Home / Edukasi

Jumat, 6 November 2026 - 17:00 WIB

FISIP Untan Perkuat Literasi 36 Siswa SMKN 3 Pontianak

Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) FISIP Untan memberikan penguatan literasi kepada 36 siswa kelas XI SMKN 3 Pontianak.

Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) FISIP Untan memberikan penguatan literasi kepada 36 siswa kelas XI SMKN 3 Pontianak.

PONTIANAK – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) membekali 36 siswa kelas XI SMKN 3 Pontianak dengan keterampilan membaca dan menulis sebagai persiapan menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) pada 20 Oktober 2026, tim FISIP Untan memberikan penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami informasi, menyusun tulisan, dan membuat laporan secara sistematis.

Tim pelaksana terdiri atas Dr. Dahniar Th Musa, M.Hum., Posmanto Marbun, S.IP., M.A., Galuh Bayuardi, S.Sos., M.Si., dan Azizah Larasati, S.I.P., M.A.

Tim memilih siswa kelas XI sebagai peserta karena mereka membutuhkan pembekalan sebelum menjalani PKL. Selama praktik, siswa harus mampu memahami instruksi pekerjaan, mencatat pengalaman, mengolah informasi, serta menyusun laporan kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, tim menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis secara mekanis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami bacaan, mengidentifikasi informasi penting, membangun penalaran, menarik kesimpulan, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.

Kemampuan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi siswa pendidikan vokasi. Selain menguasai keterampilan teknis, mereka juga harus mampu memahami dokumen kerja, menyusun laporan, dan berkomunikasi secara profesional di lingkungan industri.

Baca juga:  PKL Raup Untung di Festival Sahur-Sahur
Skor Literasi Meningkat

Tim pelaksana menggunakan pendekatan interaktif melalui sosialisasi materi, presentasi PowerPoint, dan dialog bersama peserta.

Untuk mengukur perubahan pemahaman, tim melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan. Instrumen evaluasi mencakup 10 pertanyaan dengan skala Likert yang mengukur tiga aspek, yakni pemahaman, teknik, dan penggunaan literasi membaca dan menulis.

Hasil evaluasi menunjukkan skor komposit peserta meningkat dari 36,08 atau 72,17 persen pada pre-test menjadi 39,92 atau 79,83 persen pada post-test.

Peningkatan juga terlihat pada ketiga aspek penilaian. Aspek pemahaman naik dari 81,11 persen menjadi 86,94 persen. Aspek teknik meningkat dari 69,78 persen menjadi 78,44 persen, sedangkan aspek penggunaan bertambah dari 70,19 persen menjadi 77,41 persen.

Meski menunjukkan peningkatan, hasil penghitungan Normalized Gain (N-Gain) mencatat nilai 0,15 atau 14,79 persen. Berdasarkan kategori dalam laporan evaluasi, capaian tersebut tergolong rendah.

Temuan ini menunjukkan sosialisasi satu kali belum cukup untuk menghasilkan peningkatan kemampuan literasi secara optimal. Siswa masih membutuhkan pelatihan praktis, pendampingan penulisan, serta pembiasaan membaca kritis.

Baca juga:  Jejak Panjang Maryadi, Jurnalis Periang Berdedikasi Tinggi

Karena itu, laporan PPM merekomendasikan penguatan budaya literasi secara berkelanjutan melalui keterlibatan guru, kegiatan membaca dan menulis, serta integrasi kemampuan literasi dalam pembelajaran vokasi.

Dunia Kerja

SMKN 3 Pontianak merupakan institusi pendidikan vokasi yang berdiri sejak 14 Juni 1967. Sekolah yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kecamatan Pontianak Selatan, ini memiliki bidang keahlian yang berorientasi pada bisnis, manajemen, dan pariwisata.

Karakter pendidikan tersebut menuntut siswa tidak hanya menguasai keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga mampu membaca dokumen, memahami prosedur, menyusun laporan, dan menyampaikan informasi secara tertulis maupun lisan.

Melalui program PPM ini, FISIP Untan mendorong pengembangan kapasitas siswa sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah menengah kejuruan.

Hasil evaluasi menjadi bahan pengembangan kegiatan pengabdian berikutnya agar penguatan literasi tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut melalui praktik, pendampingan, pembiasaan, dan evaluasi berkala.

Dengan kemampuan literasi yang lebih baik, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, mengolah informasi, menyusun laporan secara sistematis, dan berkomunikasi profesional sebagai bekal menghadapi dunia kerja.[cit-jour/fir]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Penyambutan Jemaah Haji yang tiba di Kalbar oleh Gubernur Kalbar H Ria Norsan dan Bupati Sambas H Satono.

Edukasi

Jemaah Haji Kubu Raya dan Sambas Telah Tiba
Bupati Sambas H Satono melepas CJH Kabupaten Sambas, Rabu (21/5/2025)

Edukasi

309 Calon Jemaah Haji Sambas Berangkat ke Tanah Suci
Ir H Prabasa Anantatur MH, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Edukasi

Pulihkan Traumatis Psikologis Siswi Peserta LCC Korban Kecurangan
Muda Mahendrawan

Edukasi

Pesan Muda di Diskusi Panel Literasi Beretika
Ketua MUI Kabupaten Sambas H Sumar'in memimpin salat ghaib dan doa bersama jajaran Polres Sambas.

Edukasi

Ikhtiar Spiritual Jaga Kondusivitas Negeri
Damkar Swadesi Assalam

Edukasi

20 Relawan Damkar Swadesi Assalam Ikut Pelatihan
Diskusi Bupati Sambas dan Mahasiswa

Edukasi

Diskusi Mahasiswa dan Bupati Sambas di Asrama
Tim CarbonEthics dan Masyarakat Lokal Menjajaki Area Proyek

Edukasi

Restorasi 21 Ribu Hektare Gambut, CarbonEthics Gandeng Lima Desa
error: Content is protected !!