Home / Edukasi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:13 WIB

Petani Melawi Sukses Budidaya Padi Inpari 32 di Lahan Gambut

Pembudidayaan padi Inpari 32 di lahan gambut, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.

Pembudidayaan padi Inpari 32 di lahan gambut, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.

Melawi – Seorang petani asal Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, sukses membudidayakan padi varietas Inpari 32 yang tumbuh subur di lahan gambut.

Petani tersebut bernama Taswadi (57), anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Melawi. Keberhasilan tersebut juga menunjukan potensi hasil panen yang baik, serta membuktikan bahwa lahan gambut dapat dikelola secara produktif.

Ketua LDII Kalimantan Barat, Susanto kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026) mengapresiasi upaya Taswadi yang dinilai mampu menjadi contoh bagi petani lainnya.

Menurutnya, Taswadi layak dijadikan petani teladan karena sejak awal mengolah lahan gambut tanpa cara bakar. “Pak Taswadi sudah kami jadikan petani teladan, karena selain hasil tanam cukup baik juga  sejak awal mengolah lahan gambut tanpa bakar,” ujar Susanto.

Ia menambahkan, metode olah tanam yang dilakukan Taswadi tetap mengedepankan aspek lingkungan keberhasilan menanam padi Inpari 32 di lahan gambut semakin menyempurnakan upaya tersebut.

Baca juga:  Peserta Rakernas Sylva Indonesia Tanam Seribu Mangrove

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan pengetahuan yang memadai, lahan gambut bisa menjadi penopang ketahanan pangan. Kami bangga atas ikhtiar dia sehingga gambut menjadi lahan produktif untuk menghasilkan beras,” tambahnya.

Secara organisatoris, lanjut Susanto, LDII terus mendorong warganya untuk berperan aktif membantu pemerintah dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Pertanian menjadi bidang pengabdian yang terus didorong, agar terwujud ketahanan pangan yang berbasis pertanian berkelanjutan,” tegas Susanto.

Tantangan

Sementara itu, Taswadi mengakui bahwa dirinya sempat menghadapi tantangan dan keraguan dari sejumlah pihak yang menilai lahan gambut tidak cocok untuk tanaman padi.

“Alhamdulillah tantangan yang dihadapi dengan berbekal pengetahuan dibarengi kerja keras meraih keberhasilan. Walaupun diawal tak sedikit yang menyangsikan, karena lahan gambut yang ditanami dikenal dengan keasaman yang tinggi,” ujar Taswadi.

Petani yang juga merupakan pengurus DPD LDII Melawi ini menjelaskan bahwa varietas Inpari 32 dipilih karena dinilai adaptif, produktif, serta memiliki daya tahan yang baik.

Baca juga:  Pengukuhan Paskibraka se-Kalimantan Barat

“Selain karena dibantu bibit, pilihan varitas Inpari karena lebih adaptif dan ini juga masih sifatnya tumpang sari dengan tanaman hortikultura,” jelas Taswadi.

Ia menambahkan, hasil panen padi Inpari 32 yang rencananya akan dipanen dalam beberapa hari ke depan akan dijadikan bibit kembali.

“Varietas Inpari 32 yang saya tanam rencananya akan dijadikan bibit kembali. Harapannya bibit yang ada sudah adaptasi dengan lahan gambut yang ada,” imbuhnya.

Taswadi berharap keberhasilan yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan pertanian di lahan gambut. Selain mendukung ketahanan pangan, upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga. [rls]

Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Pemateri Ramadhan (tengah), bersama anggota Menwa dan Calon Menwa STAI Mempawah, Jumat 19 September 2025.

Edukasi

Diksar Calon Anggota Menwa STAI Mempawah
Kodm 1201 Mempawah

Edukasi

Bentuk Solidaritas, Kodim 1201 Bagi Takjil
Siswa SUPM Kalbar

Edukasi

Polemik SUPM Pontianak Harus Diakhiri
Aksi tolak RUU Sisdiknas

Edukasi

Enam Hal Penting RUU Sisdiknas 2022
Bikers Kalbar

Edukasi

Bikers Kalimantan Barat Sukseskan MPTB IV
pontianak times

Edukasi

10 Calon Rektor IAIN Pontianak Adu Visi Misi
Peserta PJAD Kabupaten Ketapang mengikuti dengan seksama materi yang disampaikan narasumber, Sabtu (1/11/2025) di Aula Kantor Bupati Ketapang.

Edukasi

Sekda Ketapang Repalianto Buka PJAD Section 2 Besutan KBM
Layanan Apostille

Edukasi

Apostille Selain Praktis Juga Ekonomis
error: Content is protected !!