Home / Tokoh Publik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:15 WIB

Jejak Panjang Maryadi, Jurnalis Periang Berdedikasi Tinggi

Maryadi, jurnalis yag meninggal dunia di usia 53 tahun.

Maryadi, jurnalis yag meninggal dunia di usia 53 tahun.

JAKARTA – Kepergian Maryadi pada Jumat (3/7/2026) bukan sekadar kabar duka bagi keluarga dan sahabat. Dunia pers Indonesia kehilangan seorang jurnalis yang tumbuh dari ruang redaksi daerah, mengukir perjalanan panjang hingga menjadi salah satu penggerak ekosistem media digital nasional.

Di balik jabatan Maryadi selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), tersimpan kisah seorang anak muda dari Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura yang sejak bangku kuliah telah memilih jalan hidup sebagai wartawan.

Maryadi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.00 WIB di RS Siloam Mampang, Jakarta Selatan. Sebelumnya, ia menyelesaikan pertemuan dengan klien di PLN, kemudian mencari obat karena kondisi kesehatannya. Saat berada di Apotek Kimia Farma Mampang, ia tiba-tiba tidak sadarkan diri. Petugas segera membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Kabar duka itu mengejutkan banyak kolega. Beberapa jam sebelumnya, Maryadi masih berkomunikasi dengan rekan-rekannya. “Jam 14.30 masih chat-chat sama saya,” ujar Subhan Noviar, junior Maryadi di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura.

Subhan mengungkapkan, almarhum memang beberapa kali mengeluhkan gangguan kesehatan, terutama masalah lambung. Di tengah kesibukannya, Maryadi dikenal sederhana. Salah satu makanan kesukaannya adalah sop ikan, menu yang kerap ia cari ketika berada di Pontianak.

Berawal dari Untan

Lahir di Jakarta pada 1973, Maryadi memilih Pontianak sebagai tempat menimba ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Namun, ruang kuliah bukan satu-satunya tempat ia belajar. Sejak masih menjadi mahasiswa, ia sudah mengenal ritme dunia jurnalistik.

Sembari menyelesaikan kuliah, Maryadi mulai membangun karier sebagai wartawan. Ia kerap berdiskusi di media mahasiswa Mimbar Untan. Rekan-rekannya mengenang sosoknya sebagai pribadi yang periang, mudah bergaul, dan memiliki jaringan pertemanan yang luas. Karakter itu kemudian menjadi modal penting ketika ia memasuki dunia media yang penuh dinamika.

Baca juga:  5 Orang Terpilih Komisi Informasi Kalbar

Karier profesionalnya dimulai di Harian Suaka Pontianak pada 1999. Setahun kemudian, ia menjadi stringer Associated Press untuk wilayah Indonesia hingga 2006. Pada periode yang sama, Maryadi bergabung dengan detik.com sebagai editor dan project leader, ketika media digital Indonesia baru memasuki fase pertumbuhan.

Perjalanan itu berlanjut di VIVA Network. Selama lebih dari satu dekade, sejak 2008 hingga 2021, ia meniti berbagai posisi hingga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi jaringan media tersebut. Setelah mengabdi di ruang redaksi, Maryadi memperluas kiprahnya ke sisi bisnis media sebagai Direktur Katadata Media Network, kemudian bergabung dengan Nusantara TV, Kabar Bursa, dan terakhir menjabat Direktur Bisnis Tutur Media Digital.

Membangun Media

Bagi banyak kolega, Maryadi bukan hanya wartawan yang piawai menulis berita. Ia termasuk sedikit figur yang memahami dua sisi industri media sekaligus, yakni kualitas jurnalistik dan keberlanjutan bisnis perusahaan pers. Dedikasinya jangan ditanya. Ia terkadang rela mengorbankan sedikit jam tidurnya untuk sebuah tugas.

Peran itu juga ia bawa ke Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Sejak organisasi berdiri, Maryadi menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kelembagaan. Ia menjabat Bendahara Umum AMSI pada periode 2017 hingga 2023 sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal.

Di AMSI, Maryadi dikenal sebagai sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan. Ia lebih sering berada di balik layar, menyusun tata kelola organisasi, mendampingi anggota, hingga memperjuangkan ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Baca juga:  Sang Organisatoris Golkar itu Telah Tiada

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika dalam pers rilisnya menyebut kepergian Maryadi sebagai kehilangan besar bagi organisasi dan komunitas media Indonesia.

“Maryadi bekerja keras dan penuh ketekunan untuk memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan misi AMSI dalam membangun ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Ia bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, banyak fondasi kelembagaan, tata kelola organisasi, serta berbagai program AMSI lahir dari kerja sunyi Maryadi. Ia menjalankan tugas dengan loyalitas tinggi dan rasa memiliki yang besar terhadap organisasi.

Kolega di Pontianak

Sekitar sepekan sebelum wafat, tepatnya pada Kamis (25/6/2026), Maryadi kembali mengunjungi Pontianak. Kunjungan itu berlangsung singkat. Keesokan harinya ia kembali ke Jakarta setelah bertemu sejumlah jurnalis, akademisi, dan tokoh di Kalimantan Barat untuk bersilaturahmi sekaligus menjalankan tugas profesionalnya.

Tidak ada yang menyangka, pertemuan hangat itu menjadi salah satu momen terakhir bersama sahabat dan kolega di kota yang ikut membentuk perjalanan hidupnya.

Maryadi meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki, Deniz Henry Majid. Dari pengalaman Maryadi, dapat dipetik pelajaran bahwa pengabdian kepada pers tidak hanya diwujudkan melalui berita yang ditulis, tetapi juga melalui upaya menjaga agar media tetap sehat, independen, dan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Bagi rekan-rekannya, Maryadi telah menuntaskan perjalanan panjangnya. Namun, dedikasi dan gagasan yang ia tinggalkan akan terus hidup di ruang-ruang redaksi, organisasi media, dan setiap insan pers yang meyakini bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi penting bagi demokrasi.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

H. Hildi Hamid Duta Besar LBBP Ajerbaizan. (foto: rido)

Tokoh Publik

Siapa Hildi Hamid dan Apa Kiprahnya
pontianak-times.co.id

Tokoh Publik

Tulisan Terakhir Aswandi, Tokoh Pendidik
DR H Edy R Yacoub MSi

Tokoh Publik

Long Edy R Yacoub Melunasi Janji Politik
Yefrizal

Tokoh Publik

Yefrizal dan Pengabdian Bola Voli Kalbar
Malam Anugerah SMSI 2023

Tokoh Publik

Erros dan Azyumardi Pelopor Pers Merdeka
Ir. H. Prabasa Anantatur MH, Politisi Partai Golkar Kalimantan Barat.

Tokoh Publik

Prabasa, Jago Kelahi yang Mapan Berpolitik
H Satono Bupati Sambas

Tokoh Publik

Satono Ngebut dari Jembatan ke Perpustakaan
Widya Hastuti

Tokoh Publik

Politisi Wanita Multitalenta Andalan Nasdem Kalbar
error: Content is protected !!