Home / Edukasi

Senin, 29 Juli 2024 - 20:53 WIB

Kalbar Adopsi THIS dalam Penataan Ruang

Rapat koordinasi tata ruang Pemprov Kalimantan Barat, Senin (29/7/2024)

Rapat koordinasi tata ruang Pemprov Kalimantan Barat, Senin (29/7/2024)

Pontianak. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Barat rapat koordinasi Penataan Ruang dengan mengadopsi paradigma THIS, Senin (29/7/2024) di Hotel Mercure Pontianak.

Paradigma THIS merupakan akronim dari Tematik, Holistik, Integratif, Spasial. Paradigma ini diperkenalkan Kementerian PPN/Bappenas dan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Rapat koordinasi kali ini membahas beragam isu lingkungan yang relevan untuk membuat rencana dan prioritas kebijakan di masa yang akan datang, mulai dari progres revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), penanganan lahan kritis, pengembangan kelapa sawit, pengelolaan kawasan NKT, dan pengembangan ekowisata.

Untuk menyelaraskan program dan tujuan, rapat yang mendapat dukungan USAID SEGAR ini mengundang 60 peserta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalimantan Barat, Bappeda kabupaten, serta mitra pembangunan dan lembaga swadaya masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dra Mahmudah MM. Turut hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi, dan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kapuas.

Baca juga:  CU Keling Kumang dan HKD Bermitra dengan USAID SEGAR

Hadir pula sebagai narasumber, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi.  

Mahmudah dalam sambutannya menyampaikan beberapa tujuan rapat koordinasi ini, termasuk teridentitifkasinya progres dan arah kebijakan mengenai komponen-komponen lingkungan hidup.

”Pembangunan tidak mungkin berjalan optimal tanpa melihat aspek penataan ruang yang saat ini sedang diatur dalam RTRW Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024-2044,” kata Mahmudah.

Menurutnya, pembangunan tentu akan memberikan dampak langsung ataupun tidak langsung terhadap sektor lingkungan. “Oleh karena itu, upaya yang dapat kita laksanakan adalah menekan laju kerusakan yang terjadi akibat adanya pembangunan,” kata Mahmudah.

Terapkan THIS 

Melalui paradigma THIS, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan tema prioritas dalam jangka waktu perencanaan tertentu (tematik), menjabarkan program secara komprehensif (holistik), mensinergikan perencanaan dan pelaksanaan di antara pemangkui kepentingan kunci yang ada (integratif), dan merancang program dalam satu kesatuan wilayah dan menjaga ketersinambungannya antarwilayah (spasial).

Baca juga:  Jaga Ekosistem, Pemprov Kalbar Susun Profil Kehati

Di Provinsi Kalimantan Barat, perencanaan penataan ruang dan lingkungan hidup menjadi salah satu prioritas, mengingat pentingnya karakteristik wilayah Kalimantan Barat dalam hal kawasan konservasi, Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), Jantung Kalimantan (Heart of Borneo), dan kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Potensi-potensi lainnya seperti ekowisata, jasa lingkungan, dan perhutanan sosial. Di sisi lain, perencanaan tersebut juga perlu mempertimbangkan ancaman seperti perubahan iklim dan bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, erosi dan abrasi di sungai dan pantai serta banjir.

Untuk memaksimalkan tata kelola lingkungan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, melalui dukungan dari USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat terus melanjutkan komitmennya dalam menyusun berbagai instrumen perencanaan, termasuk dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal ini juga termasuk penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), yang melibatkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan kunci di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten.(dwi/r) 

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Bimbingan Teknis (Bimtek) memperkuat peran Satuan Tugas Media Sosial (Satgas Medsos) dan sosialisasi PP Tunas, Kamis (10/7/2025).

Edukasi

Komdigi Gelar Bimtek Perkuat Satgas Medsos
Bantuan PELNI Pontianak

Edukasi

PELNI Pontianak Bantu Masjid Hidayatullah
Foto bersama kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di SMAN 1 Sajad oleh UNISSAS.

Edukasi

UNISSAS Komitmen Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Perbatasan
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, yang mewakili Bupati Sebastianus Darwis, pada peletakan batu pertama pembangunan, Senin (20/7/2026).

Edukasi

Pemkab Bengkayang Dukung Biara dan TK di Monterado
1 Muharram 1445 H

Edukasi

Anjuran Amalan Terbaik di Bulan Muharram
pontianak-times.co.id

Edukasi

Subhan Digempur, Isnaini Pimpin KAHMI
Para pelajar beserta guru dan staf TU SMA Negeri 1 Sambas dalam tampilan di fanspage offical.

Edukasi

Langkah Bijak SMA Negeri 1 Sambas Hadapi Polemik LCC 4 Pilar
Poltesa

Edukasi

Perusahaan Jepang Berkunjung ke Poltesa
error: Content is protected !!