Home / Edukasi

Kamis, 7 Juli 2022 - 03:02 WIB

Desa Bersinar Program Unggulan BNN

Budi Wibowo Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat

Budi Wibowo Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak. Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki fungsi dan peran penting dalam pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika. Salah satu program pencegahan itu adalah Desa Bersih Narkoba (Bersinar)

“Program Desa Bersinar yang dicanangkan pemerintah melalui BNN sangat efektif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” kata Brigjen Pol Budi Wibowo SH SIK MH, Kepala BNN Provinsi Kalbar saat menjadi pembicara dalam talkshow Hari Anti Narkotika (HANI) 2022, Selasa (5/7/2022) di Aula Kanwil Kemenkumham Kalbar.

Program Desa Bersinar merupakan upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa. Di dalamnya banyak program mulai pencegahan, rehabilitasi, hingga memberikan keterampilan dasar hidup.

“Desa Bersinar bermulai dari keluarga. Harapannya ada keluarga  yang memiliki pemahaman dan kualitas hidup sehat tanpa narkotika,” kata Budi.

Program Desa Bersinar merupakan upaya pencegahan dan penanganan penyalah gunaan narkoba di tingkat desa yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa bersama masyarakat desa. Tujuannya menjadikan suatu desa yang indah bersinar dan bersih dari narkotika.

Baca juga:  Intip Sekolah Dasar Bertaraf Internasional di Sambas

Program Desa Bersinar tersebut, kata Budi, menjadi bagian dari tiga fungsi utama BNN yaitu pencegahan dan pemberdayaan, fungsi pemberantasan dan yang ketiga adalah fungsi rehabilitasi.

Bahaya narkotika, kata Budi, menjadi permasalahan seluruh dunia. Persoalam peredaran gelap dan penyalahgunaannya sama saja di semua negara. Hanya strategi penanganannya masing-masing yang berbeda strategi, mempertimbangkan kondisi masing-masing negara.

Menurutnya, srategi BNN RI sejak kepemimpinan Komjen Pol Petrus Golose telah memberi arahan. Yang pertama pendekatan terdiri dari fungsi-fungsi pencegahan dan pemberdayaan. Kedua adanya komunikasi, edukasi, dan sosialisasi. Yang  ketiga adalah Desa Bersinar.

“Namun semua harus dilakukan dengan kesadaran diri sendiri serta membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba. Apa yang kami lakukan dengan fungsi pemberantasan oleh BNN, Polda, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lapas itu menjadi lebih berat manakala tidak dilandasi iman,” kata Budi.

Baca juga:  20 Relawan Damkar Swadesi Assalam Ikut Pelatihan

Hal ini, kata Budi, tentunya menjadi landasan utama yang mana Desa Bersinar membutuhkan support pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi.  “Secara konsep sudah jelas arahnya seperti itu,” ujar dia.

Menurutnya, sudah banyak yang dilakukan bersama-sama dan sebagian besar sudah cukup hebat. Hanya perlu dukungan yang lebih riil dan lebih kuat untuk bisa lebih mengoptimalkan semua upaya yang dilakukan.

Dukungan itu, lanjutnya, mengingat kejahatan narkotika masuk dalam kategori transnational crime atau ordinary crime yaitu kejahatan terorganisir dan memiliki struktur yang begitu luar biasa. “Hal itu disebabkan mengandung unsur bisnis dengan ciri-ciri lintas batas negara dan kejahatan yang bersifat intranegara,” kata Budi.

Penulis: Dwi Agma Hidayah

Share :

Baca Juga

Pencanangan PIN Polio Kabupaten Sambas

Edukasi

Ikuti PIN Polio untuk Tumbuh Kembang Anak
Penyerahan santunan

Edukasi

Fraksi Golkar DPRD Kalbar Peduli Panti Asuhan
Bupati Sambas H Satono

Edukasi

Bupati Sambas Siapkan Umroh Gratis 10 Tahfidz Quran
pontianak-times.co.id

Edukasi

Seleksi Poltekip dan Poltekim 2022 Dimulai
Peserta pelatihan jurnalistik aparatur desa SDSJ dia Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Sabtu (11/10/2025). Foto: Ryan Kodonnk

Edukasi

SDSJ Besutan KBM, Ikhtiar Memperkuat Kapasitas Desa
Kampus Universitas Indonesia. foto: dokumen web UI

Edukasi

Universitas Indonesia Menanggung Malu
Muhammad Khusyairi

Edukasi

SMSI Kalbar Segera Gelar Diskusi Literasi Beretika
pontianak-times.co.id

Edukasi

Wafat Jelang Khotbah Jumat, Ini Amalan Walikota Bandung
error: Content is protected !!