Home / Edukasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:37 WIB

KMKS Gelar Sosialisasi Paham Radikalisme

Foto bersama kegiatan sosialisasi paham Radikalisme di Aula SMKN 1 Pemangkat, Senin (12/1/2026).

Foto bersama kegiatan sosialisasi paham Radikalisme di Aula SMKN 1 Pemangkat, Senin (12/1/2026).

Sambas – Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) menggelar sosialisasi paham radikalisme bertajuk “Kenali, Tolak dan Cegah Radikalisme di Kabupaten Sambas,” Senin (12/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMKN 1 Pemangkat dan turut dihadiri oleh Kepala SMKN 1 Pemangkat, Ketua Umum KMKS Azwar Abu Bakar, serta perwakilan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Ketua Panitia, Agim, mengungkapkan fakta mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025 ditemukan siswa tingkat SMP dan SMA yang terpapar paham bertentangan dengan Pancasila, khususnya paham Neo-Nazi di Kalimantan Barat.

“Melalui media sosial, pelaku menyebarkan paham tersebut kepada remaja. Mereka diarahkan untuk melakukan kekerasan hingga tindakan ekstrem lainnya. Ini adalah tantangan kita bersama untuk membentengi pelajar agar mampu menolak ajakan radikalisme,” tegas Agim di hadapan sekitar 150 peserta.

Baca juga:  KMKS Desak DPRD Sambas Evaluasi Bos Perusahaan Sawit

Agim juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang sering menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, Rony Ramadhan Putra, menjelaskan intoleransi menjadi akar dari kekerasan dan terorisme. Ia juga menyebutkan gerakan Neo-Nazi kini sengaja menargetkan “Generasi Emas” bangsa.

Baca juga:  Gubernur Kalbar Berharap SMSI Penjernih Disrupsi Informasi

“Siswa yang terkena bullying mungkin mencari kelompok yang dapat memberikan mereka rasa identitas dan kekuatan, melindungi mereka dari kekerasan, lalu mendapat dpengakuan sebagai orang hebat yang berani melakukan apapun”, jelas Rony.

Sebagai solusi konkret, para narasumber menawarkan tiga langkah utama pencegahan:

  • Pendidikan & Lapangan Kerja: Mengurangi ketidakpuasan sosial yang memicu radikalisasi.
  • Literasi Media: Melawan propaganda ekstremis dengan narasi alternatif yang positif.
  • Ruang Dialog: Menciptakan ruang rekonsiliasi untuk deteksi dini di lingkungan sekolah. [rls]

Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Dosen Poltesa memberikan materi pelatihan pengolahan Jeruk Siam menjadi produk olahan, Selasa (5/8/2025) di Desa Gapura, Kecamatan Sambas.

Edukasi

Tim Poltesa Latih Masyarakat Olah Jeruk Siam
pontianak-times.co.id

Edukasi

83 Pekerjaan Hilang Ditelan Trans Digital
TNI latih kepramukaan

Edukasi

TNI Perbatasan Entikong Latih Disiplin Pelajar
Timer jelang pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yng dilaksanakan secara serentak.

Edukasi

Ingin Tahu Hasil SNBP 2026, ini Link Resminya
pontianak-times.co.id

Edukasi

Subhan Noviar Kandidat Kuat KAHMI Kalbar
ersonel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Kewilayahan RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (Gty) Pos Napua mengajar di SD Negeri Gunung Susu,

Edukasi

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Mengajar di SD Gunung Susu
Layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Milad 113 Muhammadiyah di Desa Pinang Luar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Edukasi

Bakti Sosial Muhammadiyah Kubu Raya di Milad 113
pontianak-times.co.id

Edukasi

Wapres RI 93 Siap Hadir Diskusi Instan
error: Content is protected !!