Jakarta. Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam pemaparan visi misi di hadapan Komisi I DPR RI, akan memprioritaskan sumber daya manusia.
“Para pendahulu kita telah merumuskan arah pembangunan bangsa ini dengan pondasi pembangunan bangsa terletak pada kualitas manusianya,” kata Yudo Margono, Jumat (2/12/2022) saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Menurut Yudo, syair lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah bukti otentik bahwa untuk membangun sebuah kekuatan harus dimulai dari kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Hal ini diawali dengan membangun jiwa.
“Ini terkandung makna menanamkan rasa cinta tanah air, jiwa kebangsaan serta memahami nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” katanya di depan RDPU yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid.
Pada akhirnya, lanjut Yudo, jika hal ini telah terbentuk, maka akan turut memengaruhi cara berpikir dan cara bertindak dalam mewujudkan tujuan negara Indonesia. Pembangunan jiwa menjadi landasan utama dalam membangun jati diri prajurit TNI.
“Hal ini akan menjadi pondasi kuat dalam pembangunan kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara,” papar Yudo.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia TNI yang unggul dalam setiap penugasan dilandasi profesionalisme dan jiwa yang tangguh. “Sumber daya manusia, saya prioritaskan yang pertama karena dasar dalam pembangunan TNI,” ujar Yudo.
Siap Siaga
Yudo yang juga Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini menjelaskan prioritas kedua adalah meningkatkan kesiapan operasional satuan-satuan TNI, personil maupun alutsistanya sehingga memiliki tingkat kesiapsiagaan tinggi. “Siap untuk digerakkan kapanpun, sesuai kebutuhan,” kata Yudo.
Dalam kaitannya dengan tugas prajurit TNI, Yudo menjabarkan TNI sesuai UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. TNI merupakan komponen utama pertahanan negara, bertujuan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan Negara dan Bangsa Indonesia.
Menurut calon pengganti Jenderal Andika Perkasa ini, Panglima TNI sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia memiliki tugas untuk membentuk, membina dan mewujudkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.
Kehadiran Yudo dalam RDPU didampingi KASAD Jendral Dudung Abdurrahman, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan para petinggi dari Trimatra lainnya. Ia beranji akan meneruskan pembangunan TNI dengan visi mewujudkan TNI yang kuat sehingga menjadikan rakyat dan bangsa Indonesia menjadi bermartabat di mata dunia
“Semua itu dapat dicapai dengan menjadikan TNI sebagai patriot NKRI. Prajurit Trimatra yang profesional, modern dan tangguh demi keutuhan Indonesia,” ujar Yudo.(rdo)


















