Home / Sport

Minggu, 19 April 2026 - 12:10 WIB

Rakor NPCI Kalbar Dorong Sinergi & Prestasi Disabilitas

Peserta Rakor NPCI Kalimantan Barat, Sabtu (18/4/2026)

Peserta Rakor NPCI Kalimantan Barat, Sabtu (18/4/2026)

PONTIANAK – NPCI Kalbar menggelar rapat koordinasi bersama Disporapar se-Kalbar untuk menyamakan persepsi pembinaan olahraga prestasi disabilitas di daerah, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Organisasi untuk Meningkatkan Prestasi” ini turut dihadiri pengurus National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Fokus utama rakor ini adalah menegaskan kedudukan hukum NPCI sebagai induk pembinaan olahraga disabilitas sesuai UU Nomor 11 Tahun 2022 Pasal 31 Ayat 5.

Ketua NPCI Kalbar, Mustaat Saman, menyoroti kebijakan beberapa Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di tingkat kabupaten yang masih menyamakan status pendanaan NPCI dengan organisasi bukan penerima hibah tetap.

“Saya berharap rakor ini menyamakan persepsi tentang kedudukan NPCI sesuai UU No. 8 Tahun 2016, PP No. 16 dan 17 Tahun 2007, serta Permenpora No. 13 Tahun 2023. Seluruh produk hukum ini dengan jelas menguatkan posisi NPCI sebagai penerima hibah tetap,” tegas Mustaat dalam sambutannya.

Baca juga:  Kontingen Beladiri MMA Kalbar Bertolak ke Arena PON XXI

Meski kerap menghadapi keterbatasan fasilitas di daerah, atlet disabilitas Kalbar terus menorehkan prestasi gemilang. Pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024, Kalbar sukses menduduki peringkat ke-11 nasional dengan raihan 16 medali emas.

Sementara di level internasional, atlet Kalbar menyumbang 6 emas, 3 perak, dan 7 perunggu bagi Indonesia pada ASEAN Para Games Thailand 2025.

Mewakili Disporapar Provinsi Kalbar, Kabid Olahraga Eko Akbar Setiawan, mengapresiasi capaian tersebut. Ia mengimbau pengurus NPCI daerah untuk lebih intens berkoordinasi dengan Dispora masing-masing.

Baca juga:  Peparnas Dimulai, Kalbar Siap Bertanding

“Prestasi atlet NPCI yang membanggakan ini harus terus digaungkan. Sebagai contoh, masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ada atlet disabilitas asal Kabupaten Kubu Raya yang berlaga di ajang bergengsi level dunia, yakni Paralimpiade Paris 2024,” ujar Eko.

Di sisi lain, perbaikan sistem pembinaan ini sangat dinantikan oleh para atlet. Feliska, atlet angkat berat asal Kabupaten Sekadau, berharap sinergi ini berdampak langsung pada fasilitas penunjang prestasi.

“Semoga pembinaan di daerah dan provinsi berjalan lebih baik demi kemandirian disabilitas. Kami sangat berharap fasilitas training camp dan rumah singgah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” pungkasnya.

Kontributor: Abdul Mazlan I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie

Update Berita, ikuti Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Pepapernas Palembang

Sport

Atlet Pelajar Disabilitas Kalbar Raih Prestasi di Peparpenas 2023
Greysia Polii

Sport

Greysia Atlet Andalan Indonesia Gantung Raket
Bola Voli Kalbar

Sport

Brimob A Polda Kalbar Juara Bola Voli HUT Bhayangkara 76
Waibi Sarawak

Sport

Waibi Sarawak Serahkan Piala Sampan Bedar
Selebrasi timnas Italia setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB.

Sport

Mancini Merendah dan Puji Spanyol
Pasangan ganda campuran Dejan/Apriyani terlihat kompak di lapangan. Mereka lolos ke semifinal PPIC 2026.

Sport

Dejan/Apriyani Lolos Semifinal PPIC 2026, Bertemu Pasangan Chinese Taipei
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi memberikan motivasi kepada Jonathan Prizi dalam mengikuti seleksi tim pelajar U-15 Kemenpora, Jumat (2/7/2021)

Sport

Atlet Sepakbola Sambas Masuk Seleksi U-15
Jadwal Pertandingan Piala Dunia

Sport

Maroko Mengukir Sejarah Sepakbola Dunia
error: Content is protected !!