Home / Politik

Rabu, 11 Januari 2023 - 15:23 WIB

Koalisi Tolak Pemilu Proporsional Tertutup

Heri Mustamin, Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar

Heri Mustamin, Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar

Pontianak. Sebanyak delapan partai politik di parlemen dengan inisiator Partai Golkar berkoalisi menolak Pemilu sistem proporsional tertutup atau coblos gambar partai. Tinggal menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami sebagai kader di daerah tetap akan menghormati putusan MK. Intinya kita selalu siap dengan sistem apapun, apakah proporsional tertutup maupun terbuka,” kata Heri Mustamin, Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, Selasa (10/1/2023) saat memberikan sambutan dalam HUT MKGR di Gedung Zamrud Pontianak.

Menurutnya, apapun sistem dan polanya jika siap dengan semangat bersama, maka Golkar akan menang dalam Pemilu 2024. Pada saat sistem tertutup barangkali untuk menjadi anggota DPRD itu antriannya panjang-panjang.

“Namun kita sebagai kader jangan terganggu. Oleh karena itu kepada kawan-kawan sekalian yang sudah mendaftar caleg, jangan kendor semangat karena sesuatu yang belum pasti,” ajak Heri bersemangat.

Baca juga:  Putusan MK Untungkan Petahana Pilkada 2024

Seperti diketahui, sistem proporsional tertutup diusulkan oleh PDI Perjuangan. Partai besutan Megawati ini berjalan sendiri dan berseberangan dengan parpol lainnya yakni Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB, PAN, NasDem, PKS dan PPP.

Sistem pemilu proporsional tertutup adalah hasil pemilihan untuk kursi wakil rakyat akan diberikan kepada para calon berdasarkan nomor urut. Kelebihan sistem ini menempatkan peran partai politik dalam kaderisasi sistem perwakilan. Selain itu, memudahkan penilaian kinerja partai politik dan meminimalisir politik uang.

Sistem proporsional tertutup ini memiliki banyak kekurangan, terutama dalam kaitannya oligarki dan nepotisme di internal partai politik. Rentan jual-beli nomor urut, caleg tidak memiliki ikatan emosional dan kurang aspiratif.

Baca juga:  Partai Golkar Kembali Diuji Kerikil Kecil

Sedangkan sistem pemilu proporsional terbuka, pemilih dapat mencoblos nama atau foto kandidat langsung yang tercantum dalam surat suara.

Pada sistem pemilu proporsional terbuka, partai politik menyediakan daftar kandidat wakil rakyat yang masuk dalam surat suara. Kandidat yang meraih suara terbanyak adalah yang terpilih sebagai wakil rakyat.

Sistem pemilu proporsional terbuka mengharuskan caleg agar mengenal dengan calon konstituennya. Dengan demikian, sistem perwakilan di legislatif semakin menguat.

Sebelumnya, MK telah memutuskan sistem proporsional terbuka dalam putusannya Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada 23 Desember 2008. Jika ada putusan lain dari usulan sistem pemilu itu, maka akan bermasalah dari sisi hukum lantaran memutus perkara yang perkara, obyek, para pihak dan materi pokok perkaranya sama atau Ne Bis In Idem. (rdo)

Share :

Baca Juga

Media Gathering Bawaslu Kalbar

Politik

Sinergi Bawaslu Kalbar dan Media Massa
Uray Emma Yanuaris

Politik

Emma Dilantik Jadi Ketua DPD PA GMNI
Maman Abdurahman

Politik

Maman Mundur dari Bursa Pilgub Kalbar
Prabasa Anantatur menerima aspirasi dari masyarakat saat reses di Kabupaten Sambas.

Politik

Warga Sambas Sampaikan Aspirasi kepada Prabasa, Apa Saja
Bupati Melawi

Politik

Bupati Melawi Telan Pil Pahit Lima Fraksi
Sutarmidji dan Karolin

Politik

Diberhentikan, Sutarmidji Buka Ruang Perselisihan
Sekretaris DPD partai Golkar Kalimantan Barat Ir H Prabasa Anantatur MH bersama Dewan Pertimbangan Ali Kadir dan santi Arrahmah usai doa bersama HUT 61 Golkar.

Politik

Bahlil Instruksikan Kader Bantu Korban Bencana Sumatera
Hanura Singkawang

Politik

Hanura Singkawang Solid Target 4 Kursi
error: Content is protected !!