PONTIANAK – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) membekali 36 siswa kelas XI SMKN 3 Pontianak dengan keterampilan membaca dan menulis sebagai persiapan menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) pada 20 Oktober 2026, tim FISIP Untan memberikan penguatan literasi untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami informasi, menyusun tulisan, dan membuat laporan secara sistematis.
Tim pelaksana terdiri atas Dr. Dahniar Th Musa, M.Hum., Posmanto Marbun, S.IP., M.A., Galuh Bayuardi, S.Sos., M.Si., dan Azizah Larasati, S.I.P., M.A.
Tim memilih siswa kelas XI sebagai peserta karena mereka membutuhkan pembekalan sebelum menjalani PKL. Selama praktik, siswa harus mampu memahami instruksi pekerjaan, mencatat pengalaman, mengolah informasi, serta menyusun laporan kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis secara mekanis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami bacaan, mengidentifikasi informasi penting, membangun penalaran, menarik kesimpulan, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Kemampuan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi siswa pendidikan vokasi. Selain menguasai keterampilan teknis, mereka juga harus mampu memahami dokumen kerja, menyusun laporan, dan berkomunikasi secara profesional di lingkungan industri.
Skor Literasi Meningkat
Tim pelaksana menggunakan pendekatan interaktif melalui sosialisasi materi, presentasi PowerPoint, dan dialog bersama peserta.
Untuk mengukur perubahan pemahaman, tim melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan. Instrumen evaluasi mencakup 10 pertanyaan dengan skala Likert yang mengukur tiga aspek, yakni pemahaman, teknik, dan penggunaan literasi membaca dan menulis.
Hasil evaluasi menunjukkan skor komposit peserta meningkat dari 36,08 atau 72,17 persen pada pre-test menjadi 39,92 atau 79,83 persen pada post-test.
Peningkatan juga terlihat pada ketiga aspek penilaian. Aspek pemahaman naik dari 81,11 persen menjadi 86,94 persen. Aspek teknik meningkat dari 69,78 persen menjadi 78,44 persen, sedangkan aspek penggunaan bertambah dari 70,19 persen menjadi 77,41 persen.
Meski menunjukkan peningkatan, hasil penghitungan Normalized Gain (N-Gain) mencatat nilai 0,15 atau 14,79 persen. Berdasarkan kategori dalam laporan evaluasi, capaian tersebut tergolong rendah.
Temuan ini menunjukkan sosialisasi satu kali belum cukup untuk menghasilkan peningkatan kemampuan literasi secara optimal. Siswa masih membutuhkan pelatihan praktis, pendampingan penulisan, serta pembiasaan membaca kritis.
Karena itu, laporan PPM merekomendasikan penguatan budaya literasi secara berkelanjutan melalui keterlibatan guru, kegiatan membaca dan menulis, serta integrasi kemampuan literasi dalam pembelajaran vokasi.
Dunia Kerja
SMKN 3 Pontianak merupakan institusi pendidikan vokasi yang berdiri sejak 14 Juni 1967. Sekolah yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kecamatan Pontianak Selatan, ini memiliki bidang keahlian yang berorientasi pada bisnis, manajemen, dan pariwisata.
Karakter pendidikan tersebut menuntut siswa tidak hanya menguasai keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga mampu membaca dokumen, memahami prosedur, menyusun laporan, dan menyampaikan informasi secara tertulis maupun lisan.
Melalui program PPM ini, FISIP Untan mendorong pengembangan kapasitas siswa sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah menengah kejuruan.
Hasil evaluasi menjadi bahan pengembangan kegiatan pengabdian berikutnya agar penguatan literasi tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut melalui praktik, pendampingan, pembiasaan, dan evaluasi berkala.
Dengan kemampuan literasi yang lebih baik, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, mengolah informasi, menyusun laporan secara sistematis, dan berkomunikasi profesional sebagai bekal menghadapi dunia kerja.[cit-jour/fir]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















