Home / Politik

Kamis, 28 Juli 2022 - 11:57 WIB

Sinergi Bawaslu Kalbar dan Media Massa

Media Gathering Badan Pengawas Pemulu (Bawaslu) Kalbar, Rabu (27/7/2022) di Harris Hotel Pontianak. Foto: pontianak-times.co.id

Media Gathering Badan Pengawas Pemulu (Bawaslu) Kalbar, Rabu (27/7/2022) di Harris Hotel Pontianak. Foto: pontianak-times.co.id

Pontianak. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk bersinergi dengan media massa.

“Kami sangat berterimakasih kepada media yang telah mendukung pengawasan dan mengedukasi pemilih. Kalau ada media yang diperlakukan tidak baik oleh jajaran kami di daerah, tolong sampaikan,” kata Ruhermansyah, Rabu (27/7/2022) di Harris Hotel.

Penyampaian Ruhermansyah ini mengawali sambutannya saat membuka Media Gathering, Persiapan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan 2024. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu Kalbar, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kalbar, dan Akademisi IAIN bidang penyiaran dan Informasi.

Ruhermansyah mengharapkan dukungan media massa dalam proses pengawasan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 mendatang. Media massa berperan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan pemilu yang berkeadilan.

Media gathering kali ini memaparkan sekilas tentang refleksi penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Kemudian memetakan untuk persiapan pengawasan menghadapi tahun politik 2024.

Baca juga:  Polda Kalbar Amankan 68,8 Kilogram Emas
Politik Uang

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza tampil memberikan panduan jalannya media gathering.

Menurut Faisal, pada pemilu 2019 munculnya polarisasi masyarakat dengan kemunculan politik identitas. Keterbelahan masyarakat dalam Pilpres sangat terasa. “Catatan lain, kita negara yang memiliki demokrasi yang prosedural ketika demokrasi di negara lain mengalami regresi. Secara prosedural memang stabil tetapi kualitas menurun,” ujar Faisal.

“Kita juga menghadapi revolusi digital. Banyak orang lebih suka curhat ke media sosial dibanding ke Bawaslu misalnya. Situasi inilah yang membuat berkembangnya berbagai persepsi hingga ujaran kebencian yang semakin,” kata Faisal.

Baca juga:  Sujianto Sepihak Usulkan Pj Wako Singkawang

Ia merilis data Kominfo soal peningkatan hoaks yang mencapi 200%. “Menurut saya, kita harus antisipasi hal ini,” ujarnya.

Bawaslu, kata Faisal, ingin memastikan bahwa selain soal elektoral proses terkait teknik kepemiluan yang didalamnya ada tahapan-tahapan, juga harus memastikan non elektoral proses ini tidak mengganggu jalannya proses demokrasi.

“Misalnya berita bohong dan ujaran kebencian. Ini yang perlu kita keroyok untuk solusinya,” kata pemilik sapaan Ical ini seraya menyebutkan pihaknya akan terus membuka diri seluas-luasnya memberikan akses kepada masyarakat.

Selain hal itu, Faisal juga mengupas tentang politik uang yang dari hasil penelitian menyebutkan politik uang di Indonesia sangat besar dibandingkan negara lainnya di Asia. “Ini akan mempengaruhi kualitas demokrasi kita,” ujarnya.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Pelantikan Anggota DPRD Kota Pontianak

Politik

Romi X-Track Dilantik Jadi Legislator Kota Pontianak
Nobar Debat Capres

Politik

Prabowo Sukses Menarik Simpatik Publik
Rapat TKD

Politik

TKD Kalbar Penuhi Harapan Relawan Prabowo
pontianak-times.co.id

Politik

Prabasa Audiensi MKGR ke Gubernur Kalbar
Hermawansyah

Politik

Hermawansyah Mulai dari Mimpi untuk Mempawah
pontianak-times.co.id

Politik

Komite Aksi Politik Indonesia Perkasa, Terbentuk
Pleno rekapituasi suara Pilkada Sambas 2024

Politik

KPU Sambas Tetapkan Satono Hero Menang Pilkada 49,41 Persen
Cabut undi nomor urut Pilgub Kalbar 2024

Politik

Cerita Lucu Cabut Nomor Urut Pilgub Kalbar 2024
error: Content is protected !!