Home / Edukasi

Rabu, 22 Juni 2022 - 03:44 WIB

10 Calon Rektor IAIN Pontianak Adu Visi Misi

Para calon rektor IAIN Pontianak berkumpul di Kemenag RI mengadu visi misi dan program unggulan, Selasa (21/6/2022)

Para calon rektor IAIN Pontianak berkumpul di Kemenag RI mengadu visi misi dan program unggulan, Selasa (21/6/2022)

Jakarta. Sebanyak 10 orang calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memaparkan visi dan misi di hadapan penguji dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Selasa (21/6/2022).

Kesepuluh calon tersebut adalah Dr Fachrurazi SAg MM, Dr Fitri Sukmawati SPsi MPsi, Prof Dr Ibrahim MA, Dr Ichsan Iqbal SE MM, Dr Misdah SAg, MPd, Dr Munawar MSi, Dr Patmawati SAg MAg, Dr Syarif SAg MA, Prof Dr Zaenuddin Sag, dan DR Abdul Mukti SAg MA.

“Alhamdulillah baru selesai tahap seleksi di tingkat Kemenag RI,” ujar DR H Munawar MSi, salah seorang Calon Rektor IAIN Pontianak kepada pontianak-times.co.id.

Menurut Munawar, dirinya menjalani proses tersebut di hadapan para profesor penguji layaknya sedang mempertahankan desertasi. “Saya menyampaikan alasan mengapa ikut pencalonan serta menjabarkan visi dan misi,” ujar Munawar.

Calon rektor dengan nomor urut 7 saat menghadapi seleksi di Kemenag ini menjelaskan paling lambar dua hari setelah tahapan ini, akan keluar nama siapa yang bakal menjadi Rektor IAIN Pontianak. “Semua calon berjumlah 10 orang,” ujarnya.

Ada beberapa pertimbangan mengapa Munawar mencalonkan diri sebagai Rektor IAIN Pontianak, antara lain kiprah selama 30 tahun di IAIN Pontianak. Sejak 1990, masih Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kemudian beralih status menjadi STAIN Pontianak, dan hingga tahun 2013 berubah menjadi IAIN Pontianak.

Baca juga:  Dai Ujung Tombak Ketahanan Pangan Perbatasan

Banyak pengalaman dan peristiwa secara struktural maupun akademik, yang telah dilalui. Telah tercurah fikiran dan tenaga bahkan materi guna menyempurnakan pengadilan di Kampus kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat ini;

“Ini kesempatan terakhir untuk berkompetisi menjadi rektor karena terbatas umur yang diatur dalam UU dengan umur maksimal  60 tahun. Sebagai putera daerah Kalimantan Barat, patut bangga jika bisa mengabdikan diri kepada daerah dan masyarakatnya secara lebih luas lagi,” papar Munawar.

Sebelumnya, Munawar pernah ikut calon Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar tahun 2017 dan masuk 3 besar. Kemudian Tahun 2018 Ikut Calon Rektor IAIN Pontianak, tapi belum berhasil.

Dalam penyampaian visi misinya di hadapan penguji Kemenag RI, Munawar secara gambalang menyebut IAIN Pontianak telah mempertontonkan politik balas dendam dan arogansi kekuasaan yang mengutamakan etnis dan golongan tertentu.

“Kondisi ini kurang baik, dan tak mencerminkan IAIN rumah bersama. Jika ini dibiarkan akan menjadi blunder yang bisa menimbulkan konflik yang tak berguna,” katanya.

Baca juga:  Prajurit TNI Perbatasan Jadi Tenaga Pengajar Tambahan

Munawar siap melakukan perubahan di kampus tersebut jika mendapatkan amanah dan mengamankan kebijakan menteri di satuan kerja (satker) pendidikan tinggi IAIN Pontianak.  Program prioritas kepemimpinan dalam masa 4 tahun ke depan antara lain siap menjadikan IAIN Pontianak sebagai rumah besar moderasi beragama, penangkal paham radikalisme, terorisme, perekat kerukunan umat beragama di Kalimantan Barat.

Selanjutnya, merealisasikan lahan 20 ha tanah hibah dari Bpk Drs H.Tawil tokoh masyarkat Kubu Raya untuk pembangunan Kampus 2 di daerah Rasau Jaya, menindaklanjuti proses alih status IAIN menjadi UIN Pontianak, dengan segera membentuk Panitia Percepatan Alih status IAIN menjadi UIN Pontianak.

Program lainnya, menjadikan IAIN Pontianak  sebagai Kopertais dan sebagai IAIN pembina PTAIS di Kalimantan Barat. Pembenahan  kelembagaan IAIN Pontianak menyangkut TRI darma perguruan tinggi. Segera menjajaki kerjasama dengan pemerintah Pusat, daerah, steakholder, pihak swasta dan berbagai Perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri guna memenuhi kebutuhan finansial IAIN, menuju BLU.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa

Edukasi

Mahasiswa 5 Perguruan Tinggi Gotong Royong
Karhutla

Edukasi

MPA Dua Desa Berlatih Penanganan Karhutla
ilutrasi gagal ginjal akut

Edukasi

Pemerintah Bentuk Tim Kasus Gagal Ginjal Anak
Layanan Apostille

Edukasi

Apostille Selain Praktis Juga Ekonomis
Audiensi Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas bersama pihak Kemendkbudristek.

Edukasi

Jerit Honorer Pendidikan Sambas di Kemendikbudristek
Hoegeng Award 2022

Edukasi

Jejak Polisi Penerima Hoegeng Awards 2022
seminar public speaking

Edukasi

HMJ Keperawatan Singkawang Gelar Seminar Public Speaking
Rapat Koordinasi Tata Ruang Pemprov Kalbar

Edukasi

Kalbar Adopsi THIS dalam Penataan Ruang
error: Content is protected !!