Home / Ekonomi

Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:22 WIB

Tanaman Kratom Perlu Dukungan Regulasi

Pengamat Ekonomi, Muhammad Fahmi mendukung berdirinya Sentarum Laboratorium.

Pengamat Ekonomi, Muhammad Fahmi mendukung berdirinya Sentarum Laboratorium.

Pontianak. Penyediaan layanan uji mutu kratom Sentarum Laboratorium oleh Perusda Aneka Usaha mendapat sambutan dari berbagai kalangan. Layanan itu perlu ditindaklanjuti dengan regulasi.

Menurut Pengamat Ekonomi Dr Muhammad Fahmi SE MM Ak CA CPA CRBC CRGP, regulasi yang cocok untuk mengatur perdagangan kratom itu adalah dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Namun terlebih dahulu perlu sinkronisasi dengan stakeholder lainnya, termasuk di pemerintah pusat.

“Akan lebih bagus lagi apabila telah ada role model dan melalui kajian akademis. Dengan demikian, tanaman kratom ini akan lebih optimal lagi penggarapannya dan para petani serta pengusaha kratom akan mendapatkan kepastian dalam berbisnis,” ujar Fahmi kepada pontianak times, Sabtu (28/1/2023).

Menurut Fahmi, dengan hadirnya Sentarum Laboratorium menjadi bagian solusi agar para pihak yang bersentuhan langsung dengan komoditas kratom ini memperhatikan standarisasi mutu dan kualitas dari sisi teknis, hingga higienisitas.

“Kalau aspek-aspek itu terpenuhi, maka calon pembeli di luar negeri yang mayoritas saat ini dari Amerika, akan lebih memiliki kepercayaan,” ujar Fahmi seraya menyebut tata niaga kratom saat ini masih dalam tahap transisi.

Baca juga:  Jadikan Kalbar 'Gula' Para Investor Melalui Infrastruktur Tepat Sasaran

Karena tahap transisi itulah, lanjut Fahmi, perlu keseriusan menyiapkan berbagai instrumen lainnya seperti regulasi. “Bagi provinsi Kalbar sendiri, tentunya akan menjadi komoditas andalan dan memiliki multiflier effect luas, disamping bisa menjadi pendapatan asli daerah,” katanya.

Menurut Fahmi, untuk selanjutnya penting pula diperhatikan terkait ekspor kratom harus memiliki  daya dukung antara lain mutu atau kualitas, pemenuhan aspek teknis termasuk keamanan pangan, dan keberlanjutan (sustainability).

“Maksud keberlanjutan ini, jangan sampai hanya di awal-awal saja booming, selanjutnya bahan baku kratom dan tataniaganya terhenti,” ujar Fahmi yang juga Dosen Magister Akuntansi Universitas Tanjungpura ini.

Gubernur Kalbar

Fahmi memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalbar H Sutarmidji yang telah luar biasa mendorong tanaman kratom sebagai bahan baku obat-obatan ini sehingga menjadi komoditas unggulan.

Baca juga:  JIPREMIUM 2022 Jembatan Kerjasama Korea dan Indonesia

Potensi kratom di Kalbar sangat luar biasa dan masih bisa dikembangkan di kabupaten lainnya di Kalbar selain Kapuas Hulu, Sambas, Ketapang, Sintang dan Sekadau.

Seperti diketahui, Sentarum Laboratorium tersebut dilauncing Gubernur Kalbar H Sutarmidji, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke 66, Sabtu (28/1/2023).

Sutarmidji dalam berbagai kesempatan memang selalu mempertahankan komoditas kratom (Mitragyna speciosa) adalah tanaman obat. Ia juga pernah menghadiri rapat di Kantor Staf Presiden (KSP) bersama BNN dan BPOM. Raat itu terkait rencana pelarangan kratom pada 2023.

“Saya minta tidak dilarang karena ada 200 ribu lebih warga Kalbar yang menggantungkan hidupnya dari tanaman kratom. Kratom masuk tanaman obat berdasarkan SK kementerian pertanian. Tanaman ini memang zak adiktifnya lebih kuat dibanding ganja, tetapi tidak membuat halusinasi,” ujar Sutarmidji.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Sertifikasi Halal UMKM KAlbar

Ekonomi

Sertifikasi Halal 1000 UMKM di Kalbar
Rakornas Inflasi

Ekonomi

Lima Langkah Kendalikan Inflasi
Pencari Kepiting

Ekonomi

Pencari Kepiting di Ujung Negeri
Uang rupiah baru 2022

Ekonomi

BI Luncurkan Tujuh Uang Kertas Rupiah Baru
Peresmian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak

Ekonomi

Terminal Kijing Solusi Pelabuhan Pontianak
MIC UMKM Singkawang

Ekonomi

MIC di Singkawang Sasar 60 Pelaku UMKM
Rochma Hidayati, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat.

Ekonomi

Belajar dari Kasus WPONE, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong
Peserta sosialisasi layanan digtalisasi nasabah pensiunan.

Ekonomi

Bank Kalbar dan Taspen Sosialisasi Digitalisasi Layanan Pensiun
error: Content is protected !!