PONTIANAK – NPCI Kalbar menggelar rapat koordinasi bersama Disporapar se-Kalbar untuk menyamakan persepsi pembinaan olahraga prestasi disabilitas di daerah, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Organisasi untuk Meningkatkan Prestasi” ini turut dihadiri pengurus National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Fokus utama rakor ini adalah menegaskan kedudukan hukum NPCI sebagai induk pembinaan olahraga disabilitas sesuai UU Nomor 11 Tahun 2022 Pasal 31 Ayat 5.
Ketua NPCI Kalbar, Mustaat Saman, menyoroti kebijakan beberapa Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di tingkat kabupaten yang masih menyamakan status pendanaan NPCI dengan organisasi bukan penerima hibah tetap.
“Saya berharap rakor ini menyamakan persepsi tentang kedudukan NPCI sesuai UU No. 8 Tahun 2016, PP No. 16 dan 17 Tahun 2007, serta Permenpora No. 13 Tahun 2023. Seluruh produk hukum ini dengan jelas menguatkan posisi NPCI sebagai penerima hibah tetap,” tegas Mustaat dalam sambutannya.
Meski kerap menghadapi keterbatasan fasilitas di daerah, atlet disabilitas Kalbar terus menorehkan prestasi gemilang. Pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024, Kalbar sukses menduduki peringkat ke-11 nasional dengan raihan 16 medali emas.
Sementara di level internasional, atlet Kalbar menyumbang 6 emas, 3 perak, dan 7 perunggu bagi Indonesia pada ASEAN Para Games Thailand 2025.
Mewakili Disporapar Provinsi Kalbar, Kabid Olahraga Eko Akbar Setiawan, mengapresiasi capaian tersebut. Ia mengimbau pengurus NPCI daerah untuk lebih intens berkoordinasi dengan Dispora masing-masing.
“Prestasi atlet NPCI yang membanggakan ini harus terus digaungkan. Sebagai contoh, masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ada atlet disabilitas asal Kabupaten Kubu Raya yang berlaga di ajang bergengsi level dunia, yakni Paralimpiade Paris 2024,” ujar Eko.
Di sisi lain, perbaikan sistem pembinaan ini sangat dinantikan oleh para atlet. Feliska, atlet angkat berat asal Kabupaten Sekadau, berharap sinergi ini berdampak langsung pada fasilitas penunjang prestasi.
“Semoga pembinaan di daerah dan provinsi berjalan lebih baik demi kemandirian disabilitas. Kami sangat berharap fasilitas training camp dan rumah singgah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” pungkasnya.
Kontributor: Abdul Mazlan I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News



















