Home / Edukasi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIB

Wamendagri Dorong Dai Pacu Ekonomi Perbatasan Sambas

Wamendagri Wiyagus didamping H Satono Bupati Sambas yang juga Ketua Parmusi Provinsi Kalbar dan Ketua Panitia Seminar Internasional Erwin Mahrus.

Wamendagri Wiyagus didamping H Satono Bupati Sambas yang juga Ketua Parmusi Provinsi Kalbar dan Ketua Panitia Seminar Internasional Erwin Mahrus.

Sambas – Wamendagri Akhmad Wiyagus mendorong para dai agar menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi dan pangan masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas.

Hal ini ditegaskan Wakil menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Wiyagus saat membuka Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertajuk “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/2026) malam.

Menurutnya, dai memiliki posisi strategis dan pengaruh yang kuat di tengah masyarakat. “Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat,” tegas Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus.

Baca juga:  PGMI UNISSAS Kunjungi Nenek Sarijah

Wiyagus menekankan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menjadikan wilayah perbatasan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, dakwah para dai dinilai perlu sejalan dengan program percepatan kemajuan daerah yang sedang digulirkan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Selaras dengan hal tersebut, Bupati Sambas H. Satono menyoroti pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menyongsong kemajuan di beranda negara. Potensi raksasa yang dimiliki Sambas di sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan lintas batas tidak akan bisa dikelola maksimal tanpa SDM yang tangguh.

Baca juga:  Pesan Satono saat Deklarasi, Cerminkan Akhlak

“Kami terus mendorong pembangunan SDM agar mampu mengelola potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satono yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Provinsi Kalimantan Barat.

Satono berharap forum internasional yang melibatkan para pendakwah dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi.

Lebih dari itu, Satono mengharapkan pertemuan ini mampu merumuskan langkah konkret peran dai dalam membawa dampak positif bagi pembangunan dan penguatan ekonomi umat, khususnya di wilayah perbatasan antarnegara.[im]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Edukasi

POM Kalbar Bentuk Tiga Organ Baru
Diskusi Terarah Koridor Bekantan

Edukasi

Koridor Bekantan Masuk Lansekap Kubu
Peserta PJAD Kabupaten Ketapang mengikuti dengan seksama materi yang disampaikan narasumber, Sabtu (1/11/2025) di Aula Kantor Bupati Ketapang.

Edukasi

Sekda Ketapang Repalianto Buka PJAD Section 2 Besutan KBM
Muhammad Khusyairi

Edukasi

SMSI Kalbar Segera Gelar Diskusi Literasi Beretika
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar merespons positif apel siaga kebangsaan generasi Z

Edukasi

Dikbud Respons Positif Apel Siaga Generasi Z
Angelina Fremalco

Edukasi

Perda Perladangan Beri Kepastian Hukum
KKN Poltekkes Pontianak

Edukasi

607 Mahasiswa Poltekkes KKN di 6 Daerah
pontianak-times.co.id

Edukasi

Lemdiklat Polri, Kunci Utama Cetak SDM Unggul
error: Content is protected !!