Home / Ekonomi

Kamis, 22 September 2022 - 19:08 WIB

Teh Sappang Inovasi Bumdes Desa Pusaka

Kayu Sappang yang telah diolah menjadi teh, sangat praktis untuk dikonsumsi.

Kayu Sappang yang telah diolah menjadi teh, sangat praktis untuk dikonsumsi.

Sambas. Inovasi telah ditunjukan pengelola UMKM Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berkah Hakikat Pusaka, Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Sebuah produk berupa Teh Sappang telah diluncurkan.

Kayu Sappang atau Secang yang dalam bahasa latinnya Caesalpinia sappan ini sudah sering dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai bahan minuman herbal. Namun pengolahannya masih manual. Biasanya batang kayu sappang terlebih dahulu diserut dan dijemur sebelum diseduh sebagai bahan minuman.

Agar lebih praktis, Bumdes Berkah Hakikat Pusaka mengolah bahan tersebut menjadi produk sepang serut yang siap pakai dan ada pula yang sudah berbentuk serbuk seperti teh celup. Produk tersebut melalui packaging yang unik dan menarik sebagai salah satu teh herbal untuk kesehatan.

“Kayu Sappang ini sangat bagus untuk kesehatan. Agar mudah di konsumsi, kayu sappang kita olah menjadi teh herbal yang proses pengerjaannya masih manual,” kata Elpani, Kepala Desa Pusaka, Kamis (22/9/2022).

Sappang merupakan tanaman semak atau pohon rendah yang masuk dalam famili Leguminoceae, tersebar di wilayah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh liar dengan berbagai macam sebutan.

Sappang dalam bahasa Melayu Sambas ini juga dikenal dengan nama Sepang dalam bahasa Gayo, Sopang dalam bahasa Batak, dan Seupeueng dalam bahasa Aceh. Orang Minangkabau menyebutnya Lacang, Secang di Jawa Tengah, Supa (Bima), Sappang (Makasar), Sepang (Bugis) dan penyebutan nama lainnya.

Dari beberapa hasil penelitian menyebutkan, Sappang jika dicampur dengan air (bisanya air panas atau hangat) akan memunculkan warna kemerahan. Warna yang dihasilkan itu berasal dari senyawa brazilin (C16H14O5).

Brazilin ini merupakan senyawa antioksidan yang mudah larut dalam air panas. Antioksidan adalah suatu zat yang memiliki peranan penting untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas berlebih atau racun dalam tubuh. Antioksidan ini juga berfungsi mencegah dan memperbaiki kerusakan sel-sel di dalam tubuh.

Bahan minuman kesehatan herbal (alami) ini, bagi UMKM Bumdesa Berkat Hakikat Pusaka dapat mengangkat potensi UMKM yang ada di Desa Pusaka. “Kami berinovasi mengemas kayu seppang menjadi minuman alternatif herbal lokal yang berkhasiat bagi kesehatan, karena mengandung anti oksidan dan sebagainya,” ujar Elpani.

Dalam realisasinya, Elpani menuturkan masih terdapat kendala yakni bahan baku, lantaran susah untuk didapatkan. Akibatnya pemasarannya menjadi terbatas. “Sementara ini kita masih terkendala terkait bahan baku yang terbatas. Untuk pemesanan relatif konsisten, perbulannya sekitar 150 sampai 200 pack dengan harganya perbungkus Rp15 ribu,” ujar Elpani.

Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku di masa mendatang, saat ini melakukan penanaman bibit pohon kayu sappang di tanah seluas 2 hektar. ‚ÄúPenanaman baru berjumlah 50 batang. Pohon sappang saat ini terkesan sudah langka dan jarang ditemui di desa, sehingga kita kembangkan lagi,” jelas Elpani.

Bagi masyarakat Kabupaten Sambas maupun wilayah lain yang ingin memesan atau membeli produk herbal teh sappang bisa langsung ke Kantor Desa Pusaka atau Sekretariat Bumdes Berkah Hakikat Pusaka. (jyn/st)

Share :

Baca Juga

Mulyadi

Ekonomi

Seru, Lima Hari Festival Durian Lumbang
MIC UMKM Singkawang

Ekonomi

MIC di Singkawang Sasar 60 Pelaku UMKM
Buah Naga

Ekonomi

Buah Naga dari Jawai yang Menggoda
pontianak-times.co.id

Ekonomi

Sekali Coba Pasti Ketagihan Warung Laut
pontianak-times.co.id

Ekonomi

HIPMI Dukung RSI Garap Agrobisnis Nilam
Revitalisasi Pasar Beringin

Ekonomi

Stop Revitalisasi Pasar Beringin di Akhir Jabatan
Presiden Joko Widodo di Pasar Kemuning

Ekonomi

Jokowi Puji Pontianak Kendalikan Inflasi
Jan Samuel Maringka

Ekonomi

Bantu Rp21 M Program Pangan Sambas
error: Content is protected !!