Home / Ekonomi

Selasa, 6 September 2022 - 10:12 WIB

Peresmian Telkodesa+ Sukamanah Banten

Peresmian TelkoDesa+, Senin (5/9/2022) di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, Banten

Peresmian TelkoDesa+, Senin (5/9/2022) di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, Banten

Tangerang. Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia Budiman Sudjatmiko meresmikan TelkoDesa+, Senin (5/9/2022) di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, Banten.

“Saya yakin Telkodesa+ ini dikelola secara profesional dan bisa bermanfaat untuk masyarakat desa Sukamanah. Semua desa yang ada di Kecamatan Rajeg diharapkan bisa bergabung,” kata Budiman saat peresmian.

Peresmian Telkodes+ yang merupakan produk layanan Internet bekerja sama dengan Icon+ ini berlangsung di di Aula Kantor Desa Sukamanah. Hadir  dalam peresmian ini Camat Rajeg Ahmad Fatoni, Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin, Kepala Desa Daun Johani AMTG, Babinsa, Tokoh Agama, Pemuda, Masyarakat, Para Ketua RT dan RW, dan Humas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Wisnu Utomo dan Edy Riyadi serta para pengurus Koperasi Satelit Desa Indonesia.

“Saya sangat bangga jika kita bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, termasuk tuan rumah di desanya sendiri. Diharapkan setiap usaha koperasi ini ada rezeki 20 persen untuk beasiswa anak-anak yang berprestasi,” ujar Budiman.

Baca juga:  Satono Gencar Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi

Ia berharap seluruh masyarakat yang ada di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg menjadi pelopor desa digital, karena sekarang jamannya sudah digital dan semakin cepat kemajuan teknologi.

Camat Rajeg Ahmad Fatoni mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pengawas Koperasi Desa Indonesia yang sudah hadir di wilayahnya. Ia merasa bangga ada salah satu desanya yang ditunjuk sebagai desa percontohan dari Koperasi Satelit Desa Indonesia.

“Semoga dengan adanya Telkodesa+ di Desa Sukamanah bisa memajukan perekonomian di wilayah,” Fatoni.

Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin mengaku bangga wilayahnya menjadi tempat percontohan TelkoDesa+ dari Koperasi Satelit Desa Indonesia. “Saya berharap masyarakat bisa bergabung memasang TelkoDesa+ agar memudahkan komunikasi, karena saat ini sudah jamannya digital,” katanya.

Baca juga:  PKL Raup Untung di Festival Sahur-Sahur

Suntoro Ketua Umum Koperasi Satelit Desa Indonesia menjelaskan Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) berdiri pada saat awal pandemi tepatnya 15 Juli 2020. KSDI adalah koperasi modern pertama yang pendiriannya dilakukan melalui media daring.

“Adapun produk digital KSDI adalah device atau perangkat berupa smartphone Desanova, jaringan berupa produk layanan internet dengan merk usaha Telkodesa, aplikasi dan sekolah IT desa,” jelasnya.

Produk unggulan KSDI, lanjutnya, adalah Telkodesa+ sebagai produk layanan Internet yang bekerja sama dengan Icon+. “Produk ini menjadi primadona di sektor bisnisnya KSDI. Dengan konsep KSDI mengajak mitra desa dan kelurahan untuk memiliki perusahaan internet di desa atau kelurahan secara legal dan menguntungkan,” tutupnya.(dwi/rls)

Share :

Baca Juga

Pengajuan pendirian Kopdes Merah Putih dari Peemkab Sambas kepada Wamenkop.

Ekonomi

Sinergi Pusat dan Daerah, Garap Kopdes Merah Putih
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyerahkan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.

Ekonomi

Maman Beri Kabar Gembira Bagi Pelaku UMKM
TOP 20 UMKM Petani Kopi Terbaik Indonesia Binaan Bank Indonesia bersama-sama dengan Team Bank Indonesia, Yayasan KAPPI, dan Coffee Lab 5758.

Ekonomi

Kopi Liberika Kayong Utara Tembus Pasar Premium Dunia
Ikan Lele indukan yang dikembangkan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) bersama Tim Pemberdayaan Masyarakat dan warga Desa Sukamaju Ketapang.

Ekonomi

Mopakha Kembangkan Budidaya Lele untuk Perkuat Ekonomi di Ketapang
Monev Bank Kalbar bersama Kanwil Dirjen Perbendaharaan Kalbar.

Ekonomi

Bank Kalbar dan DJPb Monev KUR Tepat Sasaran
Baznas

Ekonomi

Baznas Kelola Zakat untuk Kemandirian Umat
Pedagang Kaki Lima

Ekonomi

PKL Raup Untung di Festival Sahur-Sahur
Renata Arianingtyas, Direktur Women’s Rights and Inclusion TAF.

Ekonomi

TAF dan DBSF Berdayakan 80 Ribu Perempuan Marginal di Kalbar
error: Content is protected !!