Home / Peristiwa

Kamis, 25 September 2025 - 12:31 WIB

Tegas, Satono Respons Lima Tuntutan Rakyat Bersuara

Bupati Sambas H Satono dan Wakil Bupati H Heroaldi di Ruang Rapat DPRD Sambas berdialog dengan peserta aksi.

Bupati Sambas H Satono dan Wakil Bupati H Heroaldi di Ruang Rapat DPRD Sambas berdialog dengan peserta aksi.

Sambas. Bupati Sambas H Satono dengan tegas merespons lima tuntutan masyarakat yang disampaikan elemen Rakyat Bersuara dalam aksi, Selasa (23/9/2025).

Respons dalam bentuk solusi itu antara lain mengenai pembangunan jalan dan jembatan di kabupaten yang memiliki luas 6.396 km persegi ini. “Kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur,” kata Satono.

Satono pada periode kedua berpasangan dengan Heroaldi, baru enam bulan lebih menjabat. Ia mengharapkan partisipasi semua pihak agar program dapat dikawal bersama.

“Di DPRD Kabupaten Sambas ada 45 anggota dari setiap dapilnya. Saya yakin tidak ada masalah selama didukung penuh oleh seluruh dewan. Bismillah,” kata Satono.

Respons kedua terkait nasib guru honorer P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ia menggaransi 3.375 honorer paruh waktu tersebut akan diterima. “Saya sudah bertemu dengan Deputi Kemenpan RI,” ujarnya.

Ekspektasi Satono malah mengingnkan targetnya bisa mencapai 30 ribu. Hanya saja, tidak mungkin langsung mengakomodasi seluruh tenaga honorer, termasuk yang bekerja di rumah sakit. Sebab, data harus diverifikasi dengan valid. “Saya bisa pastikan itu. Selama SK belum terbit, saya minta agar tetap bekerja seperti biasa,” katanya.

Isu Piutang dan Hibah

Tuntutan lain yang disampaikan para peserta aksi yang mayoritas dari Kecamatan Jawai itu adalah isu soal piutang APBD Rp273 Miliar dan dana hibah Rp150 Miliar. “Itu tidak ada. Saya ingin meluruskan isu itu. Setahu saya per September 2025, utang itu nihil,” ujar Satono.

Baca juga:  Komite Aksi Politik Indonesia Perkasa Garap Riset

Untuk meyakinkan hal tersebut, Satono bahkan mengecek ke Sekda Ferry Madagaskar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banang) DPRD Kabupaten Sambas.

“Begitu pula isu hibah Rp150 miliar, itu tidak ada. Yang ada hanyalah bantuan berupa aset seperti tiang listrik, jalan desa, dan lain-lain. Hal ini saya sampaikan agar masyarakat memahami kondisi yang sebenarnya,” terang Satono.

Tambang Rakyat

Sebanyak 100 orang lebih Elemen Rakyat Bersuara yang digawangi Korlap Erwin mantan Anggota DPRD Sambas ini juga menyoal tambang rakyat. Untuk hal ini, Satono sebulan lalu malah telah membicarakannya di Kantor Gubernur agar ada kepastian hukum melalui WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat).

“Di Kalbar saat ini baru ada dua lokasi yaitu di Kapuas Hulu dan Ketapang. Insyaallah saya akan usulkan tambahan, namun harus ada data resmi dari masyarakat supaya tidak menimbulkan fitnah. Jika ada potensi, segera ajukan melalui musyawarah desa agar bisa diproses,” kata Satono.

Tuntutan kelima terkait pembangunan Jalan di Kecamatan Jawai, Tangaran, Selakau, Selakau Timur, Subah, dan titik lainnya. Pihak Pemkab Sambas telah melakukan pemantauan dengan turun langsung ke lokasi.

Baca juga:  Nelayan Peniraman Raib Ditelan Arus Laut

“Saya sudah turun langsung ke kampung-kampung. Namun pembangunan tentu dilakukan berdasarkan skala prioritas. Mohon beri saya waktu, karena hal ini sudah saya sampaikan ke Sekda dan DPRD. Selama saya dan pak Hero dipercaya, Insyaallah pembangunan akan terus berlanjut,” kata Satono.

Satono yang telah mengunjungi setiap kampung dan 195 desa ini mengaku sangat paham dengan kondisi wilayah yang dipimpinnya.

Untuk pembagunan seluas itu memerlukan waktu dan prioritas. Untuk Tangaran sudah dialokasikan Rp5 miliar tahun ini. Jalan Jawai dari Rambayan Tebas juga sudah berjalan. Begitu pula Sentebang sampai Parit Setia.

Namun, lanjut Satono, adanya efisiensi dana dari pemerintah pusat, mengharuskan ada penundaan. Jika dipaksakan tentu tidak mungkin. “Namun kami tidak akan diam, pembangunan tetap harus dikawal. Saya mohon dukungan hingga tahun 2030 agar pembangunan di Kabupaten Sambas dapat berjalan baik,” paparnya.

Satono menyampaikan terima kasih atas masukan, saran, dan kritik dari masyarakat. “Inilah tanda daerah kita akan maju, karena ada kepedulian bersama untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas,” kata Satono.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Polsek Astana Anyar Bandung

Peristiwa

Agus Pelaku Bom Bunuh Diri Astana Anyar
Korban tenggelam terseret arus laut

Peristiwa

Korban Terseret Arus Pantai Samudra Meninggal
Personel Polres Sambas memasang garis polisi (Police Lines).

Peristiwa

Kebakaran Ruko di Jalan Terminal Pemangkat
Pengukuhan Paskibraka

Peristiwa

Pengukuhan Anggota Paskibraka 2023
Kondisi Banjir di Kecamata Bonti Kabupate Sanggau

Peristiwa

Kecamatan Bonti Sanggau Terparah Dihantam Banjir
Identitas Mayat Terapung di Perairan Peniti Luar

Peristiwa

Terungkap, Identitas Mayat Terapung di Perairan Peniti Luar Mempawah
Kick Off HKSN 2024

Peristiwa

Dua Menteri Hadir Gotong Royong di Kick Off HKSN 2024
Sebanyak 16 siswa SDN 12 Benua Kayong Ketapang dirawat di IGD RSUD dr Agoesdjam, Selasa (23/9/2025).

Peristiwa

16 Siswa SDN di Ketapang Keracunan MBG
error: Content is protected !!