Home / Peristiwa

Jumat, 21 Januari 2022 - 01:08 WIB

POM Protes Beduk Singkawang Dibuang

Lokasi beduk yang dipindahkan di belakang Kantor Bank Mandiri Kelurahan Melayu Singkawang. Foto: dokumen POM

Lokasi beduk yang dipindahkan di belakang Kantor Bank Mandiri Kelurahan Melayu Singkawang. Foto: dokumen POM

Singkawang – Sebuah beduk dengan nuansa religi yang biasa digunakan untuk swafoto di Halaman Masjid Raya Singkawang, dipindahkan ke tempat yang tidak etis. Akibatnya, DPP Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar mengirim nota protes terbuka, Kamis (20/1/2022).

“Surat terbuka itu sudah kita sebarkan dan akan ditindaklanjuti dengan surat resmi yang segera dikirimkan ke Pemkot Singkawang,” kata Agus Setiadi, ketua DPP POM Kalbar kepada pontianak-times.

Menurut Agus, dari dokumentasi dan bukti foto yang didapatkan, kondisi beduk seperti dicampakkan ke rerumputan di tepi jalan dekat lokasi awal, tepatnya di belakang Kantor Bank Mandiri Kelurahan Melayu. Kondisinya sudah ada beberapa bagian yang lapuk.

Beduk raksasa berukuran panjang 7 meter dengan diameter 1,5 meter itu awalnya diletakkan menggunakan kaki penopang. Dibuat menggunakan dana hasil iuran masyarakat. “Kami yang memfasilitasi donasinya hingga terkumpul Rp70 juta. Bukan menggunakan uang pemkot. Tidak eloklah kalau dilemparkan begitu saja, karena ada kaligrafi dan simbol-simbol etnik,” ujar Agus.

Baca juga:  Syukuran Prajurit Hebat Yonzipur 6/SD Anjongan

Selama ini, lanjut Agus, properti tersebut sering digunakan untuk swafoto warga yang datang ke lokasi dan menunjang aspek wisata. Posisinya sangat pas. Apalagi dalam dua bulan ke depan sudah masuk bulan Ramadhan. Aneh kalau digeser ke tempat lain. “Kami belum mendapatkan keterangan yang rasional dari pihak Pemkot Singkawang terkait pemindahan beduk itu,” ujar dia.

Ditanya soal siapa yang memindahkan beduk, Agus menjelaskan dari informasi yang didapatkannya melalui perwakilan POM di Singkawang memang ada rapat yang dilakukan Sekda dan mau memindahkannya. “Hanya saja kami tidak tahu kapan dan rencananya dipindahkan ke mana,” papar Agus.

Ia menyarankan agar disimpan di Kantor Walikota sambil menunggu perbaikan untuk kemudian dipasang kembali di tempat semula. Sehingga kalaupun dipindahkan, mesti ke tempat yang layak, jangan seperti sampah. “Hal ini agar tidak menimbulkan keresahan. Orang-orang yang melihat kan seolah dibuang. Itu yang kami sesalkan,” lanjut dia.

Baca juga:  Suap Mantan Bupati Tanah Bumbu Rp104,3 M

DPP POM Kalbar, papar Agus, meminta Walikota Singkawang segera menyikapi peristiwa itu untuk kondusivitas Kota Singkawang yang selama ini dikenal toleran dan rukun. “Walikota harus bisa membaca kondisi dengan menyikapi secara bijak,” kata Agus seraya mengaku dirinya turut meredam agar masyarakat tetap tenang sambil menunggu klarifikasi dari pihak Pemkot Singkawang.

Sementara itu, dari surat terbuka POM Kalbar yang beredar diketahui, ditujukan ke Pemkot Singkawang c/q Sekretaris Daerah Kota Singkawang, perihal permintaan klarifikasi.

Dari pesan berantai melalui WhatsApp yang diterima pontianak-times.co.id, beredar informasi bahwa beduk itu awalnya hendak diletakkan di sekretariat DPD POM Singkawang. Namun karena menghalangi akses masuk kendaraan, terpaksa diletakkan di rerumputan belakang gedung Bank Mandiri Singkawang.

  • Penulis : R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Ketua RT dan Jasad Korban

Peristiwa

Warga Gempar Sinsang Singkawang Bunuh Diri
Bupati Mempawah, Erlina memluk Salbiah, seorang warga yang rumahnya robooh diterjang angin dan banjr rob.

Peristiwa

Erlina Bantu Korban Bencana Alam di Sungai Duri
Rumah Abun Terbakar

Peristiwa

Rumah Milik Abun Ludes Terbakar
Mayat tanpa identitas

Peristiwa

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Jungkat
Tim Satpolairud Polres Sambas mengevakuasi jenazah Mulyadi (49), Anak Buah Kapal (ABK) KM Wirangga di perairan Laut Subi, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (25/10/2025) sore.

Peristiwa

Satpolairud Evakuasi Jenazah ABK KM Wirangga di Laut Subi
Loggo HMI

Peristiwa

Lima Ribu Kader HMI Bakal Kumpul di Pontianak
Proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya

Peristiwa

PT WIKA Belum Bayar PJU-TS di Sambas
Nawani memeluk jasad anaknya yang terbungkus daun pisang di pinggir jalan raya Jawai Selatan Kabupaten Sambas.

Peristiwa

Ayah Peluk Jasad Anak Terbungkus Daun Pisang
error: Content is protected !!