Home / Edukasi

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 07:40 WIB

IAIS Menuju PT Negeri, Harap Dukungan DPD

Ketua DPRD Sambas menyerahkan berkas IAIS Sambas kepada Ketua DPRD-RI La Nyalla, Rabu (27/10/2021) di IAIN Pontianak

Ketua DPRD Sambas menyerahkan berkas IAIS Sambas kepada Ketua DPRD-RI La Nyalla, Rabu (27/10/2021) di IAIN Pontianak

Pontianak. Tertatih-tatih dalam mewujudkan sebuah Perguruan Tinggi (PT) pertama di kabupaten paling utara di Kalimantan Barat. Beberapa kali ganti nama, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Tsafioeddin (IAIS) Sambas saat ini ingin menjadi perguruan tinggi negeri dan mengharap dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

“Kami sudah menyampaikan dokumen-dokumen progress penegerian IAIS kepada Ketua DPD RI dalam pertemuan di Pontianak,” kata H Abu Bakar, Ketua DPRD Kabupaten Sambas usai bertemu Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Amandemen ke-5 UUD 1945 Presidential Threshold dan Calon Independen di IAIN Pontianak, Rabu (27/10).

Abu Bakar bersama Rektor IAIS Sambas, H Jamiat Akadol langsung bertemu La Nyalla, mengharapkan DPD-RI membantu percepatan penegerian IAIS Sambas. Penyerahan dokumen tersebut disaksikan langsung Gubernur Kalbar dan beberapa Senator dari luar Kalimantan Barat.

Menurut Abu, lembaga legislatif mendukung penuh upaya penegerian itu dan selalu berkomunikasi pihak IAIS untuk mematangkan tindak lanjut penegerian. “Pada prinsipnya, kami legislatif mendukung penuh langkah ini agar pendidikan di Kabupaten Sambas semakin maju, SDM kita juga bisa mendapatkan pendidikan berkualitas,” terang Abu.

Baca juga:  Dicerai Istri, Napi Rutan Sambas Tewas Gantung Diri

Rektor IAIS Sambas, Jamiat Akadol merasa bersyukur dapat menampaikan dokumen progress penegerian IAIS Sambas itu ke DPD-RI. “Pertemuan tersebut merupakan kemudahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Kami optimis penegerian itu semakin berproses cepat,” kata Jamiat.

Dikatakan Jamiat, semua tahapan mendapatkan perhatian dan dukungan banyak pihak. Termasuk momentum dengan Ketua DPD RI, dimanfaatkan pihak IAIS Sambas dan Yayasan untuk mendapatkan dukungan. “Alhamdulillah, Bupati Sambas, Ketua DPRD, pihak yayasan hingga seluruh komponen masyarakat, memberikan perhatian dan dukungan yang besar,” kata Jamiat.

Sejarah Berliku

Sejarah berdirinya IAIS Sambas cukup berliku. Perguruan tinggi pertama kali di Kabupaten paling utara di Provinsi Kalbar ini didirikan pada 1 Juli 2004. Awalnya bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (STAIS) Sambas. Proses ini tidak terlepas dari inisiatif Munawar yang merupakan akadeisi STAIN Pontianak.

Ia bersama Burhanuddin A. Rasyid yang waktu itu menjadi Bupati Sambas terus berkolaborasi untuk mewujudkan perguruan tinggi tersebut. Di tahun 2003 hanya berupa aktivitas perkuliahan jarak jauh dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Jurusan Dakwah STAIN Pontianak. Munawar menggandeng Departemen Agama dan Pemerintah Kabupaten Sambas.

Baca juga:  Jejak Polisi Penerima Hoegeng Awards 2022

Selanjutnya Burhanuddin membentuk tim persiapan yang kemudian terbentuk STAIN Basuni Imran Sambas pada 8 Maret 2004. Namun, soal nama kembali ke STAIS Sambas dan sejak saat itu disepakati berada dibawah Yayasan Pendidikan Islam Syafiuddin (YAPIS) Pontianak.

Pada 1 Juli 2004, STAIS Sambas secara resmi berdiri melalui Surat Keputusan (SK) Ketua YAPIS Pontianak dan terdaftar berdasarkan Rekomendasi Kopertais Wilayah XI Nomor Kop.Wil.XI/PP.03.2/48k/2004. Munawar kemudian menjadi Ketua STAIS Sambas, Suyadi Widjaya sebagai Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan dan Burhanuddin A. Rasyid sebagai Pelindung dengan Ketua Pengawasnya dari pihak yayasan, Hasan Kamaruddin.

Dua tahun kemudian, STAIS Sambas bermatomorfosis menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Hal ini dipengaruhi oleh keharusan izin operasional. Selanjutnya Jamiat Akadol menggantikan posisi Munawar.

Penulis: Muhammad Ridho I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Aksi Tanam Mangrove

Edukasi

Peserta Rakernas Sylva Indonesia Tanam Seribu Mangrove
Pemateri hari kedua Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa (PJAD) Kabupaten Ketapang, Minggu (2/11/2025)

Edukasi

PJAD Ketapang Bentuk Transformasi Digital di Desa
Kejati Kalbar dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kalbar gelar baksos serta buka puasa di Pontianak (5/3/2026), guna perkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Edukasi

Kejati Kalbar dan IAD, Baksos Tebar Kebaikan
Sarasehan Akhir September

Edukasi

TNI AD akan Gelar Sarasehan Akhir September
FGD Tata Ruang

Edukasi

Rampung, Kajian Lingkungan RDTR Perkotaan Kelam
pontianak-times.co.id

Edukasi

Subhan Noviar Kandidat Kuat KAHMI Kalbar
Lokakarya virtual Institute Kajian Kebangsaan (Instan), Sabtu (7/8/2021)

Edukasi

Ini Potensi Perusak Pemilu Serentak 2024
Wisuda IAIS Sambas

Edukasi

IAIS Sambas Wisuda 227 Mahasiswa
error: Content is protected !!