Sambas – Bupati Sambas H. Satono melepas 450 personel Satgas Pamtas Yonif 645/GTY ke perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) untuk menjaga kedaulatan NKRI, Minggu (29/3/2026).
Pelepasan prajurit itu berlangsung di Lapangan Yonif 645/GTY, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas. Upacara pemberangkatan berlangsung khidmat, menandai dimulainya misi strategis para prajurit dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di garis depan.
Penugasan Satgas Pamtas kali ini akan difokuskan pada pengamanan wilayah perbatasan statis antara Indonesia dan Papua Nugini. Namun, tugas para prajurit tidak hanya sebatas menjaga stabilitas keamanan.
Ada misi kemanusiaan dan sosial yang diemban, di mana prajurit diharapkan mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat lokal, memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah penugasan dan menjaga kondusifitas wilayah perbatasan melalui pendekatan persuasif.
Kehadiran Bupati Satono dalam prosesi pelepasan ini menjadi simbol kuat dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Sambas bagi para “Penjaga Perbatasan”.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan moral bagi para prajurit yang akan berjuang di garda terdepan demi keutuhan NKRI,” ujar Bupati Satono di sela acara.
Turut hadir menyaksikan momen pelepasan ini unsur Forkopimda Kabupaten Sambas, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran perwira staf Yonif 645/GTY. Kehadiran para tokoh daerah ini mempertegas sinergi antara TNI dan pemerintah dalam mendukung stabilitas nasional.[im]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News


















