Home / Birokrasi

Jumat, 28 Juni 2024 - 14:42 WIB

Sambas Peringkat Pertama IDM se-Kalbar

Gotong royong warga, salah satu aktivitas warga di Desa Sekuduk,  Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas

Gotong royong warga, salah satu aktivitas warga di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas

Sambas. Kabupaten Sambas mengukir prestasi peringkat pertama Indeks Desa Membangun (IDM) se Provinsi Kalimantan Barat. Di level nasional menempati posisi 15 dari 434 Kabupaten.

“Alhamdulillah Kabupaten Sambas menempati peringkat 1 IDM di Kalbar dan peringkat 15 nasional dari 434 Kabupaten se-Indonesia dengan nilai agregat 0,8760,” kata Bupati Sambas H Satono SSos I  MH, Jumat (28/6/2024).

Menurut Satono, prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolaborasi semua pihak, komponen, dan stakeholder yang terlibat dalam upaya mendorong IDM Kabupaten Sambas hingga saat ini, mulai dari OPD, Pendamping Desa, Kepala Desa serta perangkatnya dinas dan lainnya.

“Ini prestasi kita bersama yang telah membantu meningkatnya IDM Kabupaten Sambas menjadi yang tertinggi di Kalbar dan peringkat 15 secara nasional,” kata Satono seraya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak.

Baca juga:  Seru, Lima Hari Festival Durian Lumbang

Prestasi tersebut melengkapi pencapaian pembangunan di Kabupaten Sambas yag sebelumnya juga meraih kejayaan lantara kabupaten yang masuk dalam wilayah perbatasan ini meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalbar.

“Kami akan terus berupaya memberikan kerja nyata pembangunan. Tidak hanya di sektor fisik dan infrastruktur, namun juga berkomitmen kuat untuk membangun sumber daya manusia di Kabupaten Sambas,” ujar Satono.

Seperti diketahui, IDM merupakan instrumen pengukuran status Kemajuan Desa berdasarkan indeks komposit yang terdiri dari dimensi sosial, ekonomi, dan ekologi. Semakin tinggi indeks sebuah desa maka semakin baiklah tiga dimensi tersebut.

Baca juga:  Ribuan Penonton Saksikan Final Dragon Boat

Dalam menetapkan penilaian IDM ini, Kementerian Desa mengukur dengan variabel dan indikator yang terukur, untuk menentukan intervensi anggaran maupun kebijakan pembangunan desa. Selanjutnya, terdapat klasifikasi lima status desa yakni Desa Mandiri, Desa Maju, Desa Berkembang, Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal.

IDM ini juga menjadi salah satu dasar bagi Kementerian Keuangan untuk menetapkan pengalokasian Dana Desa, sebagai acuan perencanaan pembangunan desa dan perdesaan bagi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan pemangku kepentingan lainnya. (ind)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Satono melakukan Sidak didampingi Wakil Bupati Sambas H Heroaldi Djuhardi Alwi, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas H Fery Madagaskar. Sidak ke sejumlah kantor pelayanan publik di hari kedua masuk kerja usai libur lebaran Idulfitri.

Birokrasi

Satono Sidak ASN Usai Lebaran, Ingatkan Disiplin Kerja
Yudo Margono

Birokrasi

Ini Prioritas Laksamana Yudo Margono
Konsultasi tenaga honorer

Birokrasi

Bagaimana Nasib Tenaga Honorer Pemerintah?
Hari Jadi Kabupaten Sambas

Birokrasi

Hari Jadi 392 Sambas Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Syukuran HDKD 77

Birokrasi

Syukuran HDKD 77 Kemenkumham Kalbar
M Febriadi SSos MSi

Birokrasi

Pemekaran Tiga DOB Ketapang Berlanjut
Kapolda memimpin upacara kenaikan pangkat personel Polri dan PNS Polda Kalbar, Kamis (1/7/2021). Foto: Humas Polda Kalbar

Birokrasi

Korp Rapot, 193 Personel Polda Kalbar Naik Pangkat
Pertanggungjawaban APBD Melawi 2022

Birokrasi

Penggunaan Uang Pemkab Melawi 2022 Belum Dipertanggungjawabkan
error: Content is protected !!