Home / Peristiwa

Selasa, 6 September 2022 - 11:40 WIB

Aliansi Mahasiswa Ketapang Tolak BBM Naik

Flyer seruan aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Ketapang, Selasa (6/9/2022)

Flyer seruan aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Ketapang, Selasa (6/9/2022)

Ketapang. Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat reaksi dari Aliansi Mahasiswa Kabupaten Ketapang. Mereka akan menggelar aksi, Selasa (13/9/2022) pukul 13.30 WIB di Kantor DPRD Ketapang.

“Ada beberapa isu yang kami suarakan. Pertama, kenaikan harga BBM bersubsidi kami nilai sangat menyakiti hati rakyat,” kata Endang Kurniawan, Ketua DPC GMNI Ketapang.

GMNI bersama gabungan organisasi mahasiswa akan menggeruduk Kantor DPRD Ketapang. Selain GMNI, elemen mahasiswa lainnya adalah HMI, PMII, KAMMI, Matan Diskusi Club (MDC), Himpunan Mahasiswa Dayak Ketapang (HMDK) dan BEM STAI AL-Hauld.

Aksi penolakan ini menyusul diumumkannya kenaikan harga tiga jenis BBM yang berlaku sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB. Ketiga jenis BBM yang harganya naik itu adalah Pertalite, Solar subsidi, dan Pertamax nonsubsidi.

Baca juga:  Insiden Berdarah Lahan Parkir Jalan Komyos

Pertalite naik dari Rp7.650 perliter menjadi Rp10.000 perliter. Solar naik dari Rp5.150 perliter menjadi Rp6.800 perliter. Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 perliter.

Menurut Endang, setidaknya terdapat 10 tuntutan mahasiswa antara lain menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan mendesak pemerintah agar menurunkannya kembali, mendesak pemerintah untuk memburu rente BBM bersubsidi, evaluasi kinerja BPH-Migas, mendesak KPK untuk mengusut BPH-Migas terkait penyelewengan distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

Selain itu, ujar Endang, desakan dan tuntutan lainnya adalah yang sifatnya lokal yakni meminta Pemkab Ketapang untuk menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di setiap kecamatan.

Baca juga:  Belajar Renang, Siswa SDN 2 Antibar Meninggal

“Kami juga menuntut DPRD dan Pemkab Ketapang agar mengawasi  serta mengevaluasi setiap penjualan LPG yang beredar diluar pangkalan. Kami menilai harga penjualan sangat jauh beda dengan harga pangkalan, harga di dalam kota dan harga di luar kota,” ujar Endang.

Ia juga menuturkan hal lain yang akan menjadi tuntutan peserta aksi adalah meminta pengawasan LPG, harga TBS dan meminta kaji ulang food estate yang ada di 10 proyek strategis Pemkab Ketapang. “Kami tidak main-main atas amanah penderitaan rakyat,” kata Endang tegas.(dwi)

Share :

Baca Juga

Pengukuhan Paskibraka Kalimantan Barat

Peristiwa

Pengukuhan Paskibraka se-Kalimantan Barat
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Mengapa Massa Membenci Ade Armando?
Kebakaran Pos Bindu Kodim Singkawang

Peristiwa

Pos Bindu Kodim Singkawang Terbakar
Rokidi Dirut Bank Kalbar

Peristiwa

Rokidi Masuk Pengurus LPTQ Kalbar
pontianak-times.co.id

Peristiwa

BCSMF Jaring Aspirasi Media Asia Pasifik
Draft Perpres Platform Digital

Peristiwa

Dewan Pers, Kominfo dan Konstituen Ricuh
SAR Evakuasi Korban

Peristiwa

SAR Evakuasi Korban Tenggelam Semakuan
Kebakaran Pasar Sambas

Peristiwa

Ini Awal Mula 14 Ruko Pasar Sambas Terbakar
error: Content is protected !!