiun
Jumansyah, saat ke Kantor BPR Universal Pontianak

Ekonomi

BPR Universal Dilaporkan Nasabah ke OJK
Pertemuan Aspesi Kalbar

Ekonomi

Jokowi Datang, Aspesi Keluhkan Harga TBS
error: Content is protected !!