Home / Historia

Selasa, 29 November 2022 - 18:45 WIB

Dayak Kalbar Kompak Hadir Temu Akbar

Pertemuan Pasukan Merah TBBR yang dibuka Presiden Joko Widodo, Selasa (29/11/2022) di Rumah Radakng Pontianak

Pertemuan Pasukan Merah TBBR yang dibuka Presiden Joko Widodo, Selasa (29/11/2022) di Rumah Radakng Pontianak

Pontianak. Ribuan warga Kalbar dari suku Dayak kompak menghadiri Ba Haupm Bide Bahana, pertemuan Pasukan Merah TBBR yang dibuka Presiden Joko Widodo, Selasa (29/11/2022) di Rumah Radakng Pontianak.

Ribuan warga Dayak itu terlihat memakai atribut etnik dominan warna merah. Mereka datang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar, memadati areal Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir Pontianak.

Acara itu dihadiri para tokoh Dayak, Pangalangok Jilah Agustinus, para Mangku Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dan Pasukan Merah TBBR. Turut hadir Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Walikota Pontianak dan para undangan.

Dari atas podium, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil menyampaikan sambutan yang diawali dengan sapaan hangat kepada masyarakat Dayak Kalbar dan para undangan yang hadir.

“Saya sangat senang, sangat terhormat dapat hadir, bersilaturahmi, bertemu dengan keluarga besar Tariu Borneo Bangkule Rajakng dalam pertemuan besar yang sangat mulia pada pagi hari ini,” ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dukungan yang diberikan masyarakat Kalimantan, terutama dari suku Dayak terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

Baca juga:  1 Juli 1969 KKN Berganti Menjadi Kapolri

“Kita tahu bahwa bangsa kita Indonesia ini bangsa besar. Kita memiliki suku yang bermacam-macam. Keberagaman kita ini sangat banyak, berbeda-beda, sukunya saja 714 suku. Ada suku Dayak, Jawa, Sunda, Sasak, Batak, dan selanjutnya sampai 714 suku,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, suku Dayak sendiri sub sukunya juga banyak sekali. “Saya enggak hafal semuanya karena ada 406 sub suku Dayak. Artinya apa? betapa negara kita ini negara yang sangat besar sekali. Itu yang sering kita tidak sadar,” ujarnya.

Dan yang paling penting, lanjut Jokowi, pemimpin Indonesia sekarang, ke depan lagi siapapun harus menyadari bahwa Indonesia ini beragam. Harus sadar mengenai keberagaman Indonesia yang berbeda-beda, yang beragam. Karena buat kita keberagaman itu adalah kekayaan besar bangsa kita.

“Ini prinsip bagi pemimpin Indonesia, siapa pun, sebagai negara besar kita harus menyadari mengenai keberagaman itu. Dan keberagaman, perbedaan itu adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan, hati-hati. Keberagaman itu adalah kekuatan kita, bukan kelemahan kita,” terang Jokowi.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, perbedaan itu bukan memecah belah, perbedaan itu adalah kekuatan. Perbedaan itu bukan melemahkan, tetapi adalah menguatkan. Jadi jangan sampai karena kita berbeda suku, berbeda sub suku, menjadi kelihatan pecah belah. Justru karena kita berbeda-beda itulah menjadi sebuah kekuatan besar.

Baca juga:  3 Kandidat Ketua PWNU Kalbar Minta Restu

Jokowi mengaku sangat senang lantaran semuanya mau merawat budaya, mau merawat budaya Dayak. Jangan dilupakan mengenai budaya dan kebudayaan. “Kita harus bersama-sama merawat, bersama-sama menjaga, dan memelihara agar budaya kita ini tetap terawat dengan baik,” ujar Jokowi seraya mendapat reaksi yang hadir mengucapkan kata setuju.

Presdien Joko Widodo bersama Panglima Jilah, Kapolri, Gubernur dan Pramono Anung di Rumah Radakng, Selasa (29/11/2022)
Pesan Tahun Politik

Pada kesempatan ini juga, Jokowi menitipkan pesan terkait memasuki tahun politik yang pada Februari 2024 tinggal setahun. Tahun politik tersebut ada pemilihan legislatif dan pilihan presiden dan wakil presiden.

“Saya titip, kita semua menjaga stabilitas politik. Jangan sampai ada yang gesekan, hindari jangan sampai ada yang benturan, hindari jangan sampai ada yang apalagi mengadu domba. Hati-hati,” kata Jokowi.

Sekali lagi, lanjut Jokowi, Indonesia memiliki beragam suku. Jangan sampai ada gesekan di tahun politik. Semuanya harus menjaga stabilitas keamanan. Negara ini harus aman, sehingga pemerintah bisa menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.(rdo)

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Historia

Tak Kenal Maka Tak Suka pada Borneo
Paguyuban Banten

Historia

Warga Banten Ajak Pererat Silaturahmi
pontianak-times.co.id

Historia

Ribuan Warga Pontianak Pawai Obor Ramadhan
Kerabat Istana Amantubillah

Historia

Halal Bi Halal Amantubillah Segera Digelar
Adrianus Asia Sidot

Historia

Adrianus Ajak Lestarikan Sampan Bedar
Akhmad Fauzin

Historia

Pemberangkatan Jemaah Haji Hingga 3 Juli
Bascamp Kambau Borneo, lokasi konservasi penyu di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. (foto: edo/pontianak-times.co.id)

Historia

Ayo Ikuti Wisata Hewan Langka Penyu Paloh
Ekspedisi Geopark Kaldera Toba

Historia

Sambut HPN, SMSI Garap Ekspedisi Toba
error: Content is protected !!