Home / Sport

Sabtu, 10 Juli 2021 - 00:27 WIB

Komentar Pendukung, Italia atau Inggris?

Road ti Final, pertandingan menegangkan di babak pamungkas adalah tanding keras Italia melawan Inggris, Senin nanti (12/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Road ti Final, pertandingan menegangkan di babak pamungkas adalah tanding keras Italia melawan Inggris, Senin nanti (12/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Pertandingan menegangkan di babak pamungkas adalah tanding keras Italia melawan Inggris, Senin (12/7/2021) pukul 02.00 WIB. Berbagai pendapat dan komentar berseliweran, menjagokan siapa pemenangnya dalam laga nanti.

Setelah kegagalan di piala dunia 2018, tercatat banyak pendukung Italia di berbagai media internasional menyatakan tim Italia sudah habis, dan tidak akan mendukung Italia lagi di berbagai pertandingan internasionalnya. Namun squad Italia kali ini telah membalikkan seluruh pernyataan tersebut.

Apa yang terjadi pada Italia dimasa silam kembali memantul di awal penyisihan grup. Para pengamat maupun suporter mulai menyinggung jejak “rasa malu” Tim Italia di tahun 2018 itu. Akan tetapi Italia memulai dengan mencoba melupakan sejarah kelam. Mereka membuat pandangan baru dan kembali bermain dengan ciri khas italia yang sebenarnya, yaitu bermain dengan pertahanan yang baik. Ini terbukti sukses menuju puncak turnamen musim ini.

Dengan tim yang kuat, termasuk gaya pertahanan jangkar kapten tim Giorgio Chiellini dan seorang manager tim yang memiliki track record sukses di berbagai klub, Roberto Mancini memulainya sebagai sebuah tim yang dianggap Kuda Hitam pada turnamen Euro 2020/2021.

Mancini mengumumkan Squadnya dengan hati-hati. Dia berkata, tujuannya memulai semua ini semata-mata mengembalikan kebahagian masyarakat Italia. “Kita pernah malu, namun saya akan bertanggungjawab memikul semua ini, dengan berusaha tim ini dapat tetap bermain selama mungkin di EURO 2020 ini,” katanya kepada talksport.com.

Resikopun diambil Mancini. Banyak pemain muda yang dipanggil dalam tim untuk Euro 2020 ini. Ia kemudian mengumumkan 26 pemainnya di situs football Italia antaralain:

Kiper: 21. Gianluigi Donnarumma (AC Milan), 26. Alex Meret (Napoli), 1. Salvatore Sirigu (Torino). Bek: 15. Francesco Acerbi (Lazio), 23. Alessandro Bastoni (Inter Milan), 19. Leonardo Bonucci (Juventus), 3. Giorgio Chiellini (Juventus), 2. Giovanni Di Lorenzo (Napoli), 13. Emerson Palmieri (Chelsea), 24. Alessandro Florenzi (Paris Saint Germain), 4. Leonardo Spinazzola (Roma), 25. Rafael Toloi (Atalanta).

Baca juga:  Super Grasstrack Tangaran Digelar Meriah

Gelandang: 18. Nicolo Barella (Inter), 16. Bryan Cristante (AS Roma), 8. Jorginho (Chelsea), 5. Manuel Locatelli (Sassuolo), 7. Lorenzo Pellegrini (Roma), 12. Stefano Sensi (Inter), 6. Marco Verratti (Paris Saint-Germain). Penyerang: 9. Andrea Belotti (Torino), 11. Domenico Berardi (Sassuolo), 20. Federico Bernardeschi (Juventus), 14. Federico Chiesa (Juventus), 17. Ciro Immobile (Lazio), 10. Lorenzo Insigne (Napoli), 22. Giacomo Raspadori (Sassuolo)

Sang juara EURO 1968 ini telah mengalahkan banyak negara dalam penyisihan grup. Di perempat final dan terakhir semifinal berhasil mengalahkan Spanyol dengan teknik bermain gaya lama italia yang sejati “Catenaccio”.

