Pontianak. Sebanyak 60 orang disabilitas di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan kewirausahaan dan pembuatan konten digital, Minggu (25/5/2025).
Pelatihan tersebut digelar oleh Paraprenuer Indonesia Bahagia bertajuk “Parapreneur dan Praflluencer” hasil kerja bareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar dan warga disabilitas Kalimantan barat.
Kegiatan ini menyasar pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan berbasis ekonomi produktif. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok pelatihan, masing-masing beranggotakan 15 orang.
Jenis pelatihan yang diberikan mencakup produksi makanan ringan seperti kacang goreng dan peyek bagi disabilitas netra, perakitan bunga hias dan bunga artifisial, pengolahan makanan seperti dimsum, serta pelatihan menjahit dan pembuatan tas.
Lokasi pelatihan di dapur netra di Satuperdua Kopi Tiam Jalan Sepakat 2 Pontianak. Parapreneur berlatih membuat keripik peyek dan kacang goreng. Pelatihan ini untuk tuna netra.
Lokasi pelatihan kedua di cafe Satuperdua Kopitiam II Jalan Reformasi Pontianak. Materi pelatihan adalah merangkai bunga. Sedangkan lokasi pelatihan ketiga di Jalan Karya Baru Pontianak, dengan materi pelatihan pembuatan dimsum, untuk disabilitas daksa dan tuna rungu.
“Kegiatan hari ini saya yakini akan membawa manfaat besar. Para peserta adalah individu penuh semangat dengan kapasitas luar biasa. Saya yakin mereka bisa mandiri dan minimal bermanfaat bagi diri sendiri,” ujar Halimatus Sa’diyah, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK RI yang hadir sebagai narasumber.
Mustaat Saman selaku pembina paraprenuer Indonesia Bahagia,mengatakan “pelatihan ini bukan sekadar membekali keterampilan, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di daerah”. Ia mencontohkan salah satu kelompok peserta netra yang mulai merintis usaha produksi makanan ringan dalam skala besar.
“Tujuan utamanya adalah mengembangkan bakat teman-teman disabilitas. Kami ingin produk mereka bisa dipasarkan secara luas. Terima kasih kepada OJK Kalbar yang telah bekerja sama, sehingga teman-teman disabilitas bisa semakin berdaya,” kata Mustaat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan distribusi produk-produk UMKM disabilitas agar lebih kompetitif dan dikenal publik. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat mendorong perubahan paradigma terhadap potensi penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri.
Penulis: Indra Hermawan I Update Berita, ikuti Google News


















