Home / Ekonomi

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:45 WIB

KBM Segera Gelar Refleksi Akhir Tahun 2025

Flyer kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang akan diselenggarakan Kampung Borneo Multimedia (KBM).

Flyer kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang akan diselenggarakan Kampung Borneo Multimedia (KBM).

Pontianak – Kampung Borneo Multimedia (KBM) segera menggelar refleksi akhir tahun 2025 bidang ekonomi dan infrastruktur Kalbar.

Ketua Panitia Refleksi Akhir Tahun 2025, Uun Yuniardi menjelaskan kegiatan tersebut akan dilaksanakan Minggu 28 Desember 2025 di Warkop Klani. Refleksi ini bertema ‘memotret kinerja ekonomi dan kondisi infrastruktur Kalbar.

“Tujuannya menjadi bagian dari partisipasi publik melalui dialog terbuka dan kreatif. Tujuan lainnya untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih adaptif dalam merespons dinamika sosial dan ekonomi,” ujar Uun yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Kalimantan Barat.

Uun menjelaskan, para narasumber yang akan dihadirkan adalah Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Barat Syarif Amin Muhammad, praktisi ekonomi Dr Muhammad Fahmi SE MM AkCA CPA dan moderator Muhammad Chandra Djamaluddin.

Baca juga:  Laba Bank Kalbar, Bukti Tangguh di Lini Fundamental

“Para peserta ditargetkan mewakili berbagai kalangan meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari seluruh perguruan tinggi di Pontianak. Selain itu, tokoh masyarakat, komunitas pemuda, komunitas ekonomi kreatif, dan pemerhati kebijakan,” kata Uun.

Proses kegiatan refleksi ini, kata Uun, didesain interaktif bagi para peserta untuk memberikan solusi berupa rekomendasi nantinya bagi pihak terkait. “Kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan stand up comedy dan performance akustik musik kritik sosial dari KPJ,” katanya.

Baca juga:  Donat Bulat Melesat Cepat Berkat Bank Kalbar

Syarif Amin Muhammad, salah seorang calon narasumber merespons positif diselenggarakannya refleksi akhir tahun. “Kami mendukung kegiatan tersebut, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat,” kata Syarif Amin.

Syarif Amin menjelaskan pihaknya merinci kondisi APBD Provinsi Kalbar sebesar Rp6,28 Triliun. Jumlah tersebut terkecil di provinsi yang ada di Kalimantan.

“Kondisi ini memerlukan inovasi dan daya ungkit. Bicara soal infrastruktur tentunya tergantung anggaran dan banyak indikator lainnya,” ujar Syarif Amin yang membidangi prekekonomiandi DPRD Provinsi Kalbar.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bupati Sambas, H Satono menyerahkan Sembako pada momen Pasar Murah di Selakau untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Ekonomi

Giliran Pasar Murah di Selakau Kendalikan Inflasi
Sosialisasi Pekerja Migran

Ekonomi

Marak PMI Ilegal, Pemkab Mempawah Gagal
Kapolsek Semparuk IPTU Rio Fachrihadi secara simbolis melayani pembelian pangan murah.

Ekonomi

Pangan Murah Polsek Semparuk, Jual Beras Rp60 Ribu Perkarung
Gal Collection Pontianak

Ekonomi

Gal Collection Makin Melejit Disentuh Bank Kalbar
Pemkab Sanggau bersama Bank Kalbar, Taspen dan Jamkrida menggelar pembekalan ASN yang akan memasuki masa purna bhakti 2025–2026, Kamis (5/6/2025) diHotel Harvey, Sanggau.

Ekonomi

Pembekalan ASN Sanggau Memasuki Purna Bhakti
Karyawan Bank Kalbar yang senantiasa siap melayani nasabahnya.

Ekonomi

Surprise! Bank Kalbar Cetak Laba Rp139 Miliar di Triwulan I 2026
Renata Arianingtyas, Direktur Women’s Rights and Inclusion TAF.

Ekonomi

TAF dan DBSF Berdayakan 80 Ribu Perempuan Marginal di Kalbar
Dr Yulius MA

Ekonomi

Pelaku Bisnis Siaga Hadapi Resesi 2023
error: Content is protected !!