Home / Edukasi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:17 WIB

Jerit Honorer Pendidikan Sambas di Kemendikbudristek

Audiensi Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas bersama pihak Kemendkbudristek.

Audiensi Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas bersama pihak Kemendkbudristek.

Jakarta. Jerit tenaga honorer pendidikan Kabupaten Sambas perlu mendapat solusi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Demikian dikemukakan Mardani, Ketua Komisi IV DPRD Sambas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Minggu (23/8/2025).

Mardani sebelumnya pada pertengahan Agustus 2025 mendampingi Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas. Mereka menyampaikan keluh kesah kepada Kemendikbudristek dalam audiensinya.

“Masalah tenaga honorer tidak bisa lagi ditunda, perlu segera diselesaikan. Evaluasi menyeluruh terhadap rekrutmen tenaga pendidik dan kebijakan honorarium perlu dilakukan agar kualitas pendidikan di Sambas tidak semakin tergerus,” kata Mardani.

Sekretaris Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas mengungkapkan bahwa saat ini kondisi tenaga honorer semakin memprihatinkan.

Baca juga:  327 Jamaah Haji asal Kabupaten Sambas Disambut Suka Cita

Dalam pertemuan tersebut, forum menyoroti problem rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jauh dari kebutuhan daerah, keterlambatan pencairan tunjangan profesi, serta ketiadaan perlindungan hukum dan jaminan sosial yang memadai bagi tenaga honorer.

Guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik juga kehilangan hak untuk menerima honor dari BOSP, sehingga praktis tidak memiliki gaji pokok. Forum juga menegaskan perlunya langkah konkret agar tidak terjadi kekosongan tenaga pendidik di Sambas.

Data menunjukkan, dari tahun 2023 hingga 2026 akan ada lebih dari seribu guru yang pensiun, sementara rekrutmen PPPK masih belum mencukupi kebutuhan riil di daerah.

Baca juga:  60 Disabilitas Perempuan Berlatih Barista dan MUA

Forum Tenaga Honorer Pendidikan Sambas juga mendesak agar pemerintah segera menyusun regulasi khusus tentang honorer, membuka formasi PPPK untuk tenaga kependidikan, serta menjamin jaminan sosial dan kesehatan bagi seluruh tenaga honorer.

Forum menilai, tanpa langkah hukum yang jelas, tenaga honorer akan tetap berada pada posisi rentan dan terpinggirkan.

Dengan adanya pertemuan bersama Kemendikbud ini, para pejuang honorer berharap tuntutan mereka tidak sekadar dicatat, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata demi masa depan pendidikan di Kabupaten Sambas.

Penulis: Jaynudin I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Mou Usaid Segar

Edukasi

CU Keling Kumang dan HKD Bermitra dengan USAID SEGAR
Pelatihan Masyarakat Peduli Api

Edukasi

Setelah Latih MPA 9 Desa, Gemawan Siapkan Ini
Dosen Poltesa memberikan materi pelatihan pengolahan Jeruk Siam menjadi produk olahan, Selasa (5/8/2025) di Desa Gapura, Kecamatan Sambas.

Edukasi

Tim Poltesa Latih Masyarakat Olah Jeruk Siam
Pawai 1 Muharram

Edukasi

Pawai Ribuan Manusia Berpakaian Putih di Sambas
Ayumardi Azra dan Firdaus

Edukasi

Jurnalisme Warga Segera Diatur Dewan Pers
Kampus Universitas Indonesia. foto: dokumen web UI

Edukasi

Universitas Indonesia Menanggung Malu
Kodm 1201 Mempawah

Edukasi

Bentuk Solidaritas, Kodim 1201 Bagi Takjil
Penyambutan Jemaah Haji yang tiba di Kalbar oleh Gubernur Kalbar H Ria Norsan dan Bupati Sambas H Satono.

Edukasi

Jemaah Haji Kubu Raya dan Sambas Telah Tiba
error: Content is protected !!