PONTIANAK – Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 resmi berakhir di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Minggu (6/9/2026). Lima partai final melahirkan para juara dari China dan Chinese Taipei, sementara satu-satunya wakil Indonesia di final, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, harus puas sebagai runner-up.
China menjadi negara paling dominan pada partai puncak Indonesia Masters 2026. Negeri Tirai Bambu mengamankan gelar dari nomor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri. Chinese Taipei meraih gelar tunggal putra.
Pada nomor ganda putri, pasangan China Liao Li Xi/Shen Shi Yao tampil sebagai juara setelah mengalahkan Chou Yun An/Ruo Hsuan Ko dari Chinese Taipei dengan skor 21-14, 21-15.
Shen Shi Yao mengaku sangat bersyukur atas gelar tersebut. Ia bahkan tidak menyangka bisa menjadi juara setelah sebelumnya mengalami cedera lutut cukup serius.
“Saya sangat bersyukur karena saya tidak pernah berpikir bisa juara di sini karena sebelum ini saya mengalami cedera lutut yang cukup serius,” ujar Shen.
Menurut Shen, arahan pelatih menjadi salah satu kunci kemenangan mereka. Ia juga menyebut dukungan para pemain senior China, seperti Jia Yi Fan, Liu Sheng Shu dan Tan Ning, banyak membantu proses latihan dan perkembangan permainan mereka.
Liao Li Xi mengatakan persaingan pada turnamen berikutnya akan semakin berat. Ia bersama Shen bertekad kembali memberikan kemampuan terbaik dan menjaga kepercayaan diri setelah sukses meraih gelar di Pontianak.
Dari nomor tunggal putra, Wang Po-Wei dari Chinese Taipei yang berstatus unggulan kedua keluar sebagai juara. Wang menundukkan wakil China, Sun Chao, dalam dua gim dengan skor 21-13, 21-19.
Fokus
Wang mengaku tidak terlalu memikirkan banyak hal saat menjalani partai final. Ia memilih fokus memberikan permainan terbaik meski kondisi tubuhnya sedang kurang sehat.
“Saya hanya berusaha sebaik mungkin. Kondisi saya juga sedang tidak terlalu sehat tapi saya bisa juara, rasanya sangat senang,” kata Wang.
Dukungan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani juga menjadi energi tambahan bagi Wang sepanjang pertandingan.
“Saya sangat senang dengan dukungan penonton. Itu membuat saya semakin semangat bermain,” ujarnya.
Sementara itu, gelar tunggal putri menjadi milik Xu Wen Jing dari China. Ia mengalahkan Mansi Singh dari India dengan skor 21-16, 21-8.
Xu Wen Jing mengaku bahagia bisa meraih gelar di Pontianak. Ia juga memberikan apresiasi terhadap atmosfer penonton Indonesia yang menurutnya selalu membuat pertandingan terasa istimewa.
Ganda Campuran
Pada ganda campuran, pasangan China Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi merebut gelar setelah melewati final sesama wakil China. Mereka menundukkan Liao Pin Yi/Zhang Jia Han melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 21-9, 20-22, 22-20.
Ma Xi Xiang menyebut atmosfer penonton di Pontianak luar biasa. Ia juga merasa bangga bisa memenangkan pertandingan yang mempertemukan dua pasangan senegaranya.
Qin Hui Zhi mengungkapkan mereka sempat panik pada awal gim ketiga. Namun, setelah interval mereka mampu bermain lebih lepas, mengejar ketertinggalan dan akhirnya mengunci kemenangan.
Satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada partai puncak adalah Yeremia/Patra. Mereka melaju ke final setelah melewati rangkaian pertandingan impresif dan menjadi harapan terakhir tuan rumah.
Yeremia/Patra sebelumnya mengalahkan unggulan ketiga asal Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, dengan skor 21-7, 21-15 pada semifinal. Hasil tersebut memastikan mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final.
Dengan berakhirnya lima partai final, POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 menutup rangkaian pertandingan internasional selama 1-6 September 2026. Turnamen level BWF World Tour Super 100 itu sekaligus menempatkan Pontianak sebagai salah satu panggung penting bagi persaingan pebulutangkis internasional.
Daftar juara POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026:
- Ganda campuran: Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi (China)
- Ganda putri: Liao Li Xi/Shen Shi Yao (China)
- Tunggal putri: Xu Wen Jing (China)
- Tunggal putra: Wang Po-Wei (Chinese Taipei)
- Ganda putra: Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng (Chinese Taipei)
Dominasi China dan Chinese Taipei menutup turnamen di Pontianak, sementara perjuangan Yeremia/Patra menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia setelah menjadi satu-satunya pasangan Merah Putih yang mampu menembus final.[jek]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















