Home / Energi

Selasa, 23 September 2025 - 14:56 WIB

XR Kapuas Gelar Diskusi Publik Tolak PLTN di Kalbar

Diskusi publik bertajuk Rekonstruksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda: Transisi Energi dan Masa Depan Kalbar – PLTN untuk Siapa, Minggu (21/9/2025) malam.

Diskusi publik bertajuk Rekonstruksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda: Transisi Energi dan Masa Depan Kalbar – PLTN untuk Siapa, Minggu (21/9/2025) malam.

Pontianak. XR Kapuas menggelar diskusi publik bertajuk Rekonstruksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda: Transisi Energi dan Masa Depan Kalbar – PLTN untuk Siapa, Minggu (21/9/2025) malam.

Diskusi XR Kapuas yang berlangsung di Kafe ½ Kopitiam Jalan Sepakat 2, Pontianak ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan kampus, komunitas lingkungan, dan organisasi sosial.

Diskusi yang berlangsung pukul 18.30–21.00 WIB ini dipandu Taufik Sirajuddin, menghadirkan empat narasumber. Mereka adalah M Hermayani Putera (Majelis LH PW Muhammadiyah Kalbar), Sulthan Daulad Akbar (SOLMADAPAR), Syarif Falmuriandi Tri Saris (HIMAKATRA), dan Andi Fachrizal (Yayasan Kolase).

Panitia pelaksana, Firman Syah, menyebut diskusi ini sebagai respons terhadap krisis iklim dan wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi mahasiswa dan pemuda agar gerakan sosial-ekologis lebih terorganisir, berani, dan mampu menolak kebijakan yang mengancam keadilan ekologis.

Baca juga:  Beli Kendaraan Listrik, Dibantu Rp7 Juta

Forum berlangsung interaktif dengan paparan narasumber, tanya jawab, dan perumusan gagasan kolektif. Hasil yang diharapkan adalah lahirnya forum konsisten, sikap kritis terhadap PLTN, serta jejaring kolaborasi lintas organisasi.

Potensi Lain

M. Hermayani Putera menilai wacana pembangunan PLTN di Kalbar harus dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, Kalbar memiliki potensi lain berupa energi terbarukan melimpah seperti surya, biomassa dari limbah sawit dan kehutanan, serta tenaga air.

“Mengapa justru opsi nuklir yang digenjot? Apakah karena kepentingan geopolitik, tekanan industri global, atau sekadar ambisi teknologi?” kata Hermayani.

Ia menekankan tiga aspek penting terkait PLTN: keadilan sosial, keselamatan ekologis, dan alternatif energi lokal. Apakah masyarakat benar-benar akan menikmati listrik murah, atau hanya jadi tuan rumah proyek? Kalbar juga sangat rentan secara ekologi.

“Risiko nuklir bisa mengancam generasi mendatang, sementara energi surya, air, dan biomassa jauh lebih aman,” tambahnya.

Sulthan Daulad Akbar menyoroti lemahnya konsolidasi gerakan pemuda. “Gerakan mahasiswa konsisten, tetapi mudah dipecah. Isu PLTN harus jadi titik temu untuk memperkuat persatuan. Jangan jadikan Kalbar sebagai tempat percobaan,” tegasnya.

Baca juga:  BEM FH UM Pontianak Kupas Pemakzulan Paksa Gubernur Kalbar

Syarif Falmuriandi mengingatkan risiko politik dan sosial jika mahasiswa apatis. “Minimnya kebebasan sipil membuat gerakan kritis sering tereduksi. Jika mahasiswa diam, masa depan Kalbar akan ditentukan tanpa partisipasi publik,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Fachrizal menilai isu PLTN tenggelam setelah pengesahan Perda RTRWP Kalbar 2024–2043. “Sejarah membuktikan mahasiswa bisa mengguncang rezim. Dengan media sosial, suara kritis seharusnya lebih kuat. Inilah ujian: berani menolak atau hanya diam,” katanya.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa penolakan PLTN bukan sekadar soal energi, tetapi juga demokrasi, keadilan ekologis, dan masa depan Kalbar. Gerakan mahasiswa dan pemuda didorong merekonstruksi peran sebagai kekuatan moral-politik menghadapi krisis iklim dan kebijakan eksploitatif.[iz/cit-jour]

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bantuan Pasang Baru Listrik

Energi

2.992 Rumah di Kubu Raya Terima BPBL
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini saat daring bersama pihak produsen oksigen, Senin (5/7/2021).

Energi

Kolaborasi PLN, Pabrik Oksigen dan RS
Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan

Energi

Cegah Potensi Kecelakaan Arus Listrik
SPKLU Sanggau

Energi

Fasilitas SPKLU Disambut Warga Sanggau
kendaraan listrik

Energi

Beli Kendaraan Listrik, Dibantu Rp7 Juta
PLTS Temajuk

Energi

Warga Temajuk Nikmati Listrik Setelah 78 Tahun RI Merdeka
PLTS Pulau Messah

Energi

Panel Surya di Pulau Terpencil Messah
Ujicoba PLTU- IPP Kalbar 1 unit 2, Jumat (11/6/2021)

Energi

PLTU Bengkayang Tekan Impor Listrik Malaysia
error: Content is protected !!