Mancini disebut pahlawan oleh para supporter Italia, dia membuktikan perkataannya yang akan membahagiakan seluruh Italia. Ya.. sekarang Mancini adalah pahlawan bagi seluruh Italia, mereka semua berbahagia, mereka mulai turun ke jalan-jalan seolah melupakan kemarahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Para pengamat di Italia ikut menyebut Mancini di media-media italia. Mereka menyebut Mancini cerdas dalam mengambil keputusan di semifinal EURO melawan Spanyol. Seperti disebutkan di footbal-italia.net, mereka juga menyebut bahwa “Tiki-taka Spanyol tak berdaya di hadapan Catenaccio italia”

Permainan apa yang akan dimainkan Roberto Mancini, apakah kembali akan memainkan style kuno “Catenaccio” italia, ataukah memainkan gaya permainan seperti 2018 dengan pola 3-5-2?. Tentunya seorang Mancini faham betul siapa lawan yang akan dihadapi. Yang pasti, seluruh masyarakat Italia sedang berpesta saat ini, karena telah lama merindukan atmosfir final turnamen Internasional seperti masa keemasan silam.

Para penggemar bola di tanah air pun tak ketinggalan mendukung berkomentar untuk tim unggulannya, disertai analisa dan alasan yang cukup logis. “Saya menjagokan Italia sejak awal pertandingan EURO2020. Dari pertemuan kedua tim pada pertandingan piala dunia, piala eropa dan pertandingan internasional, Italia selalu unggul dari Inggris,” kata H. Hildi Hamid, Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan kepada pontianak-times.co.id.

Gaya permainan yang disuguhkan tim azzurri cukup memukau dan banyak diluar prediksi. Mereka kuat dalam bertahan dengan bek-bek tangguh

H. HILDI HAMID – DUBES AZERBAIJAN

Menurut Hildi, gaya permainan yang disuguhkan tim azzurri cukup memukau dan banyak diluar prediksi. Mereka kuat dalam bertahan dengan bek-bek tangguh. Pola yang disebut catenaccio’ yang menumpuk banyak pemain di daerah pertahanan sendiri ini cukup ampuh. Belum lagi keahlian dari masa transsi bertahan ke penyerangan. Tim ini solid dan bisa mengubah formasi permainan dalam waktu cepat dan berganti-ganti dalam setiap babaknya. “Saya yakin Italia unggul,” ujar Hildi yang baru saja berkabung lantaran ibundanya wafat.

Baca juga:  Indonesia Pimpin Klasemen Asean Paragames XI

Lain halnya, M. Chandra, penggila bola yang juga pemerhati masalah ekonomi dan pembangunan Kalimantan Barat. “Saya dukung Inggris dan memprediksi memboyong piala EURO 2020. Alasan utama peluang kemenangan antaralain, lokasi permainan yang berada di stadion wembley, menjadi kandang sendiri bagi Inggris,” ujar Chandra.

Faktor lainnya, kata Chandra, psikologis para pemain dan eksistensi sebuah negara menurut pandangan negara atau bangsa lain. “Tim yang diunggulkan salahsatunya Jerman ternyata kandas di tangan Inggris pada babak 16 besar. Psikologis nama besar negara itu ada pada Inggris, ditambah penyemangat di Wembley nanti yang akan menambah semangat para pemainnya,” kata Chandra.

Head to Head

  1. Piala Dunia 2014: Inggris vs Italia 1-2
  2. Piala Eropa 2012: Inggris vs Italia 0-0 (2-4 adu penalti)
  3. Piala Dunia 1990: Italia vs Inggris 2-1
  4. Piala Eropa 1980: Italia vs Inggris 1-0
  • Penulis: Richard PS
  • Editor: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Ketua Pengprov IMI Kalimantan Barat, Yuliansyah.

Sport

IMI Kalbar akan Laksanakan Vaksinasi Gratis
Wahdina

Sport

Wahdina, Raih Penghargaan di Haornas ke-40
Pelantikan PBVSI Ketapang

Sport

Irwan Lantik Royden Ketua PBVSI Ketapang
Greysia Polii

Sport

Greysia Atlet Andalan Indonesia Gantung Raket
Pertandingan sepakbola Indonesia vs Jordania

Sport

Indonesia Masih Berpeluang Masuk Final Piala Asia 2023
Pertandingan Swiss melawan Spanyol, babak perempat final, Jumat (2/7/2021). foto: siaran tv RCTI

Sport

Pertahanan Swiss Jebol Digedor Matador
Bola Voli Kapolda Kalbar Cup 2023

Sport

Daftar Juara Voli Kapolda Kalbar Cup 2023
Ujicoba pertandingan bola voli

Sport

Ujicoba Bhayangkara vs Atlet Voli Kalbar
error: Content is protected !!